JANGAN BIARKAN GENERASI KITA DALAM KEBINGUNGAN

Minggu, 21 Mei 2017 0 komentar



(Sebuah Pesan Untuk Orang Tua dan Guru Afi Nihaya Faradisa)
 
Oleh : Subliyanto*

Baru-baru ini kita disuguhkan dengan status seorang pelajar yang cukup lantang melalui penanya menyuarakan tentang agama, bangsa, dan negara, dengan pesan perdamaian.

Afi Nihaya Faradisa, perempuan yang lahir di Banyuwangi pada tanggal 23 Juli 1998, yang melalui akun facebooknya ia menulis artikel singkat yang berjudul "warisan".

Tulisan yang berjudul "warisan" itu sontak menjadi sorotan publik dan meramaikan perbincangan di dunia maya. Pro dan kontrapun mewarnai tanggapan dari tulisan tersebut. Dan hal itu bersifat wajar karena tulisannya memang bias dan remang-remang, serta tersirat unsur pluralisme.

Hal ini memang menarik, karena seusia Afi sudah bisa bicara agama, bangsa, dan negara. Yang artinya adalah dia peduli kepada agama, bangsa, dan negara.

Tentu ini merupakan didikan yang luar biasa, baik oleh kedua orang tuanya maupun oleh gurunya. Dan hal itu juga merupakan sebuah prestasi yang perlu diapresiasi agar menjadi motivasi bagi generasi Indonesia yang lainnya.

Namun demikian, perlu kiranya dilakukan pendampingan dan bimbingan kepada anak tersebut agar yang ia tulis dan ia suarakan betul-betul menunjukkan jati dirinya sebagai seorang muslim dan sebagai warga negara indonesia. Sehingga argumentasi yang ia sampaikan melalui goresan penanya tidak bias, dan tidak remang-remang. Karena ia masih pelajar. Semangat belajarnya inilah yang perlu kita apresiasi. Dan jangan biarkan ia dalam kebingungan.

Jika Afi masih menganggap agama islam yang melekat pada dirinya adalah warisan maka perlu kiranya untuk didampingi oleh guru dan orang tuanya untuk mempelajari islam secara total, atau dalam istilah islam disebut dengan "kaffah", yang artinya adalah sempurna. Tentu dengan mempelajari alQur'an dan alHadits secara luas dan mendalam. Sehingga ia betul-betul yakin dan paham dengan konsep-konsep agama yang melekat pada dirinya.

Allah berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Afi melalui tulisannya menyampaikan "Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka".

Maka tugas orang tua dan gurunya untuk meyakinkan kembali pada dirinya bahwa islam yang melekat pada dirinya memang satu-satunya agama yang benar. Katakan dan jelaskan padanya bahwa yang mengatakan adalah Allah melalui firmannya.

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]

Afi juga melanjutkan dalam artikelnya : "Ternyata, teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata. Maka, bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu."

Bagi saya lagi-lagi tugas orang tua dan guru untuk mendampingi karena Afi masih belajar. Sampaikan padanya kebenaran yang sudah tersurat dalam alQur'an, kitab suci umat islam, agama yang sudah melekat pada dirinya. Katakanlah bahwa dalam ajaran islam tidak ada paksaan dalam agama. Hal itu sebagaimana telah Allah firmankan : 

"Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan” (QS. Al Baqarah: 256)

Sampaikan juga bahwa dalam kiprahnya orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah berhenti mempengaruhi kita hingga kita mengikuti millah mereka. Yakinkan dia (Afi) dengan alQur'an, firman Allah yang telah menjelaskan bahwa : 

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. al-Baqarah [2]: 120).

Afi menyampaikan melalui status facebooknya pesan perdamaian yang mengatakan bahwa : "Menulis adalah salah satu hal yang saya pikir saya bisa lakukan untuk memberi kontribusi bagi bangsa ini dalam meluaskan sudut pandang, dalam menebarkan pesan perdamaian. Bahwa Kristen dan Islam tak harus bergesekan. Bahwa Cina dan Jawa sama-sama orang Indonesia."

Maka perlu juga disampaikan oleh orang tua dan gurunya bahwa islam itu adalah agama yang damai, agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Ajarkan dan yakinkan padanya bahwa islam telah mengajarkan toleransi. Allah berfirman : 

“Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS. Al-Kafirun)

Lagi-lagi saya menilai bahwa Afi masih belajar, maka pendampingan dalam belajarnyalah yang perlu diseriusi dan diperhatikan agar ia menemukan jati dirinya sebagai seorang muslim. Sehingga ia tidak punya anggapan lagi bahwa agamanya adalah warisan.

Kita memang perlu mengapresiasi prestasi pemuda dan pemudi Indonesia, karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Dan apresiasi yang kita berikan tidaklah hanya sebatas piala dan sorotan kamera saja. Akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengarahkannya dengan memberinya hadiah ilmu yang akan mengantarkan dirinya pada kebenaran yang hakiki. Wallahu A'lam []

*Penulis adalah pemerhati pendidikan. Twitter @Subliyanto. Website www.subliyanto.id

Sekolah Untuk Semua, Selamatkan Generasi Bangsa

Kamis, 18 Mei 2017 0 komentar

 
Oleh : Subliyanto*
Salah satu yang punya peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah sekolah. Dari sekolah akan lahir generari-generasi handal yang siap membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Dalam perannya, sekolah sebagai elemen kedua dari pendidikan yang lahir sebagai penopang peran keluarga, dimana keluarga menjadi elemen pertama dan utama bagi kehidupan manusia.

Seandainya dalam keluarga mampu berperan penuh secara aktif dalam mendidik generasinya, mungkin tidak perlu adanya sekolah. 

Namun kita sebagai manusia yang juga berprofesi sebagai orang tua mempunyai keterbasan dalam semua aspek kemampuan yang dimilikinya. 

Maka diperlukanlah peran pihak kedua yang bernama sekolah. Karena setiap orang tua mempunyai harapan agar putra dan putrinya menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Sekolah merupakan institusi yang melakukan proses pembinaan anak bangsa dalam segala aspek kehidupannya. Baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga sekolah harus berperan aktif dalam hal itu, dan mencover semua tipical manusia yang lahir.

Maka bersyukurlah bagi kita yang masih mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah.

Di luar sana masih banyak generasi bangsa yang belum maksimal dalam mendapatkan pemerataan pendidikan. Mereka yang mempunyai keterbatasan dalam segala aspek kehidupannya, terlebih keterbatasan finansial terkadang termarjinalkan.

Ada juga yang mempunyai kemampuan akademis dibawah rata-rata, dan perilaku serta sikap yang sekilas dinilai hiperaktif juga terkadang harus dikembalikan ke orang tuanya, sehingga orang tuanya harus mencarikan sekolah lain untuk anaknya.

Jika hal ini terus terjadi maka tidak bisa dipungkiri bahwa terjadi diskriminasi pendidikan kepada generasi bangsa. Lantas sekolah milik siapa ? Apakah hanya milik orang kaya ? Apakah hanya milik anak yang cerdas saja ?

Tentu tidak, sekolah milik semua, maka sekolah harus mencover semuanya, mulai dari kalangan pinggiran hingga kalangan jutawan. Mulai dari kalangan anak yang cerdas hingga anak berkebutuhan khusus.

Orientasi sekolah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dalam segala aspek kehidupannya. Maka ini adalah tugas kita semua, bagaimana agar sekolah bisa mencover semuanya tanpa ada yang merasa termarjinalkan. 

Tentu dengan menyusun program-program yang sesuai dengan karakter dan kondisi anak-anak kita. Dan juga dengan melakukan pembinaan sumber daya manusia yang handal dan profesional secara berkesinambungan.

"Al ilmu fannun, wat ta'limu fannun akhor".

Ilmu merupakan seni, dan mengajar merupakan seni tersendiri. Sehingga harus terus dilakukan pembinaan, baik ruhiyah maupun ilmiyah. Karena ilmu adalah cahaya yang akan mengantarkan manusia pada kehidupan yang nyata.

Oleh karena itu mari kita selamatkan generasi bangsa dengan pendidikan. Kita bina mereka, kita didik mereka, dan kita do'akan mereka, hingga akhirnya mereka menjadi generasi yang tangguh, handal, dan profesional.

Kita sebagai orang tua dan sebagai guru hanya mempunyai tugas untuk memproses generasi bangsa yang lahir bak kertas putih. 

Selanjutnya keberhasilan mereka kita serahkan sepenuhnya kepada Allah yang telah menciptakannya. Karena hanya Dialah yang bisa merubah segalanya.

Maka disinilah pentingnya ruh atau jiwa kita sebagai orang tua dan guru. Karena ruh pendidik lebih penting dari segalanya.
" Ruhul ustazd ahammu min kulli syaiin ". Wallahu A'lam []

*Twitter @Subliyanto

MOHAMMAD, PENGHAFAL AL-QUR'AN TERCEPAT DI SIDOGIRI

Selasa, 16 Mei 2017 0 komentar

Adalah Mohammad, putra dari dari pasangan M.Habiburrahman dan Masfufah, asal Tampak Kadur Pamekasan Madura ini menjadi penghafal al-Qur'an  tercepat di Pondok Pesantren Sidogiri. Semoga prestasi yang diraihnya menjadi motivasi untuk generasi muslim lainnya. Berikut informasinya yang bersumber dari www.sudahtau.ga
 

Assalamu'alaikum Wr. Wb, kali ini www.sudahtau.ga akan membagikan informasi tentang " Penghafal Al-Quran Tercepat Di Sidogiri Asal Kadur Pamekasan 2017 "yang informasi ini dikutip dari salah satu Facebook yang bernama Kang Irul dengan ucupan selamat kepada adik sepupunya yang bernama Mohammad yang memiliki nama Uham Putra Arnote di akun facebooknya, dia berasal dari Kadur Pamekasan putra dari pasangan M. Habiburrahman dan Masfufah asal Tampak Kadur Pamekasan Madura. Berikut isi dari ucapan selamatnya tersebut.


Dari kata-kata di atas, bisa dijabarkan lebih luas lagi tentang sosok penghafal Al-Qur'an termuda dan tercepat di pondok yang sangat tersohor dan termasuk pondok tua karena pondok Sidogiri tersebut sudah berusia 280 seperti yang dituturkan Kang Irul di salah satu statusnya berikut ketika kedatangan tamu terhoormat sebagai pengisi siraman rohani atau ceramah yaitu Tuan Guru Bajang ( TGB ) KH. Zainul Majdi.


Untuk menjadi seorang hafidzul Qur'an apalagi di usia yang sangat muda yaitu 16 tahun tidaklah mudah, harus ada semangat tinggi, tidak mudah menyerah, istiqomah dan yang tak kalah pentingnya adalah do'a dan dukungan kedua orang tua serta keluarga lainnya karena tanpa adanya dukungan dan do'a akan sangat sulit meraihnya. Sehingga bagi yang ingin memiliki anak hafidz Qur'an, mulailah ajarkan sejak dini, biasakan dengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, belikan mainan yang berisi cara cepat menghafal Al-Qur'an karena sudah tidak bisa dipungkiri lagi sekarang adalah zaman di mana anak-anak muda sudah dimanjakan dengan fasilitas mainan atau game karena sudah tuntutan zaman. 

Sebagai orang tua, harus bijak dalam mendidik anak yang kelak akan menjadi penerus bangsa dan senantiasa mendo'akan kepada kedua orang tuanya ketika sudah meninggal dunia.

Berikut tentang biografi Mohammad

Nama : Mohammad
Ayah : M. Habiburrahman
Ibu : Masfufah

Setelah lulus dari SD ( Sekolah Dasar ) , Mohammad melanjutkan pendidikannya ke dua pesantren yaitu :
Pondok Pertama : Pondok Pesantren Banyuanyar Madura selama 3 tahun ( usia 15 tahun )
Pondok Kedua : Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur di usianya yang ke- 15 hingga menjadi Penghafal Al-Qur'an termuda dan tercepat.

Selain dari 2 pondok pesantren di atas, Mohammad juga tinggal di kampung yang sehari-harinya penuh dengan pendidikan agama didukung lagi oleh ayahnya yang lulusan 2 Pondok Pesantren yang disebutkan di atas. Untuk menjadi orang yang hafidz harus tinggal di lingkungan yang mendukung pula agar relatif lebih cepat dibandingkan dengan tinggal di lingkungan yang kurang mendukung. Yang mendukung Mohammad tersebut yaitu, lingkungan keluarga dan pondok pesantren di mana kedua-duanya adalah supporter terbaik, selain itu kembali ke diri kita masing-masing. Orang tua, guru, Pondok Pesantren, ataupun teman itu hanyalah supporter atau pendukung kita untuk menjadi orang sukses, namun hakikatnya itu kembali kepada diri kita sendiri yang menjlani hidup. 

Ada kata bijak Bahasa Inggris yang berbunyi " Your Future is in Your Hand " yang artinya masa depanmu ada di tanganmu.

Dan berikut foto-foto Mohammad  ketika di atas panggung bersama dengan teman-temannya.



 

Sekian artikel saya hari ini, Senin 15 Mei 2017 tentang Penghafal Al-Quran Tercepat Di Sidogiri Asal Kadur Pamekasan 2017, semoga bermanfaat dan menjadikan pelajaran yang berharga bagi kita semua. Amin
 
*Rep. Admin

BACHTIAR NASIR : JAGALAH PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN

Minggu, 14 Mei 2017 0 komentar




“Indonesia sedang diuji dengan persaudaraan”. Demikian disampaikan oleh Bachtiar Nasir, Lc. MM, pada kegiatan Tabligh Akbar di Gresik Jawa Timur. (Ahad, 14 Mei 2017)

Kegiatan yang mengusung tema “ Memperkokoh Sinergi Untuk Menyatukan Potensi Umat Islam” tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Muhammadiyah GKB Gresik, dan bertempat di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, dengan menghadirkan  penceramah Ust. Bachtiar Nasir, Lc.MM.

Dalam tausyiahnya, Bachtiar Nasir berpesan kepada umat islam agar menjaga persatuan dan persudaraan, karena menurutnya, saat ini Indonesia sedang diuji dengan persaudaraan.

“Indonesia sedang diuji dengan persaudaraan. Maka jagalah persatuan dan persaudaraan”. Pesan Bachtiar.

Bachtiar juga menambahkan, bahwa umat islam harus bersyukur, karena semakin banyak ujian yang menimpa umat islam akhir-akhir ini, umat islam semakin bersatu dan semakin kuat. 

Namun demikian Bachtiar juga berpesan agar umat islam tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, karena islam adalah agama yang damai, yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Bukan karakter seorang muslim yang memaksakan kehendak kepada orang lain, karena islam adalah agama yang damai”. pesannya.

Ada tiga hal menurut Bachtiar agar persatuan dan persaudaraan umat islam semakin kuat. Pertama ikutilah fatwa ulama’. Kedua taat dan tunduk kepada pemimpin. Dan ketiga memuliakan lembaga-lembaga keilmuan islam.

Menurutnya, jika umat islam bisa melaksanakan tiga hal di atas, maka persatuan dan persaudaraan akan terjaga dan semakin kokoh. 

Namun sebaliknya jika umat islam tidak taat dan tunduk kepada ulama, bukan tidak mustahil pertumpahan darah antar saudara akan terjadi, karena yang demikian itu memang sudah menjadi bidikan musuh-musuh islam saat ini.

Kedatangan ulama’ kondang ini mendapat sambutan antusias dari ratusan hadirin. Walaupun kedatangan yang dijadwalkan pada pukul 13:00 tersebut molor hingga habis ashar, namun peserta Tabligh Akbar tetap menunggunya, dan mengikuti tausyiahnya hingga selesai.[]

*Narasi & Foto : Subliyanto


 

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum