Kalender 2019 : Naya Fatihurrahman Ramadhani

Sabtu, 01 Desember 2018 0 komentar



Naya Fatihurrahman Ramadhani, itulah nama yang ayah berikan padamu. Dan ayah memanggilmu dengan panggilan Fatih. Engkau dilahirkan di Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 23 Juli 2014. Di tempat itulah kita berjuang dan bermain bersama. 

Sejak kecil engkau ayah gendong kemanapun ayah pergi, termasuk ke tempat ayah bekerja dan tempat-tempat dimana ayah mendapatkan tugas. Semua itu ayah lakukan untuk visi pendidikan dalam segala hal padamu. Karena ayah sangat menyayangimu dan ingin engkau menjadi anak yang shaleh. 

Ayah kerab melibatkanmu dalam kegiatan ayah. Lagi-lagi untuk mendidikmu agar engkau menjadi orang yang lebih baik dari ayah dalam segala hal. 

Diantara tempat bersejarah yang bisa engkau kujungi kelak untuk mengingat ayah adalah tempat dimana ari-arimu ayah tanam dan tempat-tempat dimana ayah beraktivtas. 

Diantaranya adalah SDIT Hidayatullah yang berada di bawah naungan Yayasan As-Sakinah Sleman, disitulah ayah bekerja kurang lebih selama lima tahun, dan di lingkungan sanalah engkau juga ayah menyekolahkanmu di kelas belajar dan bermain.

Taman Pendidikan al-Qur'an (TPA) Al-Ikhlas Sawungan. Di tempat inilah ayah bersamamu serta kawan-kawan ayah berupaya untuk menghidupkan pendidikan al-Qur'an yang tetap eksis hingga tulisan ini ayah tulis.

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Disinilah ibumu belajar dan disinilah juga ayah mengajakmu mengikuti kegiatan yang ayah dan kawan-kawan ayah selenggarakan, yaitu Training Jurnalistik. Ya disinilah ayah mewariskan ilmu itu padamu sejak engkau masih unyuk-unyuk.

Tidak hanya itu, ayah juga mengajakmu terbang ke Kalimantan Selatan tepatnya di Kota Tabalong untuk menemani ayah yang sedang punya tugas untuk mendampingi manajemen lembaga pendidikan disana. 

Lagi-lagi semua itu demi mewariskan ilmu padamu sejak kamu masih unyuk-unyuk karena ayah yakin kamu akan merekamnya dengan kemampuan sensor tajammu waktu kamu masih berusia emas. 

Dan masih banyak tempat-tempat ayah beraktivitas dan berkarya yang tidak bisa ayah sebutkan satu persatu melalui tulisan ini. Biarlah engkau menggalinya sendiri dengan ilmu yang telah engkau pelajari.

Tak ada yang bisa ayah wariskan padamu kecuali ilmu. Teruslah belajar hingga engkau besar, hingga engkau hidup berdikari, hingga engkau menjadi anak yang shaleh, dan menjadi orang yang muslih. Karena itu adalah tugasmu yang diberikan oleh Tuhanmu bukan ayahmu.

Itulah harapan ayah padamu. Semoga engkau sehat selalu. I Love You Forever

Repost : Pemkab Pamekasan Akan Beri Beasiswa Santri Penghafal Al-Quran

Selasa, 20 November 2018 1 komentar


PAMEKASAN (Humas Pamekasan)  – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyatakan, pemkab telah merancang kebijakan akan memberikan beasiswa kepada santri penghafal Al Quran, sebagai bentuk kepedulian dalam mewujudkan tatanan masyarakat Qur’ani di wilayah itu. Selain beasiswa bagi penghafal Al Quran, pemkab juga mulai merancang bantuan beasiswa bagi santri berprestasi.

“Tahun ini kita lounching beasiswa santri dan tahun berikutnya kita tambah lagi,” kata Baddrut Tamam saat menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di yang digelar masyarakat Desa Larangan Badung, Pamekasan, bersama bersama Majelis Pemuda Bershalawat At-Taufiq, Selasa (20/11/2018) malam.

Beasiswa bagi santri berprestasi ini, menurutnya merupakan satu dari 17 program aksi yang dijanjikan, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan pada pilkada 27 Juni 2018. Sedangkan, beasiswa untuk penghafal Al Quran, menurutnya akan dimulai pada tahun anggaran 2019.

Beasiswa bagi penghafal Al Quran ini sebagai upaya untuk mendorong penguatan pendidikan masyarakat Qurani di kabupaten yang memfokuskan pembangunan pada Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

Kebijakan lainnya yang sedang menjadi perhatian pemkab menurut bupati adalah mendorong terwujudnya tradisi bershalawat bagi masyarakat dan kalangan pemuda di Pamekasan, sehingga kegiatan seperti itu semakin sering digelar.

“Kami menginginkan Pamekasan bershalawat menjadi akhlaq aparatur sipil dan ahlak masyarakat Pamekasan,” ucap Baddrut.

Bupati berharap, rencana yang akan dikerjakan itu nantinya bisa mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dan mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat Pamekasan.

“Semoga di bulan-bulan yang akan datang Majelis Pemuda Bershalawat bisa hadir di Pendopo Pamekasan dan bershalawat bersama masyarakat Pamekasan,” katanya. (fal/hms)


Pena Ayah : Sambutan Umaya Khusniah

Kamis, 08 November 2018 0 komentar


Indonesia saat ini mengalami persoalan pelik, yang bisa saja menuju pada segregasi sosial . Canggihnya rekayasa sosial  dengan semua isu yang berkembang hari ini tidak lepas dari semua orang, mungkin termasuk kita, untuk melanggengkan persoalan di sekitar kita.

Ada pandangan umum yang mengibaratkan demokrasi sebagai alat untuk mencipta masyarakat yang paling tidak memiliki kesetaraan di dalamnya. Apapun caranya, dalam mewujudkan cita-cita kesetaraan dalam masyarakat dalam berdemokrasi patut diapresiasi.

Begitu pula dengan hadirnya buku PENA AYAH yang saat ini berada di genggaman pembaca yang budiman. Dalam kurun waktu beberapa tahun (2014-2017) Subliyanto mencoba mengambil potret persoalan kebangsaan sedekat mungkin dari sumbernya, dan ditegaskan kembali melalui runtunan al-Qur’an dan Hadits.

Cukup menarik bila dilihat dari perspektif kritisisme Islam yang berkembang di Indonesia pada awal era reformasi. Bila kita menyempatkan diri melihat beberapa karya penulisan pada era itu, tentu buku baru seperti Islam Kiri karya Eko Prasetyo pernah melintas di benak anda. Belum lagi dengan buku-buku karya Asghar Ali Engineer, Hassan Hanafi, Kazuo Shimogaki dan lain sebagainya yang marak pada itu.

Tidak untuk menyamakan dengan karya-karya di atas, tapi buku PENA AYAH ini merupakan cuplikan dari apa yang sebenarnya ingin diceritakan kritisisme Islam dalam memandang fenomina sosial. Meski tidak mencakup keseluruhan, namun buku ini pantas untuk dibaca secara serius. Paling tidak pembaca akan disuguhkan dengan pemahaman baru tentang fenomina sosial dalam perspektif Islam.

Jakarta, 8 Agustus 2018

Umaya Khusniah

Pena Ayah : “Menulislah karena tulisan adalah dokumentasi sejarah”

0 komentar


Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah mengajarkan manusia dengan Qalam. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Muhammad Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam yang telah menerangi dunia kegelapan dengan dinul islam.

Alhamdulillah, dengan izin Allah buku ini selesai disusun, Buku ini merupakan kumpulan dari karya-karya tulis yang sudah terpublish di website pribadi penulis, www.subliyanto.id, dan juga sudah terpublish di media lain baik online maupun cetak.

Mengingat pentingnya sebuah sejarah dan dakwah bil-Qalam, maka karya-karya ini penulis susun menjadi sebuah buku dengan judul buku PENA AYAH, yang dipersembahkan kepada nanda Naya Fatihurrahman Ramadhani sebagai kenangan dan motivasi tertulis agar menjadi generasi penerus perjuangan dakwah, salah satunya dengan dakwah bil-Qalam.

“Menulislah karena tulisan adalah dokumentasi sejarah”

Dan tentunya buku ini jauh dari kesempurnaan, sehingga sangat diharapkan nanda Naya Fatihurrahman Ramadhani dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi.

Terimakasih penulis sampaikan kepada keluarga, sahabat, dan semua pihak yang telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan buku ini, dan terlebih kepada para guru jurnalistik yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis.


Beliau-beliau adalah Bapak Anwar Djaelani (Penulis buku “50 Pendakwah Pengubah Sejarah”),  Bapak Cholis Akbar (Pimpinan redaksi www.hidayatullah.com), Bapak Imam Nawawi (Pimpinan redaksi majalah Mulia), Bapak Mahmud Thorif (Pimpinan redaksi majalah Fahma dan www.majalahfahma.com), Bapak Syaiful Anshor (Penulis Buku Sakinah Menuju Jannah), Ibu Umaya Khusniah (Jurnalis Majalah Gatra), Bapak Abdus Syakur (Jurnalis Majalah Suara Hidayatullah).

Semoga hadirnya buku kecil ini bermanfaat pada semua generasi muslim, penerus perjuangan Islam dan menjadi amal jariyah bagi penulis beserta para guru yang telah membimbing. Amin


Surabaya, 01 Januari 2018

Subliyanto

Peran Pemuda dan Masa Depan Bangsa

Kamis, 02 Agustus 2018 0 komentar



Oleh : Subliyanto*

“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia” demikan ungkapan Bung Karno, sang orator yang sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang membakar semangat juang para pemuda Indonesia saat itu hingga mencapai titik darah penghabisan yang pada akhirnya Indonesia merdeka, dan diproklamerkan pada 17 Agustus 1945. Tentu, kalimat tersebut tidak hanya ungkapan semata, akan tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Bahwa pemuda mempunyai peran penting untuk kemajuan suatu bangsa. Pemuda sebagai agent of change sebuah bangsa. Maka pada pemuda terdapat sebuah kekuatan yang dapat merubah suatu keadaan menjadi lebih baik, maju dan berkembang serta menjadi percontohan suatu peradaban.


Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan sumber daya alamnya. Maka tak heran jika Indonesia menjadi sasaran penjajah waktu itu, dan mungkin juga saat ini yang tentu dengan cover dan kostum serta cara yang berbeda. Senjata yang mereka gunakan saat ini tidak lagi hanya berupa senjata tajam, akan tetapi berupa ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka tidak lagi bergulat dengan menggunakan otot, akan tetapi dengan menggunakan otak.

Sehingga jika pemuda Indonesia lalai dan terus asyik dengan “kebodohannya” maka bukan hal yang mustahil keberadaan bangsa ini beserta isinya akan kembali berada di tangan para penjajah, dan harus berjuang lebih keras lagi untuk merebutnya kembali. Maka disitulah pentingnya peran pemuda Indonesia untuk terus belajar memperdalam ilmu pengetahuan dalam segala bidang sampai menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan professional serta siap bersaing guna menyelamatkan asset bangsa menuju Indonesia yang lebih baik bahkan yang  terbaik.

Pemuda merupakan sosok yang harus berada di barisan terdepan untuk membuat perubahan suatu bangsa menjadi lebih baik. Tidak hanya dengan kelantangan berorasi dan kekompakan berdemonstrasi, namun juga disertai dengan kerja nyata, kerja keras dan kerja cerdas sebagai wujud kontribusi nyata untuk kebaikan bangsa. Dan tentu dengan tidak melupakan sejarah para pejuang yang telah mengorbankan raga dan jiwa serta hartanya untuk bangsa. Karena pada sejarah terdapat sebuah hikmah yang bisa dijadikan pijakan dan evaluasi guna membuat sebuah reformasi dengan formulasi baru.

Oleh karena itu, sudah selayaknya dan sepantasnya para pemuda berperan aktif, menempati posisi strategis dan lini-lini solutif untuk melakukan analisa reformatif yang pada akhirnya melahirkan sebuah solusi riil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa. Tentu dengan aktif dan suportif dalam bekerja dan berkarya untuk bangsa agar tujuan menuju bangsa yang lebih baik tercapai. Visinya adalah untuk bangsa sehingga kepentingan-kepentingan pribadi tidak menjadi orientasi dalam mengabdikan dirinya untuk bangsa dan Negara. Dengan demikian hal-hal yang bersifat koruptif tidak menjadi list dalam buku harian pemuda. Akan tetapi yang menjadi cacatan hariannya adalah list-list strategi bagaimana agar bangsa lebih maju dan berkembang, baik berupa catatan konseptual maupun strategi aplikatif dan dokumentatif.

Menjelang pesta demokrasi 2019, semoga di Indonesia lahir sosok pemimpin yang arif, generasi yang handal dan professional serta siap membawa Indonesia menjadi Negara yang lebih baik, maju dan berkembang serta menjadi pilar percontohan dalam segala bidang. Wallahu A’lam[]

*Penulis adalah aktivis sosial dan pendidikan. www.subliyanto.id
**Artikel ini juga dimuat di www.majalahfahma.com

Pesan Ayah : Anakku, Ingatlah Saat Usiamu Bertambah

Minggu, 22 Juli 2018 0 komentar


(Surat Cinta dari Ayahmu*)

Selamat ulang tahun anakku… “Barakallah Fi Ziyadti ‘Umurik. Semoga engkau menjadi anak yang shaleh, yang senantiasa taat terhadap Allah dan cinta terhadap sunnah Muhammad Rasulullah, berjuang untuk islam, berbakti kepada kedua orang tua, dan bermanfaat bagi bangsa dan Negara.”

Anakku… Ada kebiasaan sebagian manusia ketika umurnya bertambah merayakannya dengan perayaan ulang tahun. Perayaan yang dilakukan beraneka ragam caranya sesuai dengan pemahaman masing-masing. Namun terlepas dari hal yang kontroversial itu, yang perlu kita pahami adalah hakikat dari bertambahnya umur itu sendiri.

Anakku… Orang yang panjang umurnya adalah orang yang menghiasi hidupnya dengan amal shaleh. “Man kana ‘umuruhu ma’muratan bil a’malis shalihat”. Tentu sebagai orang beriman yang yakin akan kehidupan yang sesungguhnya tentunya kita tidak akan membiarkan sisa umur kita akan berlalu begitu saja. Maka dari itu jangan sia-siakan umur kita selama Allah masih memberi kesempatan pada kita untuk berbuat baik dan membuat karya nyata di dunia ini, guna meraih prestasi kelak pada kehidupan yang hakiki.

Anakku… Secara hitungan matematis semakin bertambah umur manusia pada hakikatnya semakin berkurang dan semakin dekat menghadapi kematian. Karenanya perlu kita mensyukurinya dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Umur sangat erat kaitannya dengan masalah kematian. Umur dan kematian bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Maka sebaik-baiknya nasehat adalah nasehat kematian, karena kematian adalah rahasia Tuhan, Allah Rabbul ‘Alamain. Tidak satupun diantara kita yang mengetahuinya. Ia (kematian) bisa datang kapan saja dan dimanapun kita berada.

Anakku… Allah berfirman : “….Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya)”. (Q.S Yunus: 49).

Anakku… Berikut ini ada kisah menarik yang bisa kiranya menjadi renungan dan kita ambil pelajaran dalam pembahasan umur dan kematian :

************
Seorang laki-laki masuk ke ruangan "Almanshur" pada hari dia dibaiat menjadi Khalifah umat islam. Almanshur berkata : “Nasihatilah aku”. Laki-laki itu berkata : “Aku nasihati kamu dengan yang aku lihat atau dengan yang aku dengar ?” Berkata Almanshur : “Dengan yang kau lihat”. 

Dia berkata : “Wahai Amirul mukminin, Umar bin Abdul Aziz punya 11 anak. Dan ketika matinya meninggalkan 18 dinar. Untuk kafan 5 dinar, untuk urusan kuburnya 4 dinar dan sisanya diberikan pada anak-anaknya.  Sedangkan Hisyam punya 11 anak juga. Setiap anak mendapat bagian sejuta dinar ketika matinya. Demi Allah wahai amirul mukminin, aku melihat pada suatu hari anak-anak Umar bin Abdul aziz bersedekah dengan 100 kuda untuk jihad fi sabilillah. Dan kulihat salah satu anak Hisyam meminta-minta di pasar”. 

Disebutkan anak perempuan Umar bin Abdul Aziz masuk ke kamarnya menangis. Maka dia bertanya : “Apa yang membuatmu menangis anakku ?” Dia berkata : “Setiap anak memakai pakaian baru, dan aku anak amirul mukminin memakai pakaian lama.”

Umar kasihan melihat tangis anaknya, maka dia pergi kepada bendahara negara. Dia berkata : “Apakah kau mengizinkanku mengambil gajiku bulan depan?” Bendahara berkata : “Tidak bisa wahai Amirul mukminin”. 

Maka Umar menceritakan apa yang terjadi dengan anaknya. Bendahara berkata : “Kalau begitu tidak apa-apa kau ambil gajimu bulan depan. Tetapi dengan satu syarat”. Umar berkata : “Syarat apakah itu ?” Bendahara : “Syaratnya engkau bisa menjamin padaku kau masih hidup bulan depan untuk bekerja dengan gaji yang telah kau ambil lebih dulu”. 

Umar meninggalkannya dan kembali ke rumahnya. Anak-anaknya bertanya : “Apa yang terjadi padamu wahai Bapak ?” Dia berkata : “Maukah kalian bersabar dan kita masuk surga bersama atau kalian tidak bersabar dan bapakmu ini masuk neraka ?” Mereka berkata : “Kami akan bersabar wahai Bapak”.

***********
Anakku… Kisah di atas merupakan salah satu contoh tentang nasehat kematian. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah di atas. Dan dapat memanfaatkan sisa umur kita untuk senantiasa beramal shaleh, kapanpun dan dimanapun kita berada.

Anakku… sebagai penutup ayah ingin berpesan padamu, sebagaimana pesan Lukman kepada anakknya yang termaktub dalam Firman Allah, alQur’an Surat Luqman berikut ini :

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, : Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Q.S. Lukman : 13)

“Dan Kami (Allah) perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu”. (Q.S Lukman : 14)

“Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan Aku (Allah) dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S Lukman : 15)

“Wahai anakku, sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu, atau di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah maha halus, maha teliti”. (Q.S Lukma : 16)

“Wahai anakku, laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting”. (Q.S Lukman : 17)

“Dan jangnlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan jangnlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sungguh Allah tidak menyuaki orang-orang yang sombong dan membanggakan diri”. (Q.S Lukman : 18)

“Dan sederhanaknlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sungguh seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (Q.S Lukman : 19)

Anakku, itulah pesan ayah padamu. Barakallah… Semoga kamu sehat selalu…!!!


Comic Sans MS dan Pena Seorang Muslim

Jumat, 20 Juli 2018 0 komentar


Oleh : Subliyanto*

2016 lalu saya berkunjung ke Kalimantan Selatan. Di sana oleh sahabat saya, saya ditunjukkan hal kecil yang unik tapi berbahaya, yaitu semut yang beracun. Jika kita digigitnya maka bisa mengalami demam tinggi. Dari informasi tersebut saya berhati-hati ketika berjalan kaki agar terhindar dari hewan tersebut.

Juli 2018 saya mendapat kiriman poster dari shabat saya, yang mengkampanyekan tentang poligami dengan analogi sebuah kenikmatan ngopi bareng. Informasi yang unik dan menarik, karena bab tersebut termasuk bab langka bahkan masih dianggap tabu oleh masyarakat awam, dan terlebih oleh kaum feminisme yang cenderung menolak bab poligami yang nyata dan jelas telah disyari’atkan.

Namun pada tulisan ini penulis tidak membahas bab poligami. Karena penulis menemukan hal yang lebih unik pada tulisan di poster itu, yaitu Comic Sans MS. Sebuah font tulisan yang menjadi opsi dalam Microsoft Office. Mendapat kiriman tersebuat sontak saya teringat guru saya yang mengajar aqidah pada tahun 2007 lalu.

Dalam tusyiahnya beliau menyampaikan agar seorang muslim harus berhati-hati dalam segala bentuk publikasi dan promosi, jangan sampai publikasi dan promosi yang kita sampaikan mengandung unsur yang dapat merusak aqidah kita, termasuk memilih font tulisan.

Comic Sans MS, merupakan sebuah font tulisan yang menjadi opsi dalam Microsoft Office yang disajikan untuk ragam tampilan tulisan. Terlepas dari apa tujuan dari hal tersebut. Sebagai seorang muslim patut kiranya untuk berhati-hati dan tidak menggunakan font Comic Sans MS ketika menulis, terlebih dalam penggunaan huruf kecil, karena font tersebut mengandung unsur kampanye lambang salib pada huruf t-nya apabila digunakan sebagai huruf kecil.
 
Comic Sans MS termasuk hal kecil yang unik tapi berbahaya. Keberadaannya bak semut kecil yang beracun dan sulit terdeteksi jika kita tidak teliti dan hati-hati. Satu huruf syarat akan makna, satu kata mengandung unsur rasa, satu kalimat mengandung makna yang sempurna. Bagaima jika tulisan kita mencapai satu baris ? satu paragraf ? satu halaman ? bahkan satu buku ?. Berapa makna yang kita sampaikan ? berapa rasa yang kita kampanyekan ? dan berapa otak yang kita pengaruhi ? serta berapa dosa yang kita peroleh ?. “Na’udzubillah, wa nastaghfirullah”

Untuk itu, mari kita lebih teliti dan lebih berhati-hati dalam segala hal, termasuk hal yang paling kecilpun agar bisa kiranya kita memilah dan memilih, supaya kita tidak terjebak dalam sebuah perangkap yang sudah diseeting dengan cantik, menarik dan elegan yang dapat menjerumuskan kita ke dalam jurang kesesatan. Wallahu A’lam []

*Penulis adalah aktivis sosial dan pendidikan serta aktif dibidang jurnalistik. www.subliyanto.id

 
SUBLIYANTO.ID © 2018 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum