Mengatasi Stress

Rabu, 23 Juni 2010 0 komentar

1. Bantu mengatasi masalah.

Satu hal penting dalam mengatasi masalah adalah fokus di dalam penyelesaian masalah. Bantulah istri jika tidak mampu mencari inti masalahnya. Mungkin bisa diawali dengan melakukan analisis kecil dari setiap kejadian yang bisa mengakibatkan stress. Bagaimana mungkin penyelesaian masalah akan didapat kalau masalahnya sendiri tidak dimengerti. Luangkan waktu khusus bersama istri untuk membicarakan banyak hal yang sekiranya bisa menimbulkan stress seperti soal anak-anak, keuangan, kehadiran anggota keluarga lain di rumah, keterbatasan dan kesibukan suami dan lain-lain.

2. Hindari perkara yang akan menimbulkan masalah.

Jika sudah tahu bahwa ada aktivitas yang akan meninbulkan masalah baru maka sebaiknya jangan dilakukan. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup karena kesulitan ekonomi dengan berutang. Berutang memang salah satu jalan untuk mendapatkan uang dengan mudah. Sejenak masalah mungkin terselesaikan. Namun, sesudah itu, akan timbul masalah baru, bagaimana membayarnya.

3. Jauhkan diri dari situasi-situasi yang menekan.

Beri kesempatan istri untuk beristirahat walau hanya beberapa saat setiap hari. Tubuh yang terlalu lelah sangat mudah sekali untuk mengalami stress. Sesekali berikan kebebasan kepada istri untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang diinginkan. Pekerjaan rumah dan anak-anak sementara bisa ditangani suami dengan mengajak orang-orang terdekat yang bisa diminta bantuannya.

4. Cari teman untuk berbagi.

Teman merupakan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup. Bayangkan jika banyak sekali masalah yang dihadapi, tetapi tidak ada teman curhat yang dapat dipercaya. Ibarat gelas, jika diisi air terus menerus, akan tumpah meluber kemana-mana. Pastikan bahwa teman yang dipilih benar-benar yang bisa membantu, bukan yang justru akan menambah masalah baru. Suami tentu saja diharapkan dapat menjadi teman (sahabat) terbaik bagi istri untuk menumpahkan segala masalahnya. Jadilah suami yang menjadikan istri menemukan rasa aman dan merasa terlindungi. Jadilah suami yang sabar menjadi pendengar keluh kesah istri. Dengan begitu, istri tidak perlu lagi mencari orang lain sebagai tempat berkeluh kesah. Insya Allah, curhat dengan suami menjadikan rahasia lebih terjaga.

5. Lakukan relaksasi.

Intinya, istirahat menenangkan pikiran dan tubuh. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan selama proses relaksasi, misalnya membaca buku-buku ringan, mendengarkan musik atau pijat. Pijat merupakan salah satu relaksasi untuk melepaskan diri dari stress. Pijatan tidak hanya ampuh untuk menenangkan pikiran dan jiwa setelah seharian beraktivitas, tetapi juga dapat membantu meregangkan otot-otot yang penat dan menstimulasi peredaran darah. Tidak harus dilakukan di SPA dengan aroma terapinya yang cukup mahal. Pijatan lembut dari suami tercinta akan membuat lebih rileks, tidur lebih pulas, dan bangun kembali dengan badan yang lebih segar.

6. Sempatkan melakukan olah raga.

Olah raga sangat efektif untuk membantu mengatasi stress, karena berolah raga akan memperlancar peredaran darah dan membuka jantung untuk menerima lebih banyak oksigen. Olah raga juga akan membantu supaya bisa tidur lebih nyenyak pada malam hari. Energi yang dilepaskan pada saat berolah raga juga akan menstimulasi tubuh untuk memproduksi lebih banyak endorphins yang merupakan hormon yang membuat kita merasa bahagia. Latihan pernafasan juga terbukti efektif dalam mengendalikan stress.


7. Berpikir positif.

Potensi stress utama juga datang dari pikiran yang terus-menerus menginterpretasikan isyarat-isyarat dari lingkungan secara negatif. Bagaimana seseorang menginterpretasi berbagai peristiwa yang terjadi menentukan apakah ia akan mengalami stress atau tidak. Hal ini sangat dipengaruhi oleh cara berpikir seseorang dari yang bersifat sederhana sampai yang filosifis menyangkut pandangan hidup. Contoh sederhana, di depan ada gelas berisi air setengah, bagaimana seseorang melihatnya? Setengah penuh atau setengah kosong? Pikiran- pikiran yang menyebabkan stress sering bersifat negatif, penuh kegagalan, hitam-putih, terlalu digeneralisasi, tidak berdasarkan fakta yang cukup, dan terlalu dianggap pribadi. Dalam hidup ini, memang ada berbagai masalah. Pendeknya, ada seribu alasan untuk menjadi cemas kalau kita memikirkan masa depan. Namun, ada seribu alasan juga untuk memandangnya dengan rasa optimis. Jika pikiran negatif dan positif sama-sama bisa terjadi bisa juga tidak, mengapa kita tidak memilih berpikir positif? Dengan berpikir positif, jiwa akan menjadi lebih tenang.

8. Berprasangka baik.

Tidak sedikit persoalan muncul sebetulnya karena buruk sangka (su’uzhann) yang sudah pasti belum tentu sesuai dengan faktanya. Karena itu, bersikaplah husnuzhann (baik sangka). Ketika mendapat kabar tentang suami, orangtua, anak atau orang-orang lain yang dekat dengan kita, berbaik sangkalah. Sebab, boleh jadi, saat sudah terlanjur kesal, marah-marah yang bisa memicu sterss, ternyata apa yang didengar bukan kejadian yang sesungguhnya.

9. Tenang.

Tanamkan pada diri, bahwa istri dapat mengatasi segala sesuatu dengan baik, daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu yang terjadi. Bantulah istri berpikir dengan jernih ketika menghadapi suatu masalah. Ketenangan akan memudahkan mencari solusi yang tepat dalam menghadapi setiap persoalan.

10. Sabar.

Sabar merupakan cara mengatasi stress yang paling jitu. Jika tidak dengan kesabaran, bagaimana mungkin istri akan sanggup menghadapi setiap masalah anak-anak dengan baik dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali. Sabar disertai dengan niatan ikhlas hanya semata-mata untuk mencari ridha Allah akan menjadi energi yang luar biasa dalam menjalani kehidupan. Dengan begitu, seberat apapun beban yang diemban istri, insya Allah akan dapat dilakukan dengan ringan.

11. Tawakal.

Tak ada masalah yang tidak ada penyeselesaian. Bertawakallah kepada Allah, insya Allah, Allah akan memberi kita jalan yang kadang di luar perkiraan. Saat ada kebutuhan sangat mendesak, rasanya sudah tidak ada jalan keluar, tanpa diduga ada yang mengantarkan rezeki ke rumah untuk memenuhi kebutuhan. Kepasrahan puncak kepada Allah perlahan akan meringankan beban dan tidak menimbulkan stress.

12. Doa.

Berdoalah selalu kepada Allah Swt. dalam menyelesaikan masalah. Sebab, hanya Allahlah yang paling mengerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Doa akan menguatkan kita dalam menghadapi masalah seberat apapun.

Sumber : Rahasia Keluarga Sakinah

Komponen Proposal Skiripsi

0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN

Dewasa ini, kebutuhan akan pendidikan yang semakin membaik, yang mampu meningkatkan kualitas bangsa, mengembangkan karakter, memberikan keunggulan dan memberikan kreasi, semakin dirasakan urgensinya. Otonomi dibidang pendidikan memberikan kesempatan dan wewenang untuk melakukan berbagai inovasi dalam penengembangan dan implementasi kurikulum, pembelajaran, bimbingan siswa dan manajemen pendidikan. Inofasi yang tepat, evektif dan evisien membutuhkan kajian yang bersifat teoritis dan praktis melalui penelitian. Penelitian akan memberikan deskripsi, eksplanasi, prediksi, inivasi dan juga dasar-dasar bagi pengembangan pendidikan.
Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat dijadikan panduan bagi para pratisi pendidikan dan mahaiswa mahasiswa secara khusus. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan merancang, melaksanakan dan melaporkan hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan, kurikulum dan pembelajaran.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Langkah-langkah Penulisan Proposal
Sebelum kita memulai membuat proposal penelitian kita harus memperhatikan langkah-langkah teknis dalam penyusunan laporan penelitian, khususnya proposal skripsi, tesis dan disertasi.
1) Adakan identifikasi masalah, melalui proses pemetaan bidang dan sub bidang ilmu dan profesi yang menjadi bidang kita sebagai peneliti.
2) Minimal pada satu bidang atau sub bidang profesi kita, identifikasi masalah yang dihadapi saat ini. Identifikasi masalah sebaiknya didukung oleh sumber yang terpercaya, seperti hasil penelitian terdahul, data dari lembaga-lembaga yang memproses, menyimpan data dan menpublikasika data pendidikan.
3) Pilih salah satu focus penelitian kita. Fokus masalah yang kita teliti hendaknya yang cukup penting dan mendasar (esensial), hangat dan menarik (urgen) dan hasilnya bermakna bagi pemecahan masalah atau perbaikan praktek pendidikan.
4) Rumukan variabel-variabel atau aspek-aspek yang melatr belakangi atau penyebab fokus masalah tersebut, dan variabel atau aspek-aspek yang diakibatkannya. Lebih bagus jika dibuat dalam satu peta variabel. Pemetaan variabel ini bersifat teoritis, oleh karena itu sebaiknya menggunakan landasan teori sebagai kerangka pikir perumusan dan pemetaan variabel.
5) Dari variabel atau aspe-aspek yang melatarbelakangi dan melibatkan fokus masalah tersebut pilih atau batasi mana yang akan anda teliti. Pemilihan atau pembatasan variabel atau aspek tersebut didasarkan atas kekuatan variabel atau aspek tersebut sehubungan dengan variabel fokus, sebagai variabel yang melatarbelakangi atau diakibatkan oleh variabel fokus (dipilih variabel yang dominan).
6) Hubungan antar variabel-variabel tersebut dapat disusun dalam sebuah peta, peta variabel yang diteliti. Hubungan antara variabel atau aspek- aspek yang terpilih dapat dirumuskan dalam sebuah judul, dalam judul penelitian anda.
7) Setiap variabel atau aspek yang terkandung didalam judul penelitian, diberi rumusan secara opersional (definisi opersional), yaitu rumusan yang menggambarkan keadaan atau perilaku yang dapat diukur. Definisi operasional diperlukan dalan penelitian-penelitian yang menggunakan pendekata kuantitatif, sebagai acuan dalam penyusunan instrumen. Dalam penelitian kualitatif tidak perlu rumusan opersional cukup dengan penjelasan istilah saja. Makna suatu aspek akan berkembang dalam proses pengumpulan data.
8) Setelah makna dari setiap variabel atau masalah dalam judul, rumusan tujuan penelitian. Biasanya dibedakan antara tujuan umum dan tujuan khusus penelitian. Dalam rumusan tujuan umum akan tergambar apakah penelitian tersebut bersifat derkriptif, evaluatif atau eksploratif, pengujian (eksperimental), koelasional, komparatif, pengembangan, penyempurnaan, dst. Rumusan tujuan khusus, lebih menggambarkan sasaran yang akan dicapai, dan akan memberikan rambu-rambu dalam perumusan hipotesis atau petanyaan penelitian.
9) Rumusan atau asumsi-asumsi atau proposisi-proposisi yang dijadikan pegangan dalam mengkaji masalah tersebut.
10) Bila penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan akan dilakukan analisis data secara statistik inferensial, tidak perlu dirumuskan hipotesis, cukup dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan penelitian.
11) Tentukan dan rumuskan metode penelitian yang digunakan disertai alasan penggunaan serta alasan pemilihannya. Tentukan teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan, bentuk instrumen serta jenis data yang akan diperoleh, dan berikan alasan mengapa menggukan teknik pengumpulan data dengan bentuk instrumen seperti itu. Sebelum penyusunan instrumen atau layout.
12) Rumuskan rencana pengolahan atau analisis data serta cara menginterpretasikan hasil analisi data tersebut.
13) Rumuskanlah desin penelitian, yang menunjukan langkah pengumpulan data secara rinci. Dalam setiap langkan dikemukakan apa yang dilakukan, teknik pengumpulan data apa yang digunakan dari sumbe data yang mana denagn menggunakan intrumen yang mana. Setelah semua data terkumpul dijelaskan langkah-langkah analisis, interpretasi dan penyimpulannya.
14) Bila lenbaga menuntut adanya komponen atau langkah lain diluar yang telah disebutkan diatas slahkan cantumkan.

B. Garis Isi Proposal
Berdasarkan langkah –langkah penyusunag proposal yang telah di uraikan di muka , maka dapat disusun gari-garis besar isi proposal. Secara umum isi proposal tersebut adalah sebagai berikut:
1) Latar belakang masalah:
a) Menjelaskan kedudukan dari tema masalah yang diteliti dalam konteks masalah atau bidang yang lebih luas.
b) Mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi saat ini yang berda dalam lingkup atau terkait tema masalah. Dukung tema atau masalah-masalah tersebut dengan data hasil penelitian terdahulu, sehingga jelas keberadaan dan pentingnya tema atau masalah tersebut.
c) Memilih salah satu masalah terpenting, jadikan fokus masalah.

2) Merumuskan dan membatasi masalah:
a) Merumukan masalah: menjelaskan variabel atau aspek-aspek yang secara teoritis berhubungan atau terkait dengan focus masalah (Karena yang dijelaskan hubungan variabel secara teoritis, maka sebaliknya mengacu pada teori atau panduan beberapa teori ).
b) Hubungan antar variabel atau aspek tersebut lebih baik kalau bias dipetakan dalan suatu bagan (pemetaan variabel teoritis).
c) Pembatasan masalah: membatasi variabel atau aspek mana yang diteliti dan mna yang tidak (Pemetaan variabel empiris).
d) Hubungan antar variabel dirumuskan dalam sebuah judul.

3) Merumuskan definisi operasional atau menjelaskan :
a) Berisi rumusan tentang variabel /aspek dan hubungan antar variabel /aspek yang menggambarkan keadaan atau perilaku yang dapat diukur/diamati.
b) Menggambarkan hierarki dan keluasan segi yang dicakup oleh ariabel atau aspek tersebut.
c) Definisi variabel/ aspek menjadi acuan dalam menyusun instrumen. Definisi hubungan antar variabel/ aspek menjai acuan dalan analisis statistik/ analisis rasional.
d) Untuk penelitian kualitatif cukup dalam bentuk penjelasan istilah.

4) Merumuskan tujuan penelitian
a) Tujuan umum, menjelaskan sasaran umum yang akan dicapai /dihasilkan oleh penelitian. Bisa dirumuskan dalam bentuk hasil atau proses.
b) Tujuan khusus, menjelaskan sasara-sasaran khusus yangakan dicapai. Sasaran khusus ini merupakan rincian dari sasaran /tujuan umum, dan dirumuskan dalam bentuk hasil.

5) Merumuskan asumsi atau proposisi
a) Merumukan pikiran-pikiran mendasar yang dijadikan pegangan dalam mengkaji tema, fokus atau hubungan variabel penelitian.
b) Dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah yang tidak perlu lagi dibuktikan kebenarannya.

6) Merumuskan hipotesisi atu pertanyaan penelitian
a) Hipotesis, digunakan untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengujian statistik inferensial. Berisi dugaan atau jawaban sementara terhadap hubungan antar variabel.
b) Pertanyaan penelitian, digunakan dalam penelitian kualitatif atau deskriftif kauantitatif. Berisi pertanyaan pokok yang akan diurai /dirinci dalam instrumen penelitian dan di jawab dalam kesimpulan (setelah melalui analisis/ interpretasi).

7) Menjelaskan manfaat penelitian
a) Manfaat teoritis, menjelskan dalil, kaidah (kalau bisa) minimal prinsip yang diharapkan dihasilkan dari penelitian tersebut. Hasilnya harus secara eksplisit dinyatakan dalam bab kesimpulan.
b) Manfat praktis, menjelaskan kemungkinan digunakan hasil p0enelitian oleh pihak-pihak tertentu. Hasilnya dinyatakan secara eksplisit dalam bentuk rekomendasi.

8) Menjelaskan sistematika isi laporan (tidak wajib)
Berisi garis besar (out line) dari isi laporan penelitian, tesis atau desertasi.
9) Menjelaskan Metode dan /atau pendekatan penelitian yang digunakan disertai alasan mengapa menggunakan metode tersebut. Alasan ini adlah alasan praktis terkait denga permasalahan yang diteliti, bukan alasan teoritis yang bersifat umum.
10) Menjelaskan teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan disertai alasan pemilihannya. Berkenaan dengan instrumen juga dijelaskan jenis instrumen yang digunakan disertai langkah-langkah pengembangannya.
11) Menjelaskan desain penelitian yang digunakan disertai alasan dan pertimbangan pemilihnnya. Dijelaskan pila teknik penentuan sampel yang digunkan serta prosedur pengambilannya disertai alasan penggunaan prosedur tersebut.
12) Menjelaskan desain penelitian, khusus untuk penelitian eksperimental dijelaskan model desain eksperiman yang digunakan. Untuk pendekatan penelitian lainnya dijelaskan prosedur pengamatan dan pengumpulan datanyasecara rinci, termasuk diperoleh dari sumber data yang mana...
13) Menjelaskan teknik analisis data: dijelaskan teknim analisi data apa yang digunakan, jenis data apa yang diperolah model/ perhitungan mana yang digunakan, alasan menggunakan model/teknik tersebut serta langkah-langkahnya secara singkat. Untuk penelitian kualitatif juga perlu dijelaskan jenis data yang diperoleh, langkah-langkah mengolah data kasar (catatan lapangan) menjadi data yang lebih halus (tersaring tersusun sistematis, terkelompokan).
14) Interpretasi: menarik makna dari hasi-hasil pengolahan statistik, secara bagian (hasil satu pertimbangan) dan hubungan / keterkaitan antar bagian (beberapa hasil perhitungan). Untuk penelitian kualitatif interpretasi mencakup: melihat hubungan antar unsur, segi, aspek, bagian, variabel, atau komponen, dan menarik makna dari adanyahubungan-hubungan berikut.

C. Sistematika Isi Proposal
Sebenarnya, bentuk dari sistematika isi proposal berbeda -beda tergantung penelitian apa yang akan di garap. Apakah berbentuk riset, atau yang lain? Oleh karena itu, kami fokuskan sistematika isi proposal penelitian ini untuk penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi.
1) Judul/Skripsi/Tesis/Disertasi
2) Latar Belakang Masalah
Membeberkan mengapa maslah yang diteliti itu timbul dan penting dilihat dari segi profesi peneliti, pengembangn ilmu dan kepentingan pembangunan.
Yang perlu disajikan adalah apa yang membuat peneliti merasa gelisah dan resah sekiranya masalah itu tidak diteliti. Diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat dilapangan. Kerugian apa yang akan diderita apabila masalah tersebut dibiarkan, dan keuntungan apa yang diperoleh jika diteliti. Diungkapkan juga kedudukan masalah tersebut dalam wilayah bidang studi yang ditekuni peneliti. Pemunculan masalah dan perlu ditunjang oleh hasil studi kepustakaan.
3) Tujan Penelitian / Studi
Tujuan menggambarkan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai. Tujuan penelitian harus konsisten dengan perumusan masalah dan proses penelitiannya. Rumusan tujuan tidak sama dengan maksud penulisan Tesis atau Disertasi. Tujuan penelitian terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan apa yang ingin disampaikan peneliti, dirumuskan dalan bentuk kalimat. Tujuan khusus merupakan jabaran dari tujuan umum, dirumuskan dalam butir-butir.
4) Asumsi Penelitian (Jika diperlukan)
Asumsi merupakan titik pangkal dalam penelitian skripsi, tesis dan disertasi. Asumsi dapat berupa teori, evidensi atau pemeikiran peneliti sendiri, yang tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya minimal dalam kaitan dalam masalah yang diteliti. Asumsi merupakan landasan bai hipotesis, dan dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif.
5) Hipotesis Penelitian (Jika diperlukan)
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadapmasalah atau submasalah yang diteliti, dijabarkan dalam landasn teori tetapi harus di uji kebenarannya. Diterima atau ditolak. Hipotesis dibuat dlam bentuk analisis, dalam penelitian deskriftif tidak perlu dibuat. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk alternatif.
6) Metode Penelitian
Dijelaskan metode penelitian yang digunakan apakah: historis, deskriftif, eksperimental dan teknik pengumpulan data angket, wawancara, observasi, tes dll. Juga dimaksudkan proses pengembangan instrumen penelitian.
7) Lokasi dan Sampel Penelitian
Disebutkan lokasi an sampel dari penelitian disertai alasan mengapa lokasi lokasi dan sampel ini digunakan.
8) Sistematika Pembahasan
Berisi bab-bab dan sub bab (dengan asumsi skripsi yang sudah jadi) dan dijelaskan secara deskriftif.



Selingkuh Bermula Dari Curhat

Minggu, 20 Juni 2010 0 komentar

Fenomena “Teman Tapi Mesra” (TTM) tampaknya makin in di kalangan perempuan bekerja. Di tengah stres pekerjaan yang tinggi, komunikasi dengan suami pun menjadi terbatas hanya untuk membahas hal-hal penting saja, misalnya; soal anak atau keperluan rumah tangga.

Di sisi lain, kebutuhan perempuan mengungkapkan perasaan lebih besar daripada lelaki. Masalahnya, bagaimana jika mereka curhat kepada kolega lelaki? Mungkin tidak masalah selama hubungan itu murni berteman. Tapi pertanyaannya: betulkah lelaki dan perempuan bisa murni berteman tanpa melibatkan perasaan?

Bahaya Curhat

Rata-rata, perselingkuhan dimulai dari curhat sebagai sahabat. Awalnya sekadar makan siang bareng, curhat soal pekerjaan kemudian makin akrab dan menjurus pada hal-hal pribadi. Kenyataannya curhat bisa berdampak, kalau dosisnya berlebihan dan berkembang menjadi obrolan mesra. Salah satu indikator ‘bahaya’-nya adalah adanya rahasia, di mana teman perempuan dan lelaki itu mulai ‘sembunyi-sembunyi’ dari pasangan untuk berkomunikasi atau bertemu. Kondisi ini cenderung didukung kecanggihan teknologi yang memungkinkan komunikasi tanpa batas, seperti sms (sering diplesetkan dengan “sarana mudah selingkuh”) atau chatting lewat internet.

Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal timbulnya emotional affair atau sebut saja selingkuh hati. Pakar masalah perselingkuhan, psikolog Dr Shirley P. Glass dalam bukunya Not Just Friends: Protect your Relationship from Infidelity and Heal the Trauma of Betrayal mengatakan bahwa ‘selingkuh hati’ terjadi karena kita merasa memiliki chemistry dengan lelaki selain pasangan. Dan pada prakteknya, selingkuh jenis ini belum tentu selalu mengarah pada hubungan seks. Tetapi kenikmatan dan sensasi yang ditimbulkan sama dashyatnya seperti ketika sedang melakukan hubungan intim sehingga kemudian diistilahkan dengan head sex.

Menurut psikolog Ira Petranto, selingkuh hati biasanya berdampak lebih berat bagi perempuan. Mereka sibuk berkhayal hidup bahagia bersama soulmate, sehingga tidak sadar bahwa intensi para lelaki dalam membina hubungan dengan sahabat perempuan belum tentu berhenti sebagai teman curhat. Biasanya pria punya hidden agenda yang ujungnya berakhir di tempat tidur. Dan kalau ini sudah terpenuhi, gairah affair pun bisa mereda. Sementara pada perempuan semakin terlibat emosi, semakin sulit melepaskan dan tumbuh rasa ingin memiliki. Akibatnya sebagian perempuan terjebak dalam hubungan tanpa status.


A Wake-up Call

Lalu, bagaimana seandainya Anda sudah terlibat selingkuh hati? “Apakah saya harus mengakui kepada pasangan atau lebih baik diam?” Jawabannya: tergantung situasi dan niat. Menurut Ira, sebaiknya Anda memilih untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan dan bertahan pada perkawinan Anda.

Jika Anda memilih untuk mengakhiri hubungan dengan TTM, langkah pertama adalah menghentikan semua bentuk tindakan yang menunjukkan kasih sayang, seperti: ngobrol mesra atau janji kencan. Lalu, bicara dari hati ke hati dengan pasangan. Tapi ketika melakukan “pengakuan dosa”, sangat penting untuk mempertimbangkan momen yang tepat dan kesiapan mental pasangan agar tidak menimbulkan masalah baru. Diharapkan kedua pihak bisa saling introspeksi dan mencari kesepakatan baru.

Selingkuh hati bisa merupakan a wake-up call, agar Anda menyadari ketidakberesan dalam perkawinan Anda karena terlalu sibuk bekerja atau jenuh dengan keruwetan urusan rumah tangga. Untuk itu, kata Ira, ciptakan kebersamaan dan keterbukaan dengan pasangan setiap saat. “Tidak ada salahnya kalau Anda meluangkan waktu sejenak sepulang kantor untuk ngobrol santai sambil menonton TV atau sesekali bermanja-manja dengan pasangan.”

Hal yang perlu disadari, selingkuh -apapun jenisnya- hanyalah pelarian sesaat dan tidak akan menyelesaikan masalah. Bahkan, akan berujung menyakitkan hati – apakah itu pasangan Anda, pasangan orang lain atau diri sendiri. Jadi, kalau tidak siap “terbakar”, lebih baik jangan “bermain api”.

Jadi buat semuanya yang lagi “bermain api”, jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.


Sumber : Rahasia Keluarga Sakinah

Proposal Skiripsi

Rabu, 16 Juni 2010 0 komentar

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan berjangka panjang, dimana berbagai aspek yang tercakup dalam proses saling erat berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan bermuara pada terwujudnya manusia yang memiliki nilai hidup, pengetahuan hidup dan keterampilan hidup.
Proses ini bersifat kompleks, karena interaksi diantara berbagai aspek tersebut seperti, guru, bahan ajar, fasilitas, kondisi siswa, lingkungan, dan metode pengajaran, tidak selamanya memiliki sifat dan bentuk yang konsisten yang dapat dikendalikan. Hal ini mengakibatkan penjelasan terhadap fenomina pendidikan bisa berbeda-beda, baik karena waktu, tempat maupun subjek yang terlibat dalam proses.

Sementara sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi yang didalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama yang lain berkaitan dan saling menentukan. Sedangkan sifat unik menunjukkan bahwa sekolah sebagai organisasi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi lain.

Ciri-ciri yang menempatkan sekolah memiliki karakter tersendiri, dimana terjadi proses belajar mengajar, tempat terselenggaranya pembudayaan hidup manusia. Karena sifat yang kompleks dan unik itulah, sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah.
Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menetukan titik pusat dan irama sekolah. Bahkan lebih jauh studi tersebut menyimpulkan bahwa “keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah”. Kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan para siswa, kepala sekolah adalah mereka yang mengetahui tugas-tugas mereka dan mereka menentukan irama bagi sekolah mereka.

Seorang kepala sekolah hendaknya memahami betul apa yang menjadi tugas dan peranannya di sekolah. Jika kepala sekolah mampu memahami tugas dan peranannya sebagai kepala sekolah, ia akan mudah dalam menjalankan tugasnya, terutama berkenaan dengan manajemen sekolah yang akan dikembangkannya. Bekal kemampuan dalam memahami kompetensi sebagai seorang kepala sekolah ini akan menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas yang harus dilakukannya. Dalam hal ini, kinerja kepala sekolah sangat penting.
Kinerja kepala sekolah dapat dipahami sebagai upaya yang harus dilakuakn seorang kepala sekolah dalam melakukan tugas dan perannya sebagai seorang kepala sekolah, baik itu kepala sekolah pada jenjang pendidikan taman kanak-kanak sampai dengan jenjang sekolah menengah atas atau kejuruan. Kinerja itu sendiri pada dasarnya merupakan perwujudan pengetahuan, sikap dan keterampilan, yang selaras dengan visi dan misi masing-masing satuan atau jenjang pendidikan berdasarkan kompetensi dasar kepala sekolah.

Disisi lain, kepala sekolah juga harus mampu memahami konsep penilalian atau evaluasi. Sebagai pengetahuan bahwa evaluasi adalah proses pengukuran yang dilakukan terhadap kecendrungan perubahan yang terjadi mengenai suatu fenomena dengan hasil yang lebih cenderung kepada pemaknaan akan perubahan perilaku atau sifat individu tertentu.

Tugas dan peran kepala sekolah berkenaan dengan manajemen kurikulum, yaitu berhubungan dengan kompetensi kepala sekolah dalam memahami sekolah sebagai system yang harus dipimpin dan dikelola dengan baik, diantaranya pengetahuan tentang manajeman itu sendiri. Kemampuan dalam mengelola ini nantinya akan dijadikan sebagai pegangan cara berpikir, cara mengelola, dan cara menganalisis sekolah dengan cara berpikir seorang manajer.

Tugas dan peran kepala sekolah dalam mewujudukan subkompetensi manajemen kurikulum ini dapat direfleksi oleh dirinya dari isi program kurikulum yang didesain dan dikembangkan, mulai dari tingkat perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi kurikulum itu sendiri. Misalnya dalam bentuk evaluasi hasil pembelajaran dan evaluasi terhadap sekolah secara keseluruhan.

Sementara kurikulum menempati posisi yang menentukan dalam proses pendidikan. Ibarat tubuh kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. Kurikulum merupakan seperangkat rancangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang harus ditransfer kepada peserta didik dan bagaimana proses transfer tersebut harus dilaksanakan.
Mengingat pentingnya peranan kurikulum dalam pendidikan dan dalam kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh, maka yang akan ambruk adalah gedung tersebut. Akan tetapi kalau landasan pendidikan, khususnya kurikulum yang lemah, maka yang ambruk adalah manusianya.


Dalam penerapannya, kurikulum membutuhkan evaluasi secara terus menerus sebagai bahan acuan dalam pengembangan kurikulum selanjutnya. Dalam teori dan praktek pendidikan, evaluasi kurikulum merupakan suatu bidang yang berkembang dengan cepat, termasuk evaluasi terhadap implementasi kurikulum.

Evaluasi kurikulum dan evaluasi pendidikan memiliki karakteristik yang tidak terpisahkan dari bidang studi ilmu sosial pada umumnya. Karakteristik itu adalah lahirnya berbagai definisi untuk suatu istilah teknis yang sama. Evaluasi kurikulum adalah usaha sistematis mengumpulkan informasi mengenai suatu kurikulum untuk digunakan sebagai pertimbangan mengenai nilai dan arti dari kurikulum dalam suatu konteks tertentu.

Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebjaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan dan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat bantu lainnya.

SMP Putri Luqman Al-Hakim adalah sekolah menengah tingkat pertama khusus remaja putri yang berada dibawah naungan pesantren Hidayatullah, berlokasi di Jalan kejawan putih tambak VI/I Surabaya. Sebagai sekolah pesantren, SMP PutriLuqman Al-Hakim mengajarkan tauhid sebagai landasan fundamental. Siswi dibimbing untuk mengenal, mencintai, dan menghamba kepada Allah Swt. dengan berpegang teguh pada prinsip aqidah yang lurus.

Seluruh mata pelajaran yang diajarkan harus bersumber dan bermuara kepada Allah Swt. serta membangun kesadaran bagi siswi tentang perannya sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai calon ibu yang kelak akan melahirkan generasi pemimpin dan pejuang di masa depan. Dengan pendidikan berbasis tauhid ini diharapkan tumbuh generasi remaja muslimah yang memiliki kekuatan fikrah, berakhlak mulia, dan siap menghadapi problematika umat yang telah terjerumus ke dalam materialisme, hedonisme, dan sekularisme.

Sementara itu, secara organisasi SMP Putri Luqman Al-Hakim menginduk kepada SMP Luqman Al-Hakim dan menganut garis kebijakan umum yang sama. Dalam operasionalnya, SMP Putri Luqman Al-Hakim ditangani oleh tim khusus yang dipimpin oleh seorang wakil kepala sekolah (wakasek) yang dibantu oleh para koordinator (tata usaha, akademik, kesiswaan, serta sarana dan prasarana) dan guru-guru yang bertugas khusus di SMP Putri Luqman Al-Hakim.

Dengan karakter khas yang berbeda dari SMP Putra, SMP Putri Luqman Al-Hakim memiliki independensi dalam mengatur kebijakan rumah tangganya, termasuk pelaksanaan kurikulumnya, yaitu kurikulum integral. Hal ini sangatlah menarik dalam sebuah lembaga pendidikan. Oleh karena itu, hal inilah yang menjadi alasan menarik bagi penulis untuk mengadakan penelitian di SMP Putri Luqman Al-Hakim, dalam rangka mengkaji, dan mendiskripsikan bagaimana sesungguhnya “ Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Mengevaluasi Pelaksnaan Kurikulum Integral SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011 “

B. Definisi Operasional
1. Keterampilan manajerial kepala sekolah
a) keterampilan dalam bahasa inggris adalah skill yang artinya adalah kemahiran atau kecakapan.
b) Manajerial adalah hal-hal yang berhubungan dengan manajer.
c) Kepala sekolah adalah seorang fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.

Keterampilan manajerial kepala sekolah dalam pembahasan ini adalah keterampilan konsep, manusiawi, dan teknik yang dimiliki kepala sekolah.
Keterampilan konsep yaitu keterampilan kognitif seperti kemampuan analitis, berpikir logis, membuat konsep pemikiran induktif, dan pemikiran deduktif. Keterampilan manusiawi yaitu keterampilan anatar pribadi, yaitu pengetahuan mengenai perilaku manusia, dan proses-proses kelompok, kemampuan untuk mengerti perasaan, sikap, serta motivasi dari orang lain dan kemampuan untuk mengkomonikasikan dengan jelas dan persuasif. Dan keterampilan teknik, yaitu keterampilan yang mengetahui tentang metode-metode, proses-proses, prosedur, serta teknik-teknik untuk melakukan kegiatan khusus dalam unit organisasi.

2. Evaluasi kurikulum integral
a. Evaluasi secara bahasa berasal dari bahas inggris yaitu evaluation yang artinya adalah penilaian. Sedangkan secara istilah sebagai mana dikemukakan olaeh Edwind Wandt dan Gerald W.Brown (1977) “evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu”.
b. Kurkulum integral adalah sebuah struktur kurikulum yang terdiri dari tiga komponen pendidikan yang sekaligus menjadi karakteristik khas, yakni aspek ruhiyah, aqliyah dan jasmaniyah,yang mana dari ketiga karakteristik tersebut isi kukrikulumnya terdiri dari ilmu agama, ilmu umum, dan ilmu keterampilan. Ketiga ilmu tersebut disampaikan pada peserta didik dengan landasan tauhid. Artinya setiap ilmu yang diberikan kepada peserta didik selalu membuat peserta didik makin dekat kepada Allah swt, salah satu caranya adalah dengan mengaitkan setiap ilmu dengan Allah, manusia dan alam.

Jadi yang dimaksud dengan evaluasi kurikulum integral adalah proses untuk menentukan nilai dari pelaksanaan kurikulum integral.

3. SMP Putri Luqman Al-Hakim adalah sekolah menengah tingkat pertama khusus remaja putri yang berada dibawah naungan pesantren Hidayatullah yang berlokasi di Jalan kejawan putih tambak VI/I Surabaya. Adanya SMP Putri ini sebagai perluasan dari SMP Luqman Al-Hakim yang awalnya didirikan khusus untuk remaja putra (SMP Putra). SMP Putri Luqman Al-Hakim menerapkan sistem sekolah sehari penuh (full-day school) dan berbeda dari SMP Putra yang menerapkan sistem sekolah berasrama (boarding school). Secara organisasi, SMP Putri Luqman Al-Hakim menginduk kepada SMP Luqman Al-Hakim dan menganut garis kebijakan umum yang sama. Dalam operasionalnya, SMP Putri Luqman Al-Hakim ditangani oleh tim khusus yang dipimpin oleh seorang wakil kepala sekolah (wakasek) yang dibantu oleh para koordinator (tata usaha, akademik, kesiswaan, serta sarana dan prasarana) dan guru-guru yang bertugas khusus di SMP Putri Luqman Al-Hakim. Dengan karakter khas yang berbeda dari SMP Putra, SMP Putri Luqman Al-Hakim memiliki independensi dalam mengatur kebijakan rumah tangganya.
Jadi yang dimaksud judul penelitian ini adalah Kemahiran Konsep, Manusiawi, dan Teknik Kepala Sekolah Dalam Menilai Pelaksanaan Kurikulum Integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011.

C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah serta fenomina yang telah dipaparkan, maka permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah
1. Bagaimanakah keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011?
2. Bagaimanakah efek yang ditimbulkan dengan keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi bagi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011?

D. Tujuan Penelitian
Berangkat dari rumusan masalah diatas penelitian ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011?
2. Untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dengan keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi bagi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah SurabayaTahu 2010/2011?

E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan teori pendidikan terkait dengan kurikulum.
2. Manfaat praktis
• Sebagai bahan informasi dan perbandingan evaluasi pelaksanaan kurikulum ntegral di pondok pesantren.
• Sebagai bahan catatan, pedoman, dan referensi dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya.

F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitattif dengan pendekatan fenomenologis. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang belandaskan pada filsafat feminologi, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiyah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, tehnik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif (simpulan yang komprehensif) / kuantitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi.

Peneliti mendiskripsikan suatu situasi atau area popolasi tertentu yang bersifat factual secara sistematis dan akurat. Dengan pendekatan fenomenologis, peneliti berusaha memahami respon atas kehadiran atau keberadaan manusia, menjelaskan pengalaman-pengalaman apa yang dialami seseorang dalam kehidupan ini.

2. Jenis dan Sumber Data
Jenis-jenis data penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Data Deskriptif (Kualitatif).
Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam kata-kata atau kalimat-kalimat, dan tindakan-tindakan . Data Kualitatif dalam Penelitian ini adalah perkataan dan tindakan kepala sekolah berkenaan dengan keterampilan manajerial ( konsep, manusiawi, dan teknik ) dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-hakim pesantren Hidayatullah surabaya dan efek yang ditimbulkan bagi penyelenggaraan kurikulum, juga komentar guru-guru senior dan staf-staf lainnya.

b) Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka, jumlah dan bilangan . Dalam Penelitian ini data kuantitatifnya adalah data tentang skor pelaksanaan kurikulum integral, jumlah siswa serta data-data yang lain yang relevan dengan penelitian.

Dalam penelitian ini sumber data adalah :
• Sumber Lisan
Sumber lisan adalah kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber lisan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior yang dan menajer lainnya SMP Putri Luqman Al-hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya.
• Sumber Tertulis
Sumber tertulis adalah tulisan-tulisan yang diambil dari buku-buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi.
Sumber tertulis dalam penelitian ini adalah data-data yang diperoleh dari dokumen sekolah tentang profil SMP putri Luqman Al-hakim dan Perkembangannya, Informasi tertulis dari arsip tentang keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP putri Luqman Al-hakim.

3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian menurut Amirin ( 1986 ) adalah “ seseorang atau sesuatu yang mengenainya ingin memperoleh keterangan “. Dalam penelitian kualitatif istilah responden atau subyek penelitian dikenal dengan istilah informan, yaitu orang yang memberi informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah kepala sekolah.

Pemilihan subyek penelitian ini menggunakan criterion-based selection (Muhajir, 1993), yang didasarkan pada asumsi bahwa subyek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang diajukan.

4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a) Observasi
Observasi adalah aktifitas pencatatan fenomina yang dilakukan secara sistematis, baik dilakukan secara partisipatif, maupun non partisipatif.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pola pengamatan pemeran serta yaitu peneliti secara terbuka diketahui oleh seluruh subjek, bahkan munkin juga peneliti didukung oleh subjek.

Pola ini diambil karena akan membantu peneliti dalam memperoleh data yang dibutuhkan oleh peneliti mengenai keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-hakim.

b) Wawancara (Interview).
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (Panduan wawancara).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis wawancara terbuka yaitu subyek penelitian tahu bahwa mereka sedang diwawancarai dan mengetahui pula maksud dan tujuan wawancara.

Jenis ini diambil karena akan membantu peneliti mendalami informasi secara lebih detail dan terstruktur mengenai keterampilan konsep, manusiawi, teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi, dan efek bagi pelaksanaan kurikulum integral SMP Putri Luqman Al-hakim. Wawancara jenis ini lebih praktis bagi peneliti untuk dilakukan. Adapun responden dari wawancara ini adalah kepala sekolah.

c) Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatn harian dan lain sebagainya.

Dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen pelaksanaan kurikulum, daftar guru termasuk juga dokumen tentang profil sekolah serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian.

5. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan pedoman observasi, interview, dan dokumentasi, sebagaimana tabel berikut :
No Teknik Pengumpulan Data Jenis Instrumen
1 Observasi • Lembar pengamatan
• Panduan pengamatan
• Panduan observasi
• Cheek list
2 Wawancara • Pedoman wawancara
• Cheek list
3 Dokumentasi • Cheek list
• Tabel

6. Prosedur Penelitian
a) Tahap persiapan. Pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan panduan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk selanjutnya digunakan pedoman dalam proses penelitian.
b) Tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan data dengan jalan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
c) Tahap Penyelesaian. Tahapan ini adalah tahapan yang terakhir. Peneliti mengorganisir hasil dari pengumpulan data dan memberikan analisa data itu, untuk selanjutnya menyimpulkan hasil penelitian.

7. Teknik Analisis Data
Dalam menarik kesimpulan dari data-data yang dihasilkan, penelitian ini menggunakan teknik analisa data kualitatif dengan pendekatan induktif. Artinya peneliti berangkat dari fakta/informasi dan data empiris untuk mengembangkan teori dan mengorganisasikan data, memilih dan memilahnya menjadi satuan yang dapat memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan proses analisis interaktif artinya peneliti harus siap bergerak diantara empat sumbu kumparan, yaitu proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi.
Proses pengumpulan data harus melibatkan sisi aktor atau informan, aktivitas, latar atau konteks terjadinya peristiwa. Reduksi data sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Penyajian data merupakan kumpulan informasi tersusun yang memberi kemunkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Sedangkan tahapan yang terakhir adalah verifikasi dan penarikan kesimpulan yang dimaknai sebagai penarikan arti data yang telah ditampilkan.

G. Sistematika Pembahasan
Bab pertama memaparkan tentang latar belakang masalah, definisi operasional, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab kedua kajian teoritis, menjelaskan definisi keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulm integral, macam-macam keterampilan manajerial kepala sekolah, indikator dari masing-masing keterampilan manajerial kepala sekolah, dan efek keterampilan manajerial dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral.

Bab ketiga metode penelitian, terdiri dari jenis penelitian, sumber dan jenis data, obyek penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, prosedur penelitian dan teknik analisa data.

Bab keempat penyajian data, yang meliputi gambaran objek penelitian mengenai latar belakang berdirinya SMP Putri Luqman Al-hakim peasantren Hidayatullah Surabaya, letak geografis, kondisi siswa, guru, dan sarana yang ada, kurikulum yang diterapkan, serta model pengelolaan SMP Putri Luqman Al-hakim peasantren Hidayatullah Surabaya.

Bab kelima memaparkan tentang sajian data dan analisis data empiris yang membahas jenis dan sumber data, pengumpulan dan pencatatan data, serta penyajiannya, serta mengkomparasikan teori yang dijelaskan dalam bab kedua dengan data yang diperoleh oleh peneliti. Berisi tentang keterampilan konsep, manusiawi, dan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim.

Bab keenam Penutup, bab ini memuat tentang kesimpulan peneliti dan saran-saran yang berkaitan dengan hasil penelitian yang dapat dijadikan pertimbangan lebih lanjut.


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, (Jakarta : PT.Renika Cipta,1996)
Hadi Amirul, Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia,1998)
Hamalik Oemar, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, ( Bandung : PT.Remaja
Rosadakarya, 2008
Hasan Hamid.S, Evaluasi Kurikulum, ( Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 2009 )

Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif, 2008)
Idrus, Muhammad,Metode Penelitian Ilmu Sosial, (Yogyakarta, PT Gelora Aksara Pratama,2009)
Joyce M.Hawkins, Kamus Dwibahasa Oxford-Erlangga ( Jakarta : Penerbit Erlangga, 1999 )
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 2005)
Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005)
Pius A Partanto, M. Dahlan al barry,Kamus Ilmiah Populer,( Surabaya, Arkola 1994 )
Rusman. Manajemen kurikulum, ( Jakarta : PT.Rajagrafindo Persada 2009 )

Syaodih Nana, Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum teori dan praktek,
( Bandung : PT.Remaja Rosdakarya,2009)
Sudjiono Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan,(Jakarta : PT.Radja Grafindo

Persada,2003)

Sultoni Ahmad, Diktat Ilmu Pendidikan,( Surabaya :LPPM STAI Luqman Al-hakim,2006)
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008)
Sumidjo Wahyo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, ( Jakarta : Rajawali Pers, 2008 )
Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan, (Yogyakarta,BIGRAF Publishing, 2000)
http://smpputri.wordpress.com/about/

Maqashid Al-Syari’ah

Kamis, 10 Juni 2010 0 komentar

A. Pengertian Maqashid Al-Syari’ah
Maqashid Al-Syari’ah Scara etimologi i adalah
المعانى التى شرعت لها الاحكام“suatu kandungan nilai yang menjadi tujuan pemberlakuan suatu hukum”.

Maqashidul Al-Syari’ah secara terminologi adalah tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari penetapan suatu hukum yang diturunkan Allah SWT kepada makhluk mukallaf. Dalam konteks tujuan yang dimaksud di atas adalah kemaslahatan umat manusia. Hal ini merujuk kepada ungkapan Imam Syathibi:
الاحكام مشروعة لمصالح العباد“hukum-hukum disyari’atkan demi kemaslahatan para hamba”.

Penetapan hukum Allah SWT pasti mengandung suatu misi bagi kemaslahatan manusia. Penetapan ini dibagi menjadi dua katagori; Pertama, Perintah Allah SWT yang bersifat jelas (qath’i). Kedua, perintah Allah SWT di dalam Al-Qur’an yang masih samar (zhanni)dan bersifat umum (mujmal), maka ranah ini merupakan wilayah Ulama guna menafsirkannya dengan kompetensi dan kualifikasi yang memadai

B. Sejarah Maqashid al-Syari’ah
Maqashidul al-Syari’ah merupakan ruh dari semangat penegakan syari’at Islam. Meski demikian tidak banyak catatan sejarah yang merekam kapan pastinya istilah ini untuk pertama kalinya diistilahkan. Dari literatur yang ada, dikenal adanya dua pendapat yang memperkenalkan istilah al-Maqashid. Pertama adalah Imam Turmudzi r.a, tokoh ini sebelumnya lebih termasyhur sebagai Ulama Hadits. Tokoh hadits ini di dalam sejumlah karyanya terkesan mulai merumuskan term-term Maqashidul al-Syari’ah, hal ini dapat terbaca pada kitab al-shalah wa Maqashiduhu, al-Haj wa Asraruh, ‘Ilal al-Syari’ah, ‘Ilal al-‘Ubudiyyah dan al-Furuq. Pasca tokoh hadits ini kemudian sejarah mencatat kontribusi Imam Abu Mansur al-Maturidi (w. 333 H) di dalam karyanya Ma’khad al-Syara’, berturut-turut kemudian Abu Bakar al-Qaffal al-Syasyi (w. 365 H) dengan karyanya Ushul al-Fiqh dan Mahasin al-Syari’ah; Abu Bakar al-Abhari, al-Baqillani, al-Juwaini, al-Ghazali, al-Razi, al-Amidi, Ibnu Hajib, al-Baidhawi dan seterusnya. Adapun pendapat pertama ini digagas oleh Ahmad Raisuni.

Pendapat kedua adalah menurut versi Yusuf Ahmad Muhammad al-Badawi, Maqashidul Al-Syari’ah dalam hal ini terbagi ke dalam dua fase besar antara sebelum dan sesudah Ibnu Taimiyyah. Pasca Ibnu Taimiyyah kemudian dikenal tokoh-tokoh lanjutannya seperti Imam Ghazali, Ibnu Abdissalam, Najmuddin at-Thufi, dan Imam al-Syathibi. Pada level selanjutnya hingga dewasa ini, maka Imam al-Syathibi adalah tokoh yang dikukuhkan sebagai Bapak Maqashidul Al-Syari’ah sebagai tokoh peletak dasar ilmu Maqasid sistemik dalam karya monumentalnya al-Muwafaqat


C. Pembagian Term Maqashid Al-Syari’ah
Parameter kemaslahatan bagi umat manusia adalah ketika unsur-unsur fundamental seseorang telah terjaga. Dalam hal ini terdapat lima indikator kemaslahatan manusia :
1. Hifzh al-Din (keterjagaan akan agamanya);
2. Hifzh al-Nafs (keterjagaan akan jiwanya);
3. Hifzh al-Nasl (keterjagaan akan keturunannya);
4. Hifzh al-Maal (keterjagaan akan hartanya);
5. Hifzh al-Aqli (keterjagaan akan daya intelektualnya).

Dalam rangka stratafikasi hukum, kelima indikator di atas kemudian terbagi ke dalam tiga klasifikasi tujuan penetapan hukum:
a. Maqashid al-Dharuriyyat
Maqashid al-Dharuriyyat adalah sesuatu yang harus ada demi keberlangsungan hidup dan kehidupan manusia (primer), bila hal ini tidak terpenuhi maka akan berakibat kelabilan bagi kehidupan seorang manusia. Maqashid al-Dharuriyyat meliputi kelima indikator pokok (hizhfu al-din, hizhfu al-nafs, hizhfu al-nusl, hizhfu al-maal, hizhfu al-aqli ) sebagai syarat terciptanya kemaslahatan hidup dan kehidupan seseorang manusia. Model operasional Maqashid al-Dharuriyyat diaplikasikan ke dalam kehidupan manusia secara tertib sesuai dengan stratafikasi urutannya.
Terdapat dua metode guna menjaga keberlangsungan Maqashid al-Dharuriyyat, yaitu: (1) Perspektif adanya (min naniyyati al-wujud), yaitu dengan cara menjaga serta memelihara berbagai hal guna dapat melestarikan keberadaanya. (2) Perspektif tidak adanya (min naniyyati al-adam), yaitu dengan cara mencegah berbagai hal yang menyebabkan ketiadaannya.

b. Maqashid al-Hajiyyat
Maqashid al-Hajiyyat adalah upaya-upaya lanjutan dari Maqashid al-Dharuriyyat dengan menjadikannya lebih baik lagi (sekunder), intinya adalah guna menghilangkan kesulitan pasca terpenuhinya Maqashid al-Dharuriyyat. Ketiadaan Maqashid al-Hajiyyat tidak akan mengancam eksistensi lima indikator pokok Maqashid al-Syari’ah, namun saja akan berpotensi menimbulkan kesukaran dan kerepotan di dalam kehidupan manusia. Dalam hal ini dapat mengangkat term rukhshah, contohnya adalah menjamak dan mengqashar shalat bagi musafir.

c. Maqashid al-Tahsiniyyat
Maqashid al-Tahsiniyyat bertujuan demi kesempurnaan pemeliharaan lima unsur pokok Maqashid al-Syari’ah. Manifestasinya adalah berupa kebutuhan penunjang peningkatan martabat seseorang sesuai dengan derajatnya baik dalam kehidupan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT. ari’ah Menur ut Imam Al-Syathibi.

D. Kesimpulan
Ajaran Islam secara praktis disyari’atkan guna memperjuangkan keberlangsungan ke lima indikator Maqashid al-Syari’ah ini sebagai misi utamanya guna terciptanya suatu kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Dalam redaksi lain disebutkan bahwa tujuan pembuatan syara’ dalam menetapkan hukum berakhir pada kepentingan manusia, yaitu untuk mewujudkan kemaslahatan dan menghilangkan kemafsadatan bagi mereka sebagai mukallaf atau hamba-hamba Allah SWT yang shaleh.

Wise Word

Rabu, 09 Juni 2010 0 komentar

Bila kita dongkol dan tak menyukai pemarah, maka berjuanglah sekuat tenaga untuk tak jadi pemarah, karena bila sama-sama pemarah maka kita sama-sama tak disukai.” (Aa Gym)

“Boleh jadi Allah mengabulkan harapan kita dengan tak memberi apa yang kita inginkan karena Dia Maha Tahu bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan kita” (Aa Gym)

“Semakin ingin menunjukan diri kita agar diakui, dihormati, maka semakin tertekan, tegang dan melelahkan bathin, dan biasanya makin tak disukai.” (Aa Gym)

“Menata Hati dengan Kelembutan Cinta. ” (Aa Gym)

“Yang penting bagi pimpinan bukan memaksa anggotanya menaati kepada perintahnya, tapi membuat paham apa yang terbaik yang harus dilakukannya dengan penuh kesadaran.” (Aa Gym)

“Sikap emosional merupakan ciri belum terampil mengendalikan diri. Bagaimana mungkin dapat mengendalikan orang lain dengan baik, bila diri sendiri kurang terkendali.” (Aa Gym)

“Komentar spontan kita mungkin hanya satu patah kata, tapi bisa melukai hati dan menimbulkan kebencian mendalam, oleh karena itu waspadalah walau hanya sepatah kata” (Aa Gym)

“Mustahil semua orang akan menyukai kita — walau kita berbuat baik semaksimal mungkin. Tak usah aneh dan kecewa, terus saja berbuat yang terbaik, karena itulah yang kembali kepada kita. (Aa Gym)

“Keberanian untuk mengatakan tak tahu untuk yang tak diketahuinya jauh akan lebih menenangkan dan dihormati daripada selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu” (Aa Gym)

“Melawan kemarahan dengan kemarahan lebih banyak menimbulkan masalah baru. Ketenangan, kejernihan dan sikap yang terkendali, insya Allah akan lebih menjadi solusi” (Aa Gym)

“Hati manusia berubah-ubah, sekarang marah mungkin besok lusa sudah reda bahkan mungkin lebih sayang kepada kita, oleh karena itu jangan mendendam atau benci ber-kepanjangan.” (Aa Gym)

“Akan ada saat hati menjadi sedih dan gelisah. Jangan biarkan larut dan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang manfaat dan banyaklah berzikir.”(Aa Gym)

“Berani hidup harus berani menghadapi masalah, jangan takut dan jangan gentar, hadapi dengan benar dan tawakal, karena setiap masalah sudah diukur Allah sesuai kemampuan kita.” (Aa Gym)

“Konflik biasanya terjadi karena saya benar dan kamu salah, berilah kesempatan hati mengatakan kita benar dan diapun boleh jadi benar, Insya Allah akan mudah cari solusi.”(Aa Gym)

“Adakalanya Allah memberi dengan tak mengabulkan keinginan kita, karena hanya Dia yang tahu mudharatnya bila keinginan kitaterpenuhi.”(AaGym)

“Dimana ada keinginan disana ada jalan, dimana tekad kian membaja rintangan tak akan jadi penghalang, kesuksesan kian menjelang.” (Aa Gym)

“Kita tak memiliki apapun dan tak dimiliki siapapun selain milik Allah. Hidup di dunia hanyalah mampir sejenak, mencari bekal untuk pulang dan menanti saat maut menjemput.” (Aa Gym)

“Kunci sukses adalah kegigihan untuk memperbaiki diri, dan kesungguhan untuk mempersembahkan yang terbaik dari hidup ini.” (Aa Gym)
“Kebiasaan melemparkan kesalahan dan tanggungjawab kepada orang lain, selain akan menambah masalah, juga akan menjatuhkan kredibilitas, dan menghilangkan kepercayaan.” (Aa Gym)


“Orang yang sedikit pengetahuan, wawasan dan pengalaman, seperti yang terbelenggu dan dipenjara oleh keterbatasannya, hidup tak akan leluasa dan sulit untuk berbahagia.” (Aa Gym)

“Hidup jauh lebih indah, aman dan menyenangkan bila saling menyayangi, namun kasih sayang tak akan datang dengan diminta, kasih sayang akan datang bila kita yang memberi.”(Aa Gym)

“Alangkah nikmatnya jadi pemaaf, batin tenang dan lapang, urusan menjadi mudah dan tuntas, hidup bahagia dan mulia serta dicintai dan dihormati orang.” (Aa Gym)

“Siapapun yang merindukan sukses, maka harus bertanya pada dirinya seberapa jauh dan sungguh-sungguh untuk berjuang, karena tiada kesuksesan tanpa perjuangan.”(Aa Gym)

“Barangsiapa yang selalu siap dan melatih diri untuk menghadapi situasi sulit, maka dia akan menghadapi kesulitan dengan tenang dan mudah.” (Aa Gym)

“Kritik yang didasari kedengkian akan cenderung menyakiti, menghina, mencaci, dan hasilnya bukan perubahan melainkan kebencian dan permusuhan.”(Aa Gym)

“Jadikanlah kebahagiaan teman kita menjadi kebahagiaan kita. Ikutlah merasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya, niscaya hidup ini lebih indah dan mulia.” (Aa Gym)

“Air yang lembut bisa mempersatukan bahan besi, semen, kerikil, pasir sehingga menjadi beton yang kokoh. Memang kelembutan hatilah yang akan bisa mempersatukan.” (Aa Gym)

“Hanya orang yang tahu batas, dan disiplin dengan bataslah yang menikmati hidup, karena orang yang tak tahu batas dan berlebihan akan menimbulkan masalah.” (Aa Gym)
“Pemimpin yang bijak, tak perlu kelihatan serba ahli menyelesaikan masalah, tapi justru memberi peluang anggotanya untuk kian terampil dan percaya diri dalam mengatasai masalah.” (Aa Gym)

“Jangan takut menjadi tua, karena pasti menua. Tapi takutlah tak menjadi dewasa, karena kedewasaan sikaplah yang menjadi jalan kebahagiaan dan kemuliaan.” (Aa Gym)

“Kekuatan seorang pemimpin sejati adalah kemampuan mengendalikan diri. Bagaimana mungkin memimpin orang lain dengan baik, bila memimpin diri tak sanggup.” (Aa Gym)

“Ingatlah seseorang akan bersegera, memprioritaskan dan bersungguh-sungguh terhadap hal yang dianggapnya penting dan menguntungkan bagi dirinya, tapi tak melakukan untuk yang sebaliknya.” (Aa Gym)

“Tak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri, dan beri bukti yang tak terpungkiri.” (Aa Gym)

“Tak jujur adalah penjara, yang membuat diri dicekam takut terbongkar, mudah untuk berdusta, nikmat apapun tak akan ternikmati, maka jujur adalah hidup merdeka.” (Aa Gym)

“Hati yang bersih akan peka terhadap ilmu, apapun yang dilihat, didengar, dirasakan jadi samudera ilmu yang membuatnya kian bijak, arif dan tepat dalam menyikapi hidup ini” (Aa Gym)

“Jangan remehkan kesalahan sekecil apapun, karena boleh jadi yang kecil itulah yang menjadi awal malapetaka. Ketahuilah, kesalahan besar diawali terbiasa meremehkan kesalahan kecil.” (Aa Gym)

“Hentikanlah kebiasaan memotong pembicaraan orang, apalagi dengan memberi komentar yang tak enak, selain membuat suasana menjadi tegang, jadi menyakitkan dan menimbulkan permusuhan.” (Aa Gym)

“Hati-hati bila bergurau, bila berlebihan pasti akan menjadi masalah. Selain turunnya wibawa juga akan cenderung mudah berbohong dan menyakiti orang lain.” (Aa Gym)

Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih. ( KH. Abdullah Gymnastiar )

Seseorang tidak akan berubah lebih baik, kecuali dia punya keberanian untuk melihat kekurangan dirinya.

Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih.

Siapapun yang merindukan hatinya bercahaya,hendaknya ia berjuang untuk merubah diri, merubah sikap hidup, dan menjadi orang yang tidak cinta dunia.

Kejujuran akan memperindah diri seseorang jauh lebih indah dari apapun yang dimilikinya.

Marilah kita mulai kejujuran dari hal yang kecil sekalipun, pastikan tak ada dusta yang terucap, setiap perkataan terjamin kebenarannya.

Kegagalan biasanya disebabkan oleh satu kelemahan manusia yaitu tidak adanya keseimbangan antara keinginan dan kesungguhan dalam menyempurnakan ihtiar.

Seringkali kita menyangka seseorang bahagia dengan banyak harta. Padahal tidak sedikit orang stress, gila, bahkan sampai bunuh diri karena hartanya.

Waktu bekerja orang rajin adalah sekarang, sedangkan waktu bekerja orang yang malas adalah besok.

Modal utama kita adalah kredibilitas diri kita sendiri. Kunci kredibilitas itu sebenarnya hanya satu: JUJUR!!!

Rumah tangga yang kurang ilmu adalah rumah tangga yang hanya akrab dengan sikap emosi dan jauh dari kearifan.

Jikalau Allah cinta kepada sebuah keluarga, maka salah satu cirinya adalah keluarga itu dibukakan hati untuk ilmu agama.

Orang yang hatinya kotor tidak akan peka dengan perilaku maksiat yang dilakukannya.

Siapapun yang ingin doanya dikabulkan, maka sertai doa itu dengan harapan pada kemurahan Allah dan gelisah andai DIA mengabaikan doa kita.

Jadikanlah setiap tutur kata kita penuh makna dan mengandung hikmah serta jauh dari kesia-siaan.

Ada nilai yang lebih tinggi dari doa, yaitu peluang perubahan diri menjadi lebih baik, lebih bermutu, lebih cemerlang, dan lebih dekat dengan Allah.

Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri.

Kebahagiaan hakiki dalam hidup di dunia ini akan diraih oleh orang-orang yang mempunyai rasa syukur dihatinya.

Rahasia membangun kepercayaan adalah tiada hari tanpa bertambah ilmu, tiada hari tanpa bertambah wawasan, tiada hari tanpa mendapatkan koreksi.

Diri kita merdeka, lapang dan bahagia, bila tak takut orang mengetahui diri ini apa adanya.

Setiap ketidakjujuran akan membuat diri ini selalu terancam. Hidup jujur, tulus, berani tampil apa adanya membuat hidup ringan dan bahagia.

Kalau kita tetap berjuang menegakkan keadilan, tidak akan berkurang kemuliaan kita walaupun dianiaya siapapun.

Sebuah keluarga yang saling menasihati dimisalkan sebagai cermin yang dapat digunakan oleh orang lain memperbaiki penampilannya lebih baik lagi.

Jikalau dosa kita menggunung tinggi, maka ampunan Allah melangit luas, jadi jangan pernah sungkan untuk bertobat. Bertobatlah dari sekarang.

Kejujuran membuat pesona tersendiri yang dapat menyentuh nurani dan menuai kekaguman serta memanen kewibawaan.

Mengobral janji adalah mudah, menepati janji adalah amanah, janganlah mudah berjanji, dan ingatlah, ingkar janji adalah ciri orang munafik.

Salah satu ciri ikhlas adalah tidak suka menonjolkan diri, memamerkan diri, dan menyebut-nyebut amalnya.

Siapapun yang merindukan hatinya bercahaya, hendaknya ia berjuang untuk merubah diri, merubah sikap hidup, dan menjadi orang yang tidak cinta dunia.

Banyak orang menginginkan kebahagiaan, namun seringkali justru sebaliknya yang dialami, sebab dia salah dalam memahami arti kebahagiaan itu sendiri.

Bagi orang yang sudah mengenal Allah dengan baik, maka ia akan yakin bahwa segala hal yang menimpa dirinya adalah bagian dari nikmat yang Allah berikan.

Sungguh beruntung bagi siapapun yang amalnya ikhlas karena Allah semata, sehingga dia selamat dari tujuan selain Allah dan terjauh dari motif duniawi.

Lakukanlah segala pekerjaan dengan maksimal, sebab mengerjakan sesuatu setengah-setengah menunjukkan keragu-raguan, dan ragu-ragu adalah sifat orang munafik.

Tidak ada masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menyikapi masalah.

Tidak layak orang takut resiko kritik, sebab orang tidak akan menjadi hina dan jatuh harga dirinya karena dikritik.

Kejujuran akan membuat seseorang jauh lebih mulia dari segala asesoris duniawi yang dimilikinya.

Kebohongan pertama akan melahirkan kebohongan-kebohongan lain yang akan menyebabkan seseorang kehilangan jatidiri dan kemuliaannya.

Tidak jarang kekayaan yang banyak malah membuat sebuah rumah tangga DIMISKINKAN oleh keinginan, ambisi dan kedengkian yang meluap-luap.

Sedekah yang paling utama adalah sedekah ketika dalam kondisi lapang dan mampu, maka janganlah kita menunda-nunda bersedekah sampai tiba waktu sempit.

Bisnis yang tidak menjadi amal, tidak menjadi ilmu, dan memutuskan silaturahmi, walaupun menghasilkan uang tetapi itu semua sesungguhnya adalah bencana.

Semoga Allah menghujamkan keindahan dalam hati, dan tiada yang lebih indah dari mensyukuri nikmat dari Allah.

Sesungguhnya malang bagi mereka yang tidak mampu menjaga lidah. Lidah bagaikan pisau yang akan menyayat siapapun yang tidak pandai menggunakannya.

Seorang ahli ikhlas akan menyembunyikan amal-amalnya dari pandangan manusia sebagaimana dia menyembunyikan keburukan-keburukannya.

Rontoknya iman terjadi pelan-pelan, terkikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya tanpa terasa habis tandas tanpa sisa. Untuk itu waspadalah!!!

Harta manusia sesungguhnya terbagi tiga, yaitu apa yang dimakan lalu habis, apa yang dipakai lalu lusuh, dan apa yang disedekahkan akan tersimpan untuk akhir.

Orang yang berpenyakit dengki itu punya ciri, yaitu: Senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang.

Salah satu ciri orang ikhlas adalah tidak suka menonjolkan diri, memamerkan, dan menyebut-nyebut amalnya, kecuali dalam batas yang wajar dan proporsional.

Orang yang ikhlas tidak akan membedakan amal yang kecil atau besar, karena kecil dalam pandangan manusia belum tentu kecil dalam pandangan Allah.

Seseorang tidak akan berubah lebih baik, kecuali dia punya keberanian untuk melihat kekurangan dirinya.

Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas ialah bagian dari hati.

Orang yang paling mulia diantara manusia adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan paling siap menghadapinya dengan bekal amal shalih.

Tanda orang sukses itu adalah ketika ia diberi sesuatu (baik berupa kesempitan ataupun kelapangan) selalu membuatnya semakin dekat dengan Allah.

Semakin sedikit dosa dan aib yang ada, semakin ringan dan merdeka hidup ini. Tak takut ada yang terbongkar. Maka jagalah diri senantiasa.

Hidup bersahaja, selalu saja mempesona karena cermin dari pribadi yang tak diperbudak bermegah-megah, tak ditipu oleh hawa nafsu.

Semakin banyak keinginan, semakin diperbudak. Inginlah selalu taat kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi segala kebutuhan kita.

Kegemaran tampil dan pamer kemewahan adalah ciri-ciri orang yang kurang percaya diri terhadap kekuatan dan kematangan pribadinya.

Keindahan cinta yang hakiki adalah ketika kita merasakan betapa indahnya mencintai Allah.

Putuskan setiap harapan selain kepada Allah. Putuskan setiap kerinduan selain rindu ingin berjumpa dengan Allah.

Tindakan tepat menghadapi pemimpin yang zhalim adalah dengan sabar, yaitu tidak mematuhinya ketika diperintah berbuat durhaka.

Kalau kita tetap berjuang menegakan keadilan, tidak akan berkurang kemuliaan kita walaupun dianiaya siapapun.

Jika setiap orang dan saingan dicurigai atau dianggap sebagai musuh, maka kita tidak akan pernah memperoleh kemajuan.

Orang yang suka mengadu domba, dia meniru cara setan ketika menggoda manusia agar saling bermusuhan.

Orang jahat bukan hanya para pembunuh. Orang yang bermuka dua juga sangat jahat, sebab ia mampu menghancurkan negara yang kuat sekalipun.

Jangan pernah membela orang-orang zhalim agar menang dengan mencelakai orang-orang shalih. Takutlah akan balasan dari Allah!

Tidak ada penghinaan yang akan membuat kita sengsara jika kita jadikan hal itu sebagai ladang amal untuk meningkatkan kemuliaan dengan memaafkan dan sabar.

Diantara yang membuat kita dihargai orang lain adalah karena Allah masih menutupi aib, keburukan dan kekurangan kita.

Tidak akan pernah tentram rumah tangga yang tidak mengarahkan anggota keluarganya untuk bersungguh-sungguh taat kepada Allah.

Seyogyanya tiada yang diucapkan tentang keluarga kita selain kebaikan. Tiada yang ditiru selain kemuliaan. Tiada yang diperbincangan selain kehormatan.

Sikapilah hidup dengan iman dan niat yang lurus serta amal yang disempurnakan sehingga kapanpun ajal menjemput, kita akan siap menyongsongnya.

Tidak pernah ada rizki yang termahal kecuali menebalnya iman. Dan menebalnya iman itu adalah dibukakannya kegemaran akan ilmu.

Jika kita bisnis dengan niat yang lurus dan cara yang benar, maka keuntungan kita tidak sekedar uang tapi juga berupa amal kebaikan.

Dua ciri entrepreneur sejati: Saat mencarinya, sangat menjaga keadilan dan kejujuran. Lalu setelah mendapatkannya didistribusikan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Sekali kita berbohong maka kita harus melindungi bohong dengan bohong lainnya, begitupun bohong selanjutnya, maka jadilah pembohong yang tak tahu lagi mana yang benar.

Setiap ketidakjujuran akan membuat diri ini selalu terancam. Hidup jujur, tulus, berani tampil apa adanya membuat hidup ringan dan bahagia.

Semakin banyak keinginan duniawi semakin mencuri pikiran, waktu tenaga dan kebahagiaan kita padahal kebahagiaan dan kecukupan adalah milik orang yang bersyukur. Semakin sedikit keinginan duniawi untuk kepuasan diri, semakin banyak keinginan duniawi untuk beramal, niscaya semakin tenang dan mulia hidup ini.

Para pembohong akan dipenjara oleh kebohongannya sendiri, orang yang jujur akan menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.

Jujur kepada diri tak berharap orang lain menilai lebih dari kenyataan, adalah kunci ketenangan diri. Jangan gadaikan diri dengan menipu diri.

Dengan membiasakan diri hidup mewah, secara tidak langsung kita telah memancing kecemburuan orang lain.

Bersikaplah ramah karena ia lebih memudahkan urusan. Tanpa keramahan setiap urusan akan terasa kaku dan menegangkan.

Berhati hatilah jika kita zhalim kepada orang lain yang sedang berusaha taat di jalan Allah, hal itu bisa mengundang kemurkaanNya.

Jangan menyalahkan siapapun jika hidup kita terpuruk. Pada dasarnya, semua itu terjadi karena kita zhalim terhadap nikmat Allah.

Kekuatan seseorang untuk berhenti dari perilaku buruk yang diperbuatnya akan menjadi salah satu kunci sukses dalam memburu pertolongan Allah.

Sehalus-halusnya musibah adalah ketika kedekatan kita dengan Allah perlahan-lahan tercabut. Dan itu biasanya ditandai dengan menurunnya kualitas ibadah.

Bila memiliki banyak harta, kita akan menjaga harta. Namun jika memiliki banyak ilmu, maka ilmu lah yang akan menjaga kita.

Orang yang tidak punya ilmu seperti memasuki hutan belantara tetapi tidak membawa peta.

Jagalah hati dari bersemainya bibit kesombongan dan kedengkian, sebab jika bibit-bibit seperti itu tumbuh maka lambat laun hati kita akan mati.
Kalau hati kita bersih, tak ada waktu untuk berfikir licik, curang atau dengki sekalipun.

Termasuk diantara bakti kita kepada orang tua adalah bersungguh-sungguh mendidik keturunan kita menjadi orang yang mulia.

Alangkah jeleknya sifat orang yang suka mengeluh atas segala kondisi yang dia alami. Dalam hatinya nampak tidak ada rasa syukur.

Kita harus bersabar tidak hanya dalam kesempitan, tetapi juga dalam kelapangan.
Barang siapa yang ingin dunia harus dengan ilmu, ingin akhirat harus dengan ilmu, ingin dunia dan akhirat harus dengan ilmu.

Sungguh bahagia apabila setiap manusia saling berlomba melayani, membantu, menghormati dan membahagiakan saudaranya.

Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri.

Kekuatan doa akan jauh lebih efektif ketika dibarengi dengan kegigihan diri untuk melakukan perbaikan sikap hidup.

Seni yang paling baik dalam bersilaturahmi adalah banyak-banyak untuk mengingat dan mengakui kekurangan dan kesalahan sendiri.

Waspadalah ketika ibadah sudah mulai malas dan maksiat mulai sering dilakukan, karena itu adalah pertanda mulai memudarnya perhatian Allah kepada kita.

Pastikan kita sudah bersedekah hari ini, baik dengan materi, dengan ilmu, tenaga, atau minimal dengan senyuman yang tulus.

Tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga sendiri karena mereka adalah darah daging kita.

Kemerdekaan hakiki adalah bila kita tidak diperbudak keinginan dipuji, dihargai, dihormati, dibalas budi oleh orang lain. Kemerdekaan adalah milik orang yang ikhlas.

Diri ini akan sengsara bila selalu menginginkan orang lain menilai lebih dari kenyataan, jadilah manusia merdeka yang berani tampil apa adanya.

Waspadalah terhadap barang mahal, bagus dan mewah, karena akan memperbudak diri kita, takut rusak, hilang, minimal diperbudak ingin pamer.

Orang yang sibuk membangun topeng akan selalu dijajah topengnya sendiri. Orang yang membangun pribadi tak gentar kehilangan topeng.

Termasuk diantara bakti kita kepada orang tua adalah bersungguh-sungguh mendidik keturunan kita menjadi orang yang mulia.

Alangkah jeleknya sifat orang yang suka mengeluh atas segala kondisi yang dia alami. Dalam hatinya nampak tidak ada rasa syukur.

Kita harus bersabar tidak hanya dalam kesempitan, tetapi juga dalam kelapangan.
Barang siapa yang ingin dunia harus dengan ilmu, ingin akhirat harus dengan ilmu, ingin dunia dan akhirat harus dengan ilmu.

Sungguh bahagia apabila setiap manusia saling berlomba melayani, membantu, menghormati dan membahagiakan saudaranya.

Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri.

Kekuatan doa akan jauh lebih efektif ketika dibarengi dengan kegigihan diri untuk melakukan perbaikan sikap hidup.

Seni yang paling baik dalam bersilaturahmi adalah banyak-banyak untuk mengingat dan mengakui kekurangan dan kesalahan sendiri.

Waspadalah ketika ibadah sudah mulai malas dan maksiat mulai sering dilakukan, karena itu adalah pertanda mulai memudarnya perhatian Allah kepada kita.

Pastikan kita sudah bersedekah hari ini, baik dengan materi, dengan ilmu, tenaga, atau minimal dengan senyuman yang tulus.

Tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga sendiri karena mereka adalah darah daging kita.

Kemerdekaan hakiki adalah bila kita tidak diperbudak keinginan dipuji, dihargai, dihormati, dibalas budi oleh orang lain. Kemerdekaan adalah milik orang yang ikhlas.

Diri ini akan sengsara bila selalu menginginkan orang lain menilai lebih dari kenyataan, jadilah manusia merdeka yang berani tampil apa adanya.

Waspadalah terhadap barang mahal, bagus dan mewah, karena akan memperbudak diri kita, takut rusak, hilang, minimal diperbudak ingin pamer.

Orang yang sibuk membangun topeng akan selalu dijajah topengnya sendiri. Orang yang membangun pribadi tak gentar kehilangan topeng.

Suatu kaum atau seseorang yang hidupnya penuh kebencian dan permusuhan tak akan pernah tenang, terhormat dan berjaya selain hina dan menderita.

Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.

Masalah paling besar bangsa ini bukanlah karena kurangnya tanah lapang, namun karena kurangnya hati-hati yang lapang.

Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga aibnya.

Ketika kita merasa berjasa sedang orang lain merasa terhinakan, itu pertanda kita tengah gagal. Sukses itu juga diukur lewat kebersamaan.

Bertekadlah bahwa hidup yang sekali-kalinya ini tidak akan pernah merampas hak kebahagiaan dan ketenangan orang lain.

Bukan gelar atau jabatan yang membuat orang menjadi mulia. Jika kualitas pribadi buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah
Mari kita bangun bangsa ini dengan fondasi kekuatan ruhiyah, sebab kekuatan ini memiliki sandaran yang teguh, kokoh dan kuat.

Perubahan zaman akan menghancurkan kita kalau ilmu dan wawasan kita tidak berubah lebih cepat daripada perubahan itu.

Ciri seorang pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integrasi antara kata dengan perbuatannya.

Seseorang tidak mendapatkan dari apa yang dia harapkan, tetapi akan mendapatkan dari apa yang dia kerjakan.

Banyak hal yang bisa dilakukan dengan kecerdasan, tapi cerdas tanpa hati nurani lebih berbahaya karena bisa membuat kejahatan yang lebih dahsyat.

Pastikanlah setiap perkataan harus melalui proses pertimbangan yang matang. Jangan sampai tergelincir dengan mengatakan sesuatu dusta.

Orang yang ikhlas tidak pernah terkecoh apalagi merindukan pujian. Sebab ia yakin pujian hanyalah sangkaan orang kepada kita belum tentu benar.

Hakikat orang miskin bukanlah mereka yang tidak mempunyai harta dan kekayaan, melainkan mereka yang tidak mempunyai iman dan ilmu.

Jika orang lain takut tidak punya uang, maka orang yang dinaungi hidayah takut kalau ia tidak mempunyai rasa jujur, rasa syukur dan jiwa besar.

Jika kita belum bisa membagikan harta, kalau kita tidak bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan.

Kesombongan bukanlah saat kita senang memakai pakaian bagus, namun kesombongan adalah tatkala kita meremehkan orang lain dan menolak kebenaran.

Subyek Penelitian dan Responden Penelitian

0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk mengetahui sesuatu yang masih asing dan sama sekali baru, seorang peneliti dapat diumpamakan seperti orang baru yang baru saja tiba dikota atau negara baru. Semuanya tampak asing, mau pergi kemana tidak tahu letaknya, padahal mungkin jaraknya dekat dan banyak kendaraan seperti taksi, bus, becak, dan sepeda tetapi tidak tahu menggunakan kendaraan atau alat transfortasi yang ada. Banyak dan sering dijumpai orang-orang lewat disekitarnya, mau bertanya juga kurang berani karena mungkin beda budaya, beda kepentingan, dan mengganggu kesibukan orang lain dengan orang-orang yang ada disekitar tempat tersebut. Banyak kenalan ditempat tinggal yang lama tetapi jauh tempat tinggalnya dan tidak tahu nomor telepon untuk menghubunginya. Orang lain juga disekitarnya juga menganggap asing pula terhadap dia. Dia memerlukan bantuan agar dapat memecahkan masalah keterasingannya tersebut. Tetapi siapa dan kemana agar memperoleh bantuan yang berarti?
Untuk dapat memecahkan masalah tersebut kita harus mengetahui ilmu atau metodologinya, dalam makalah ini akan kita bahas tentang komponen atau langkah awal penelitian yaitu menentukan subjek penelitian dan responden penelitian, karena apabila kita ingin meneliti sesuatu terlebih dahulu kita menentukan subjeknya kalau kita sudah menentukan subjeknya maka kita memperoleh jawaban terhadap apa yang akan kita teliti disebut responden
B. Rumusan Masalah
Supaya kita lebih mengetahui dan memahaminya maka kita perlu membuat rangkaian-rangkaian permasalahan seperti dibawah ini :
1. pengertian tentang subjek dan responden penelitian?
2. contoh subjek penelitian dan responden penelitian?
3.Menentukan subjek penelitian?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Subyek Penelitian dan Responden Penelitian
Dalam kamus bahasa Indonesia subyek ialah : pokok kalimat; orang yang dipakai untuk percobaan. Jadi subyek penelitian dapat di defenisikan yaitu :
Subjek penelitian adalah sesuatu, baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi), yang sifat-keadaannya (“attribut”-nya) akan diteliti. Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya melekat atau terkandung objek penelitian. Dalam bukunya Suharsimi Arikunto (Manajemen Penelitian) Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika kita bicara tentang subjek penelitian, sebetulnya kita berbicara tentang unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti.
Responden dalam kamus bahasa Indonesia adalah yang dituntut; juru jawab; perhatian jadi responden penelitian dapat di defenisikan yaitu Responden penelitian adalah seseorang (karena lazimnya berupa orang) yang diminta untuk memberikan respon (jawaban) terhadap pertanyaan-pertanyaan (langsung atau tidak langsung, lisan atau tertulis ataupun berupa perbuatan) yang diajukan oleh peneliti. Dalam hal penelitian dilakukan dengan menggunakan tes, maka “responden” penelitian ini menjadi “testee” (yang dites). Responden penelitian bisa subjek penelitian, bisa orang lain.
Responden dari kata asal ”respon” atau penanggap, yaitu orang yang menanggapi. Dalam penelitian, responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk tulisan, yaitu ketika mengisi angket, atau lisan, ketika menjawab wawancara


B. Contoh Subjek Penelitian dan Responden Penelitian
Dari pengertian diatas dapat kita buat sebuah contoh penelitian sebagai berikut:
“hubungan antara kelengkapan alat laboratorium dengan prestasi belajar IPA SMA”
untuk mencari jawaban atas problematika tersebut peneliti perlu merinci terlebih dahulu problematika yang diajukan.
Variabel pertama : kelengkapan alat laboratorium
Variabel kedua : prestasi belajar IPA siswa SMA
Variabel Utuh : hubungan antara kelengkapan alat laboratorium dengan prestasi belajar
IPA siswa SMA
Untuk memperoleh data penelitian, didefenisikan terlebih dahulu subjek penelitian dan responden penelitian
1. Subjek penelitian :
a. Untuk variable pertama : laboratorium
b. Untuk variable kedua : siswa SMA
2. responden penelitian : kepala laboratorium, laboran, guru IPA, siswa SMA
contoh lain misalnya permasalahan penelitian sebagai berikut :
“Relevansi Antara Isi Buku paket GBPP”
Jika dicermati, variabel yang terkandung dalam topik adalah:
Variabel pertama : isi buku paket
Variabel kedua : materi GBPP
Variabel utuh : hubungan antara isi buku paket dengan materi GBPP
1. subyek penelitian
a. untuk variabel pertama : buku paket
b. untuik variabel kedua : buku GBPP
2. responden (untuk dua variabel sekali gus) : guru bidang studi yang diselidiki relevansinya.

C. Menentukan Subjek Penelitian
Pada waktu (calon) peneliti merasakan adanya sesuatu yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian, yang dengan kata lain (calon) peneliti tersebut mempunyai suatu problematika, mungkin sekali bahwa sudah sekaligus terpikirkan olehnya problematika tersebut ada pada siapa atau untuk subjek yang mana, kelompok tertentu atau subjek pada umumnya, dan lain sebagainya. Namun sebaliknya mungkin calon peneliti tersebut masih belum menentukan lebih jauh problematika yang dipikirkan itu untuk subjek mana. Dalam keadaan seperti myang kedua calon peneliti perlu membuat pertanyaan lebih jauh tentang subjek bersangkutan dengan problematika tersebut.
Contoh:
Seorang (calon) peneliti mempunyai pertanyaan demikian:
“apakah pemberian pekerjaan rumah setiap hari menyebabkan siswa menjadi benci pada pelajarannya?”
Pertanyaan tersebut dapat juga dirumuskan dalam bentuk problematika sebagai berikut:
“Apakah pemberian PR berpengaruh terhadap tingkat kebencian siswa terhadap pelajaran?”
Apabila problematika hanya seperti tersebut masih terlalu umum, maka orang lain dapat mengajukan pertanyaan:
“pekerjaan rumah untuk siswa tingkat sekolah apa ?”
Mungkin jawabannya : “siswa sekolah dasar”.
Jika sudah diketahui tingkat sekolahnya, dilanjutkan dengan pertanyaan berikutnya:
“di sekolah dasar kelas berapa ?”
Mungkin jawabannya : kelas II”.
Dengan mengkombinasikan problematika dengan pertanyaan dan jawaban yang di contohkan, (calon) peneliti dapat mengambil permasalahan yang terarah sehingga pemecahannya menjadi lebih jelas.
Biasanya pada waktu (calon) peneliti merasakan adanya problematika, sekaligus sudah terpikirkan dengan spesifik pada siapakah problematika tersebut. Jadi (calon) peneliti sudah berpikir tentang problematika secara khusus :
“apakah memberikan pekerjaan rumah pelajara IPA setiap hari kepada siswa kelas II menyebabkan siswa menjadi benci pada pelajarannya”.
Berpijak pada contoh problematika tersebut kemudian (calon) peneliti berpikir tentang bagaimana mencari data dan dari mana mencari atau dari siapa data tersebut dapat diperoleh. Untuk topik di atas, (calon) peneliti memerlukan informasi tentang variable penelitian yakni hubungan antara pemberian PR pelajaran IPA setiap hari dengan rasa benci siswa kelas II terhadap pelajaran tersebut. Dari manakah informasi mungkin diperoleh?
1. Dapatkah dari siswa yang bersangkutan?
2. Dapatkah dari guru IPA yang mengajar?
3. Dapatkah dari kepala sekolah?
4. Dapatkah dari orang tuanya?
Jawaban-jawaba dari pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan pada pihak yang dapat menunjukkan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Pihak-pihak ini dinamakan responden penelitian. Apakah ada perbedaan antara subjek dengan responden penelitian? Tentu jawabannya adalah ada perbedaan antara subjek penelitian dengan responden penelitian.
BAB III
KESIMPULAN
Subjek penelitian dan responden penelitian merupakan dua hal yang mempunyai pengertian berbeda-beda. Subjek penelitian adalah benda, hal atau orang tempat variabel penelitian melekat, Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika kita bicara tentang subjek penelitian, sebetulnya kita berbicara tentang unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti.
Responden adalah orang yang dapat memberikan jawaban atau keterangan tentang variabel, Responden dari kata asal ”respon” atau penanggap, yaitu orang yang menanggapi. Dalam penelitian, responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk tulisan, yaitu ketika mengisi angket, atau lisan, ketika menjawab wawancara


Pengertian Penelitian, Metode Penelitian Dan Berfikir Ilmiah

0 komentar

BAB I
PENDAHULUAN
Pengetahuan tentang metode penelitian semakin dirasakan manfaatnya dan telah menjadi perangkat yang penting bagi mahasiswa putra dan putri yang sedang mengikuti kuliah di perguruan tinggi. Dalam makalah ini memuat tentang pengertian dari penelitian, metode penelitian dan berfikir ilmiah. Makalah ini disusun guna menambah wawasan bagi para penbaca mahasiswa khususnya mengenai pengertian dari penelitian, metode penelitian dan berfikir ilmiah.

BAB II
PENGERTIAN PENELITIAN, METODE PENELITIAN
DAN BERFIKIR ILMIAH

A. Pengertian Penelitian
Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris research (re berarti kembali dan search berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali.
Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif. Karakter formal dan intensif karena merekaterkait dengan aturan, urutan, maupun cara pnyajiannya agar memperileh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat diper-tanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab dan akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil yang sama.
Penelitian adalah suatu penyelidikan atau suatu usaha pegujian yang dilakukan secara teliti dan kritis dalam mencari fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Dalam mencari fakta-fakta ini diperlukan usaha yang sistematis untuk menemukan jawaban ilmiah terhadap sustu masalah.
Beberapa pakar lain memberikan definisi penelitian sebagai berikut:
1. David H Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
2. Suprapto
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan fakta –fakta atau prinsip-prisip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
3. Sutrisno Hadi
Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembaggkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
4. Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau asaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.
Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-maslah yang dapat dipecahkan. (Parsons, 1946)
Penelitian merupakan sebuah metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakn sebuah pemikiran kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian definisi redefinisi terhadap masalah, mempormulasikan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semuakesimpulan untuk menentukan apakah ia cocok dengan hipotesis. (Woody, 1927)
Menurut kamus Websterâ New Internasional, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu. Hillway dalam bukunya Introduction to research mengemuka-kan bahwa penelitian adalah suatu metode belajar yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.(Hillway,1956).
Kadang-kadang orang menyamakan pengertian penelitian dengan metode ilmiah. Sesuai dengan tujuannya, penelitian dapat diartikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dimana usaha-usaha itu dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan objektif dalam usaha mengembangkan, serta menguji ilmu pengetahuan berdasarkan atas prinsip-prinsip, teori-teori yang disusun secara sistematis melalui proses yang intensif dalam pengembangan generalisasi. Sedangkan metode ilmiah lebih mementingkan aplikasi berpikir deduktif-induktif di dalam memecahkan suatu masalah.
Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik itu discovery maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adalah peneemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru.
Dari beberapa pendapat tersebut jelas kiranya bahwa setiap orang pada prinsipnya akan memberikan pengertian tentang penelitian berbeda-beda. Perbedaan tersebut biasanya tergantung dengan beberapa faktor seperti diantaranya: latar belakang pengetahuan seseorang, dan pengalaman yang dimiliki seseorang tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa penelitian tidak lain adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol, dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada.


B. Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Cara ilmiah didasarkan pada ciri-ciri keilmuan:
• Rasional
• Empiris
• Sistematis

C. Pengertian Berfikir Ilmiah
Berfikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis: masuk akal, empiris: Dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana beerpikir. Tersedianya sarana tersebut memungkinkan dilakukannya penelaahan ilmiah secara teratur dan cermat. Penguasaan sarana berpikir ilmiah ini merupakan suatu hal yang bersifat imperatif bagi seorang ilmuwan. Tanpa mengua- sai hal ini maka kegiatan ilmiah yang baik tak dapat dilakukan.
Sarana ilmiah pad adasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuhnya. Pada langkah tertentu biasanya diperlukan sarana yang tertentu pula. Oleh sebab itulah sebelum kita mempelajari sarana fundamental berpikir ilmiah ini seyogyanya kita telah menguasai langkah-langkah dalam kegiatan ilmiah tersebut. Dengan jalan ini maka kita akan sampai pada hakikat sarana yang sebenarnya, sebab sarana merupakan alat yang membantu kita dalam mencapai suatu tujuan tertentu, atau dengan kata lain, sarana ilmiah mempunyai fungsi-fungsi yang khas dalam kaitannya dengan kegiatan ilmiah secara menyeluruh.
Sarana berpikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh. Pada langkah tertentu biasanya juga diperlukan sarana tertentu pula. Tanpa penguasaan sarana berpikir ilmiah kita tidak akan dapat melaksanakan kegiatan berpikir ilmiah yang baik. Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik diperlukan sarana berpikir ilmiah berupa: “[1] Bahasa Ilmiah, [2] Logika metematika, [3] Logika statistika. Bahasa ilmiah merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah. Bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran seluruh proses berpikir ilmiah kepada orang lain. Logika matematika mempunyai peran penting dalam berpikir deduktif sehingga mudah diikuti dan dilacak kembali kebenarannya Sedangkan logika statistika mempunyai peran penting dalam berpikir induktif mencari konsep- konsep yang berlaku umum”.
Kemampuan berpikir ilmiah yang baik sangat didukung oleh penguasaan sarana berpikir dengan baik pula. Maka dalam proses berpikir ilmiah diharuskan untuk mengetahui dengan benar peranan masing-masing sarana berpikir tersebut dalam keseluruhan proses berpikir ilmiah. Berpikir ilmiah menyadarkan diri kepada proses metode ilmiah baik logika deduktif maupun logika induktif. Ilmu dilihat dari segi pola pikirnya merupakan gabungan antara berpikir deduktif dan induktif.

BAB III
KESIMPULAN
Penelitian tidak lain adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi misalnya observasi secara sistematis, dikontrol, dan mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan gejala yang ada.
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu
Berfikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis: masuk akal, empiris: Dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta
Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Sukardi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Ruang Lingkup, Tujuan, Kegunaan, Dan Metode Filsafat Pendidikan Islam

0 komentar

PENDAHULUAN

Mempelajari filsafat pendidikan Islam sangatlah penting terutama bagi mereka yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam, karena dengan mempelajari filsafat pendidikan Islam seseorang dapat memperoleh manfaat yang sangat besar darinya. Hal ini dapat dirasakan ketika orang tersebut berkecimpung langsung di dalam dunia pendidikan, yang disana terdapat permasalahan-permasalahan yang harus diselesaikan dengan mempelajari filsafat pendidikan Islam.
Mengingat pentingnya mempelajari filsafat pendidikan Islam, di dalam makalah ini dijelaskan bagian dari filsafat pendidikan Islam diantaranya, ruang lingkup, kegunaan/tujuan, dan metode filsafat pendidikan Islam.

A. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam
Mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematis, logis dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan yang tidak hanya dilatarbelakangi oleh ilmu pengetahuan Agama Islam saja, melainkan menuntut kepada kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan . Sebagai hasil buah pikiran bercorakkan khas Islam, filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya adalah konsep berpikir tentang kependidikan yang bersumberkan atau melandaskan ajaran agama Islam tentang hakikat kemampuan manusia untuk dapat dibina dan dikembangkan serta dibimbing menjadi manusia muslim yang seluruh pribadinya dijiwai oleh ajaran Islam, serta mengapa manusia harus dibina menjadi hamba Allah yang berkepribadian demikian. Sarana dan upaya apa sajakah yang dapat mengantarkan pencapaian cita-cita demikian dan sebagainya.
Menurut Muzayyin Arifin, ruang lingkup filsafat pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti msalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode dan lingkungan.
Secara umum ruang lingkup pembahasan filsafat pendidikan islam ini adalah pemikiran yang serba mendalam, mendasar, sistematis, terpadu, menyeluruh, dan universal mengenai konsep-konsep yang berkaitan dengan pendidikan atas dasar ajaran Islam.


B. Tujuan/Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam
Bila dilihat dari fungsinya, maka filsafat pendidikan Islam merupakan pemikiran mendasar yang melandasi dan mengarahkan proses pelaksanaan pendidikan Islam. Oleh karana itu filsafat ini juga memberikan gambaran tentang sampai dimana proses tersebut direncanakan dan dalam ruang lingkup serta dimensi bagaimana proses tersebut dilaksanakan. Masih dalam fungsinalnya, filsafat pendidikan Islam juga bertugas melakukan kitik-kritik tentang metode-metode yang digunakan dalam proses pendidikan Islam itu serta sekaligus memberikan pengarahan mendasar tentang bagaimana metode tersebut harus didayagunakan atau diciptakan agar efektif untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian, filsafat pendidikan Islam seharusnya bertugas dalam tiga dimensi yakni:
1. Memberikan landasan dan sekaligus mengarahkan kepada proses pelaksanan pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam.
2. Melakukan kritik dan koreksi terhadap proses pelaksaaan tersebut.
3. Melakukan evaluasi terhadap metode dari proses pendidikan tersebut.
Filasfat pendidikan Islam, menunjukkan problema yang di hadapi oleh pendidikan Islam, sebagai dari hasil yang mendalam, dan berusaha untuk memahami duduk masalahnya. Dengan analisa filsafat, maka filsfat pendidikan Islam bisa menunjukkan alternative-alternatif pemecahan maslah tersebut. Setelah melalui proses seleksi terhadap alternative-alternatif tersaebut, yang mana yang paling efektif, maka dilaksanakan alternative tersebut dalam praktek kependidikan.
Filsafat pendidikan Islam memberikan pandangan tertentu tentang manusia (menurut Islam). Pandangan tentang khakikat manusia tersebut berkaitan engan tujuan hidup manusia dan sekaligus juga merupakan tujuan pendidikan menurut Islam. Filsafat pendidikan berperan untuk menjabarkan tujuan umum pendidikan Islam tersebut dalam bentuk-bentuk khusus yang opersssasional. Dan tujuan yang yang operasional ini berperan untuk mengarahkan secara nyata gerak dan aktivitas pelaksanaan pendidikan.
Filsafat penddikan Islam dengan analisanya terhadapa hakikat hidup dan kehidupan manusia, berkesimpulan bahwa manusia mempunyai potensi pembawaan yang harius ditumbuhkan dan dikembangkan. Filsafat pendidikan Islam menunjukkan bahwa potensi pembawaan manusia tidak lain adalah sifat-sifat Tuhan, atau Al asma’ al husna, dan dalam mengembangkan sifat-sifat Tuhan tersebut dalam kehidupan kongkret, tidak boleh mengarah kepada menodai dan merendahkan nama dan sifat Tuhan tersebut. Hal ini akan memberikan petunjuk pembinaan kurikulum yang sesuai dan peangaturan lingkungan yang diperlukan.
Filsafat pendidikan Islam. Dalamanalisannya terhadap masalah-masalah pendidikan masa kini yang dihadapnya, akan dapat memberikan informasi apakh proses pendidikan Islam yang berjalan selama ini mampu mencapai tujuan pendidikan Islam yang ideal, atau tidak. Dapat merumusklan di mana letak kelemahannya, dan dengan demikian bisa memberikan alternative-alternatif perbaikan dan pengembangannya.
Menurut Ahmad D. Marimba, Filsafat pendidikan dapat menjadi pegangan pelaksanaan pendidikan yang menghasilkan generasi-generasi baru yang berkepribadian muslim.
Memberi petunjuk bahwa filsafat pendidikan islam selain menjadi acuan bagi pendidikan dalam menghasilkan generasi yang islami.
Filsafat pendidikan itu dapat menolong perancang-perancang pendidikan dan orang-orang yang melaksanakannya dalam suatu Negara untukmembentuk pemikiran sehat terhadap proses pendidikan. Disamping itu dapat menolong terhadap tujuan-tujuan dan fungsi-fungsinya serta dapat meningkatkan mutu penyelesaian masalah pendidikan dan peningkatan tindakan dan keputusan termasuk rancangan-rancangan pendidikan mereka, begitu juga untuk memperbaiki peningkatan pelaksanaan pendidikan serta kaidah dan cara mereka mengajar yang mencakup pemilaian, bimbingan, dan penyuluhan. Kajian falsafah pendidikan, disamping memberikan pengkajian pandangan yang menyeluruh dan mendalam, juga memberi segi yang luas yang dapat memandang kepada pendidikan. Dari situ filsafat pendidikan itu memiliki masalah-masalah dan menilai teori-teori, sikap dan usaha-usaha pendidikan.
Filsafat pendidikan dengan pandanganpendidikan yang sebenarnya dianggap sebagian dari padanya dapat menjadi asas yang terbaik untuk penilaian pendidikan dalam arti yang menyeluruh. Penilaian pendidikan itu dianggap persoalan yang perlu bagi setiap pengajaran yang baik dalam pengertian yang baru penilaian pendidikan meliputi segala usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, institusi-institusi pendidikan secara umum untuk mendidik angkatan baru dan warga negara dan segala yang berkaitan dengan itu. Jadi konsep penilian tidak hanya penilaian pencapaian sekolah bagi murid-murid atau pelajar-pelajar saja. Sudah tentu penilaian disertai dengan adanya ukuran-ukuran dan norma-norma yang menjadi dasarnya. Maka setiap program sekolah, kaedah mengajar, alat mengajar dan kepentingan sekolah, pelaksanaan, serta rancangan pengajaran dapat diukur kegunaannya. Sehingga sesuai dengan filsafat pendidikan yang telah ditentukan.
Jadi seharusnyalah filsafat pendidikan dan amalan pendidikan dan pengajaran mendapat pengharagaan dan penghormatan dari pihak pelajar-pelajar, guru-guru dan orang yang bekerja dalam bidang pndidikan, dan ini selanjutnya akan memberi kepada mereka sandaran intelektual yang digunakannya untuk membela tindakan-tindakan mereka dalam bidang pendidikan dan pengajaran dalam melaksanakan filsafat tersebut. Ini juga dapat membimbing mereka ditengah-tengah kancah pertarungan pikiran dan filsafat umum yang menguasai dunia baru dan ditengah-tengah pandangan pendidikan yang bermacam-macam. Begitu juga ia dapat menolong mereka untuk menjawab berbagai persoalan yang timbul diantara mereka.
Seharusnya penentuan filsafat pendidikan bagi sistem pendidikan kita ini memberi corak dan pribadi khas dan istimewa sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama kita dan nilai-nilai umat Islam dan dengan kebudayaan dan suasana perekonomian, social, dan politik serta dengan tuntuna-tuntunan masal tempat kita hidup sekarang. Jadi penentuan filsafat pendidikan kita sudah pastiakan akan menolong untuk memberikan pendalaman pikiran bagi pendidikan kita dan akan mengaitkannya dengan faktor-faktor spiritual, kebudayaan, sosial, ekonomi, dan politik di negri kita dan dengan kebijaksanaan yang telah kita rancangkan bagi kita sendiri dalam berbagai bidang kehidupan.
Inilah diantara manfaat yang terpenting yang dapat kita peroleh dari menentukan, memahami, dan mengkaji filsafat pendidikan. Ada lagi manfaat dan fungsi-fungsi lain yang mungkin dibawa oleh filsafat pendidikan dan juga telah diterangkan oleh banyak diantara penulis-penulis filsafat pendidikan.
C. Metode Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat pendidikan Islam ada yang bercorak tradisional dan dapat pula bercorak filsafat kritis. Pada filsafat pendidikan Islam yang bercorak tradisional, tentunya tidak dapat dipisahkan dengan aliran madzhab filsafat yang pernah berkembang dalam dunia Islam. Dalam hal ini, filsafat pendidikan Islam berusaha menganalisa pandangan aliran-aliran yang ada terhadap masalah-masalah kependidikan yang dihadapi pada masanya dan bagaimanaimplikasinya dalam filsafat pendidikan Islam. Sedangkan pada filsafat pendidikan yang bercorak kritis, maka dalam hal ini disamping menggunakan metode-metode filsafat pendidikan Islam sebagaimana yang telah berkembang dalam dunia Islam, juga menggunakan metode fisafat pendidikan yang berkembang dalam dunia filsafat pada umumnya.
Filsafat Islam dalam memecahkan problema pendidikan Islam (Problema pendidikan yang dihadapi umat Islam) dapat menggunakan metode-mtode antara lain:
a. Metode spekulatif dan kontemlatif yang merupakan metode utama dalam setiap cabang filsafat. Dalam system filsafat Islam disebut tafakkur. Baik kontemplatif maupun tafakkur, adalah berfikir secara mendalam dan dalam situasi yang tenang, sunyi, untuk mendapatkan kebenaran tentang hakikat sesuatu yang dipikirkan. Dan oleh karenanya berkaitan dengan masalah-masalah yang abstrak, misalnya hakikat hidup menurut Islam, hakikat iman, Islam, Sifat Tuhan, takdir, malaikat dan sebagainya.
b. Pendekatan normatif . Norma, artinya nilai juga berarti aturan atau hukum-hukum. Norma menunjukkan keteraturan suatu system. Nilai juga menunjukkan baik buruk, berguna tidak bergunanya sesuatu. Norma juga akan menunjukkan arah gerak suatu aktivitas.
Menurut filsafat Islam, sumber nilai adalah Tuhan dan berntuk nor,ma akan mengarahkan manusia kepada Islam. Pendekatan normative dimaksudkan adalah mencari dan menetapkan aturan-aturan dalam kehidupan nyata, dalam filsafat Islam bisa disebut sebagai pendekatan syari’ah, yaitu mencari ketentuan dan menetapkan ketentuan tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh menurut syari’at Islam. Objeknya adalah berkaitan dengan tingkah laku dan amal perbuatan metode ijtihad dalam fiqh seperti istihsan, masalah mursalah al’adah muhakkamah, adalah merupakan contoh-contoh metode yang normatif ini dalam sistem filsafat Islam.
c. Analisa konsep yang juga disebut sebagai analisa bahasa. Konsep, berarti tangkapan atau pengertian seseorang terhadap suatu objek. Pengertian seseorang selalu berkaitan dengan bahasa, sebagai alat untuk mengungkapkan pengertian tersebut. Pengertian tentang suatu objek dirumuskan dalam bentuk definisi yang menggunakan bahasa atau kalimat tertentu. Kata-kata, kalimat dan bahasa pada hakikatnya merupakan kumpulan dari pengertian-pengertian, dari konsep-konsep. Konsep seseorang tetang sesuatu objek berbeda antara satu dengan lainnya, dan konsep inipun dibatasi oleh waktu dan tempat, al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi adalah juga menggunakan bahasa manusia, yang berarti juga merupakan kumpulan dari konsep-konsep yang bisa dimengerti oleh manusia. Dalam sistem filsafat islam, menafsirkan dan juga menta’wilkan ayat-ayat al-Qur’an, merupakan praktek konkret dari pendekatan analisa konsep atau analisa bahasa. Ajaran Islam penuh dengan konsep-konsep filosofis tentang hidup dan kehidupan manusia, seperti iman, ihsan, amal soleh, taqwa bahagia, dan sebagainya. Semuanya adalah menjadi problema pendidikan Islam.
d. Pendekatan historis. Histori artinya sejarah, yaitu mengambil pelajaran dari peristiwa dan kejadian masa lalu. Suatu kejadian atau peristiwa dalam pandangan kesejarahan terjadi karena hubungan sebab akibat, dan terjadi dalam suatu setting situasi kondisi dan waktunya sendiri-sendiri. Dalam sistem pemikiran filsafat, pengulangan sejarah (peristiwa sejarah) yang sesungguhnya tidak mungkin terjadi. Perisiwa sejarah berguna untuk membearikan petunjuk dalam membina masa depan. Dengan demikian peristiwa-peristiwa bersejarah banyak manfaatnya untuk pendidikan. Ayat-ayat al-Qur’an banyak menganjurkan untuk mengambil pelajaran dari sejarah. Dalam sistem filsafat Islam penggunaan Sunnah Nabi SAW sebagai sumber hukum, penelitian-penelitian akan hadits-hadits yang menghasilkan pemisahan antara hadits palsu dan hadits sahih, peda hakikatnya merupakan contoh praktis dari peggunaan analisa historis dalam filsafat pendidikan Islam.
e. Pendekatan Ilmiah terhadat masalah aktual, yang pada hakikatnya merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari pola berfikir rasional, empiris dan eksperimental yang telah berkembang pada masa jayanya filsafat dalam Islam. Pendekatan ini tidak lain adalah merupakan realisasi dar ayat al-Qur’an yang menyatakan bahwa:
“Allah tidak akan mengubah nasib suatua kaum, sehingga kaum itu sendirilah yang berusaha untuk mengubahnya.” (Q.S. al-Ra’d: 11)
Usaha mengubah keadaan atau nasib tidak mungkin bisa terlaksana kalau seseorang tidak memahami permasalahan-permasalahan actual yang dihadapinya. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha untuk menguba keadaan atau nasib tersebut. Dan ini adalah merupkan problema pokok filsafat pendidikan masa sekarang.
f. Dalam sistem filsafat Islam, pernah pula berkembang pendekatan yang sifatnya komprehensip dan terpadu, antara sumber-sumber aklli, naqli dan imani, sebagaimana yang nampak dekembangkan oleh al-Ghazali. Menurut al-Ghazali, kebenaran yang sebenarnya, yaitu kebenearan yang diyakininya betul-betul mearupakan kebenaran. Kebenaran yang mendatangkan keamanan dalam jiwa, bukan kebenaran yang mendatangkan keragu-raguan. Untuk mencapai kebenaran yang benar-benar diyakini, harus melalui pengalaman dan merasakan. Pedekatan ini, lebih mendekati pola berpikir yang empiris dan intuitif.
Demikian, beberapa pendekatan filosofis yang mungkin digunakan dalam memecahkan poblematika pendidikan di kalangan umat Islam. Adapun pendekatan mana yang kiranya efektif dan efisien tentunya tergantung kepada sifat, bentuk dan ciri khusus yang dihadapi. Yang jelas bahwa masalah pendidikan adalah masalah manusia yang menurut ajaran Islam adalah merupakan khalifah Allah dan memiliki potensi-potensi manusiawi, maka pendekatan filsafat pendidikan Islam, haruslah pendekatan yang melibatkan seluruh aspek dan poteansi manusiawi.

SIMPULAN

Secara umum ruang lingkup pembahasan filsafat pendidikan islam ini adalah pemikiran yang serba mendalam, mendasar, sistematis, terpadu, menyeluruh, dan universal mengenai konsep-konsep yang berkaitan dengan pendidikan atas dasar ajaran islam
Filsafat pendidikan Islam seharusnya berfungsi dalam tiga dimensi yakni:
1. Memberikan landasan dan sekaligus mengarahkan kepada proses pelaksanan pendidikan yang berdasarkan ajaran Islam.
2. Melakukan kritik dan koreksi terhadap proses pelaksaaan tersebut.
3. Melakukan evaluasi terhadap metode dari proses pendidikan tersebut.
Filsafat Islam dalam memecahkan problema pendidikan Islam (Problema pendidikan yang dihadapi umat Islam) dapat menggunakan metode-mtode antara lain:
Metode spekulatif dan kontemlatif, pendekatan normatif, analisa konsep , pendekatan historis, pendekatan ilmiah, dan dalam sistem filsafat Islam pernah pula berkembang pendekatan yang sifatnya komprehensip dan terpadu, antara sumber-sumber akli, naqli dan imani.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemahnya : Dep. Agama, Proyek Pengadaan Kitab Suci al-Qur’an, 1985.
Arifin, H.M., Filsafat Pendidikan Islam, PT. Bumi Aksara, Jakarta 2000.
http://hadirukiyah.blogspot.com
Mohammad, Omar al-toumy al-syaibany, Falsafah Pandidikan Islam, Bulan Bintang, Jakarta 1979.
Zuhairini, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, bumi Aksara, Jakarta 2004.

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum