Proposal Skiripsi

Rabu, 16 Juni 2010

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan berjangka panjang, dimana berbagai aspek yang tercakup dalam proses saling erat berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan bermuara pada terwujudnya manusia yang memiliki nilai hidup, pengetahuan hidup dan keterampilan hidup.
Proses ini bersifat kompleks, karena interaksi diantara berbagai aspek tersebut seperti, guru, bahan ajar, fasilitas, kondisi siswa, lingkungan, dan metode pengajaran, tidak selamanya memiliki sifat dan bentuk yang konsisten yang dapat dikendalikan. Hal ini mengakibatkan penjelasan terhadap fenomina pendidikan bisa berbeda-beda, baik karena waktu, tempat maupun subjek yang terlibat dalam proses.

Sementara sekolah adalah lembaga yang bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah sebagai organisasi yang didalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama yang lain berkaitan dan saling menentukan. Sedangkan sifat unik menunjukkan bahwa sekolah sebagai organisasi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi lain.

Ciri-ciri yang menempatkan sekolah memiliki karakter tersendiri, dimana terjadi proses belajar mengajar, tempat terselenggaranya pembudayaan hidup manusia. Karena sifat yang kompleks dan unik itulah, sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah.
Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah. Studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menetukan titik pusat dan irama sekolah. Bahkan lebih jauh studi tersebut menyimpulkan bahwa “keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah”. Kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan para siswa, kepala sekolah adalah mereka yang mengetahui tugas-tugas mereka dan mereka menentukan irama bagi sekolah mereka.

Seorang kepala sekolah hendaknya memahami betul apa yang menjadi tugas dan peranannya di sekolah. Jika kepala sekolah mampu memahami tugas dan peranannya sebagai kepala sekolah, ia akan mudah dalam menjalankan tugasnya, terutama berkenaan dengan manajemen sekolah yang akan dikembangkannya. Bekal kemampuan dalam memahami kompetensi sebagai seorang kepala sekolah ini akan menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas yang harus dilakukannya. Dalam hal ini, kinerja kepala sekolah sangat penting.
Kinerja kepala sekolah dapat dipahami sebagai upaya yang harus dilakuakn seorang kepala sekolah dalam melakukan tugas dan perannya sebagai seorang kepala sekolah, baik itu kepala sekolah pada jenjang pendidikan taman kanak-kanak sampai dengan jenjang sekolah menengah atas atau kejuruan. Kinerja itu sendiri pada dasarnya merupakan perwujudan pengetahuan, sikap dan keterampilan, yang selaras dengan visi dan misi masing-masing satuan atau jenjang pendidikan berdasarkan kompetensi dasar kepala sekolah.

Disisi lain, kepala sekolah juga harus mampu memahami konsep penilalian atau evaluasi. Sebagai pengetahuan bahwa evaluasi adalah proses pengukuran yang dilakukan terhadap kecendrungan perubahan yang terjadi mengenai suatu fenomena dengan hasil yang lebih cenderung kepada pemaknaan akan perubahan perilaku atau sifat individu tertentu.

Tugas dan peran kepala sekolah berkenaan dengan manajemen kurikulum, yaitu berhubungan dengan kompetensi kepala sekolah dalam memahami sekolah sebagai system yang harus dipimpin dan dikelola dengan baik, diantaranya pengetahuan tentang manajeman itu sendiri. Kemampuan dalam mengelola ini nantinya akan dijadikan sebagai pegangan cara berpikir, cara mengelola, dan cara menganalisis sekolah dengan cara berpikir seorang manajer.

Tugas dan peran kepala sekolah dalam mewujudukan subkompetensi manajemen kurikulum ini dapat direfleksi oleh dirinya dari isi program kurikulum yang didesain dan dikembangkan, mulai dari tingkat perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi kurikulum itu sendiri. Misalnya dalam bentuk evaluasi hasil pembelajaran dan evaluasi terhadap sekolah secara keseluruhan.

Sementara kurikulum menempati posisi yang menentukan dalam proses pendidikan. Ibarat tubuh kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. Kurikulum merupakan seperangkat rancangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang harus ditransfer kepada peserta didik dan bagaimana proses transfer tersebut harus dilaksanakan.
Mengingat pentingnya peranan kurikulum dalam pendidikan dan dalam kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh, maka yang akan ambruk adalah gedung tersebut. Akan tetapi kalau landasan pendidikan, khususnya kurikulum yang lemah, maka yang ambruk adalah manusianya.


Dalam penerapannya, kurikulum membutuhkan evaluasi secara terus menerus sebagai bahan acuan dalam pengembangan kurikulum selanjutnya. Dalam teori dan praktek pendidikan, evaluasi kurikulum merupakan suatu bidang yang berkembang dengan cepat, termasuk evaluasi terhadap implementasi kurikulum.

Evaluasi kurikulum dan evaluasi pendidikan memiliki karakteristik yang tidak terpisahkan dari bidang studi ilmu sosial pada umumnya. Karakteristik itu adalah lahirnya berbagai definisi untuk suatu istilah teknis yang sama. Evaluasi kurikulum adalah usaha sistematis mengumpulkan informasi mengenai suatu kurikulum untuk digunakan sebagai pertimbangan mengenai nilai dan arti dari kurikulum dalam suatu konteks tertentu.

Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijakan pendidikan pada umumnya maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebjaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan dan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat bantu lainnya.

SMP Putri Luqman Al-Hakim adalah sekolah menengah tingkat pertama khusus remaja putri yang berada dibawah naungan pesantren Hidayatullah, berlokasi di Jalan kejawan putih tambak VI/I Surabaya. Sebagai sekolah pesantren, SMP PutriLuqman Al-Hakim mengajarkan tauhid sebagai landasan fundamental. Siswi dibimbing untuk mengenal, mencintai, dan menghamba kepada Allah Swt. dengan berpegang teguh pada prinsip aqidah yang lurus.

Seluruh mata pelajaran yang diajarkan harus bersumber dan bermuara kepada Allah Swt. serta membangun kesadaran bagi siswi tentang perannya sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai calon ibu yang kelak akan melahirkan generasi pemimpin dan pejuang di masa depan. Dengan pendidikan berbasis tauhid ini diharapkan tumbuh generasi remaja muslimah yang memiliki kekuatan fikrah, berakhlak mulia, dan siap menghadapi problematika umat yang telah terjerumus ke dalam materialisme, hedonisme, dan sekularisme.

Sementara itu, secara organisasi SMP Putri Luqman Al-Hakim menginduk kepada SMP Luqman Al-Hakim dan menganut garis kebijakan umum yang sama. Dalam operasionalnya, SMP Putri Luqman Al-Hakim ditangani oleh tim khusus yang dipimpin oleh seorang wakil kepala sekolah (wakasek) yang dibantu oleh para koordinator (tata usaha, akademik, kesiswaan, serta sarana dan prasarana) dan guru-guru yang bertugas khusus di SMP Putri Luqman Al-Hakim.

Dengan karakter khas yang berbeda dari SMP Putra, SMP Putri Luqman Al-Hakim memiliki independensi dalam mengatur kebijakan rumah tangganya, termasuk pelaksanaan kurikulumnya, yaitu kurikulum integral. Hal ini sangatlah menarik dalam sebuah lembaga pendidikan. Oleh karena itu, hal inilah yang menjadi alasan menarik bagi penulis untuk mengadakan penelitian di SMP Putri Luqman Al-Hakim, dalam rangka mengkaji, dan mendiskripsikan bagaimana sesungguhnya “ Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dalam Mengevaluasi Pelaksnaan Kurikulum Integral SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011 “

B. Definisi Operasional
1. Keterampilan manajerial kepala sekolah
a) keterampilan dalam bahasa inggris adalah skill yang artinya adalah kemahiran atau kecakapan.
b) Manajerial adalah hal-hal yang berhubungan dengan manajer.
c) Kepala sekolah adalah seorang fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.

Keterampilan manajerial kepala sekolah dalam pembahasan ini adalah keterampilan konsep, manusiawi, dan teknik yang dimiliki kepala sekolah.
Keterampilan konsep yaitu keterampilan kognitif seperti kemampuan analitis, berpikir logis, membuat konsep pemikiran induktif, dan pemikiran deduktif. Keterampilan manusiawi yaitu keterampilan anatar pribadi, yaitu pengetahuan mengenai perilaku manusia, dan proses-proses kelompok, kemampuan untuk mengerti perasaan, sikap, serta motivasi dari orang lain dan kemampuan untuk mengkomonikasikan dengan jelas dan persuasif. Dan keterampilan teknik, yaitu keterampilan yang mengetahui tentang metode-metode, proses-proses, prosedur, serta teknik-teknik untuk melakukan kegiatan khusus dalam unit organisasi.

2. Evaluasi kurikulum integral
a. Evaluasi secara bahasa berasal dari bahas inggris yaitu evaluation yang artinya adalah penilaian. Sedangkan secara istilah sebagai mana dikemukakan olaeh Edwind Wandt dan Gerald W.Brown (1977) “evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu”.
b. Kurkulum integral adalah sebuah struktur kurikulum yang terdiri dari tiga komponen pendidikan yang sekaligus menjadi karakteristik khas, yakni aspek ruhiyah, aqliyah dan jasmaniyah,yang mana dari ketiga karakteristik tersebut isi kukrikulumnya terdiri dari ilmu agama, ilmu umum, dan ilmu keterampilan. Ketiga ilmu tersebut disampaikan pada peserta didik dengan landasan tauhid. Artinya setiap ilmu yang diberikan kepada peserta didik selalu membuat peserta didik makin dekat kepada Allah swt, salah satu caranya adalah dengan mengaitkan setiap ilmu dengan Allah, manusia dan alam.

Jadi yang dimaksud dengan evaluasi kurikulum integral adalah proses untuk menentukan nilai dari pelaksanaan kurikulum integral.

3. SMP Putri Luqman Al-Hakim adalah sekolah menengah tingkat pertama khusus remaja putri yang berada dibawah naungan pesantren Hidayatullah yang berlokasi di Jalan kejawan putih tambak VI/I Surabaya. Adanya SMP Putri ini sebagai perluasan dari SMP Luqman Al-Hakim yang awalnya didirikan khusus untuk remaja putra (SMP Putra). SMP Putri Luqman Al-Hakim menerapkan sistem sekolah sehari penuh (full-day school) dan berbeda dari SMP Putra yang menerapkan sistem sekolah berasrama (boarding school). Secara organisasi, SMP Putri Luqman Al-Hakim menginduk kepada SMP Luqman Al-Hakim dan menganut garis kebijakan umum yang sama. Dalam operasionalnya, SMP Putri Luqman Al-Hakim ditangani oleh tim khusus yang dipimpin oleh seorang wakil kepala sekolah (wakasek) yang dibantu oleh para koordinator (tata usaha, akademik, kesiswaan, serta sarana dan prasarana) dan guru-guru yang bertugas khusus di SMP Putri Luqman Al-Hakim. Dengan karakter khas yang berbeda dari SMP Putra, SMP Putri Luqman Al-Hakim memiliki independensi dalam mengatur kebijakan rumah tangganya.
Jadi yang dimaksud judul penelitian ini adalah Kemahiran Konsep, Manusiawi, dan Teknik Kepala Sekolah Dalam Menilai Pelaksanaan Kurikulum Integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011.

C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah serta fenomina yang telah dipaparkan, maka permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah
1. Bagaimanakah keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011?
2. Bagaimanakah efek yang ditimbulkan dengan keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi bagi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011?

D. Tujuan Penelitian
Berangkat dari rumusan masalah diatas penelitian ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya Tahun 2010/2011?
2. Untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dengan keterampilan konsep, manusiawi, dan keterampilan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi bagi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah SurabayaTahu 2010/2011?

E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan teori pendidikan terkait dengan kurikulum.
2. Manfaat praktis
• Sebagai bahan informasi dan perbandingan evaluasi pelaksanaan kurikulum ntegral di pondok pesantren.
• Sebagai bahan catatan, pedoman, dan referensi dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya.

F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitattif dengan pendekatan fenomenologis. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang belandaskan pada filsafat feminologi, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiyah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, tehnik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif (simpulan yang komprehensif) / kuantitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi.

Peneliti mendiskripsikan suatu situasi atau area popolasi tertentu yang bersifat factual secara sistematis dan akurat. Dengan pendekatan fenomenologis, peneliti berusaha memahami respon atas kehadiran atau keberadaan manusia, menjelaskan pengalaman-pengalaman apa yang dialami seseorang dalam kehidupan ini.

2. Jenis dan Sumber Data
Jenis-jenis data penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Data Deskriptif (Kualitatif).
Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam kata-kata atau kalimat-kalimat, dan tindakan-tindakan . Data Kualitatif dalam Penelitian ini adalah perkataan dan tindakan kepala sekolah berkenaan dengan keterampilan manajerial ( konsep, manusiawi, dan teknik ) dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-hakim pesantren Hidayatullah surabaya dan efek yang ditimbulkan bagi penyelenggaraan kurikulum, juga komentar guru-guru senior dan staf-staf lainnya.

b) Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka, jumlah dan bilangan . Dalam Penelitian ini data kuantitatifnya adalah data tentang skor pelaksanaan kurikulum integral, jumlah siswa serta data-data yang lain yang relevan dengan penelitian.

Dalam penelitian ini sumber data adalah :
• Sumber Lisan
Sumber lisan adalah kata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber lisan adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior yang dan menajer lainnya SMP Putri Luqman Al-hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya.
• Sumber Tertulis
Sumber tertulis adalah tulisan-tulisan yang diambil dari buku-buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi.
Sumber tertulis dalam penelitian ini adalah data-data yang diperoleh dari dokumen sekolah tentang profil SMP putri Luqman Al-hakim dan Perkembangannya, Informasi tertulis dari arsip tentang keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP putri Luqman Al-hakim.

3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian menurut Amirin ( 1986 ) adalah “ seseorang atau sesuatu yang mengenainya ingin memperoleh keterangan “. Dalam penelitian kualitatif istilah responden atau subyek penelitian dikenal dengan istilah informan, yaitu orang yang memberi informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah kepala sekolah.

Pemilihan subyek penelitian ini menggunakan criterion-based selection (Muhajir, 1993), yang didasarkan pada asumsi bahwa subyek tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian yang diajukan.

4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik-teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a) Observasi
Observasi adalah aktifitas pencatatan fenomina yang dilakukan secara sistematis, baik dilakukan secara partisipatif, maupun non partisipatif.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pola pengamatan pemeran serta yaitu peneliti secara terbuka diketahui oleh seluruh subjek, bahkan munkin juga peneliti didukung oleh subjek.

Pola ini diambil karena akan membantu peneliti dalam memperoleh data yang dibutuhkan oleh peneliti mengenai keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-hakim.

b) Wawancara (Interview).
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya atau pewawancara dengan responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (Panduan wawancara).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis wawancara terbuka yaitu subyek penelitian tahu bahwa mereka sedang diwawancarai dan mengetahui pula maksud dan tujuan wawancara.

Jenis ini diambil karena akan membantu peneliti mendalami informasi secara lebih detail dan terstruktur mengenai keterampilan konsep, manusiawi, teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi, dan efek bagi pelaksanaan kurikulum integral SMP Putri Luqman Al-hakim. Wawancara jenis ini lebih praktis bagi peneliti untuk dilakukan. Adapun responden dari wawancara ini adalah kepala sekolah.

c) Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatn harian dan lain sebagainya.

Dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen pelaksanaan kurikulum, daftar guru termasuk juga dokumen tentang profil sekolah serta dokumen lain yang relevan dengan penelitian.

5. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.
Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan instrumen pengumpulan data dengan menggunakan pedoman observasi, interview, dan dokumentasi, sebagaimana tabel berikut :
No Teknik Pengumpulan Data Jenis Instrumen
1 Observasi • Lembar pengamatan
• Panduan pengamatan
• Panduan observasi
• Cheek list
2 Wawancara • Pedoman wawancara
• Cheek list
3 Dokumentasi • Cheek list
• Tabel

6. Prosedur Penelitian
a) Tahap persiapan. Pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan panduan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk selanjutnya digunakan pedoman dalam proses penelitian.
b) Tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, peneliti mengumpulkan data dengan jalan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
c) Tahap Penyelesaian. Tahapan ini adalah tahapan yang terakhir. Peneliti mengorganisir hasil dari pengumpulan data dan memberikan analisa data itu, untuk selanjutnya menyimpulkan hasil penelitian.

7. Teknik Analisis Data
Dalam menarik kesimpulan dari data-data yang dihasilkan, penelitian ini menggunakan teknik analisa data kualitatif dengan pendekatan induktif. Artinya peneliti berangkat dari fakta/informasi dan data empiris untuk mengembangkan teori dan mengorganisasikan data, memilih dan memilahnya menjadi satuan yang dapat memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan proses analisis interaktif artinya peneliti harus siap bergerak diantara empat sumbu kumparan, yaitu proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi.
Proses pengumpulan data harus melibatkan sisi aktor atau informan, aktivitas, latar atau konteks terjadinya peristiwa. Reduksi data sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Penyajian data merupakan kumpulan informasi tersusun yang memberi kemunkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Sedangkan tahapan yang terakhir adalah verifikasi dan penarikan kesimpulan yang dimaknai sebagai penarikan arti data yang telah ditampilkan.

G. Sistematika Pembahasan
Bab pertama memaparkan tentang latar belakang masalah, definisi operasional, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika pembahasan.

Bab kedua kajian teoritis, menjelaskan definisi keterampilan manajerial kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulm integral, macam-macam keterampilan manajerial kepala sekolah, indikator dari masing-masing keterampilan manajerial kepala sekolah, dan efek keterampilan manajerial dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral.

Bab ketiga metode penelitian, terdiri dari jenis penelitian, sumber dan jenis data, obyek penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, prosedur penelitian dan teknik analisa data.

Bab keempat penyajian data, yang meliputi gambaran objek penelitian mengenai latar belakang berdirinya SMP Putri Luqman Al-hakim peasantren Hidayatullah Surabaya, letak geografis, kondisi siswa, guru, dan sarana yang ada, kurikulum yang diterapkan, serta model pengelolaan SMP Putri Luqman Al-hakim peasantren Hidayatullah Surabaya.

Bab kelima memaparkan tentang sajian data dan analisis data empiris yang membahas jenis dan sumber data, pengumpulan dan pencatatan data, serta penyajiannya, serta mengkomparasikan teori yang dijelaskan dalam bab kedua dengan data yang diperoleh oleh peneliti. Berisi tentang keterampilan konsep, manusiawi, dan teknik kepala sekolah dalam mengevaluasi pelaksanaan kurikulum integral di SMP Putri Luqman Al-Hakim.

Bab keenam Penutup, bab ini memuat tentang kesimpulan peneliti dan saran-saran yang berkaitan dengan hasil penelitian yang dapat dijadikan pertimbangan lebih lanjut.


DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, (Jakarta : PT.Renika Cipta,1996)
Hadi Amirul, Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia,1998)
Hamalik Oemar, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, ( Bandung : PT.Remaja
Rosadakarya, 2008
Hasan Hamid.S, Evaluasi Kurikulum, ( Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 2009 )

Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif, 2008)
Idrus, Muhammad,Metode Penelitian Ilmu Sosial, (Yogyakarta, PT Gelora Aksara Pratama,2009)
Joyce M.Hawkins, Kamus Dwibahasa Oxford-Erlangga ( Jakarta : Penerbit Erlangga, 1999 )
Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosda Karya, 2005)
Moh. Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2005)
Pius A Partanto, M. Dahlan al barry,Kamus Ilmiah Populer,( Surabaya, Arkola 1994 )
Rusman. Manajemen kurikulum, ( Jakarta : PT.Rajagrafindo Persada 2009 )

Syaodih Nana, Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum teori dan praktek,
( Bandung : PT.Remaja Rosdakarya,2009)
Sudjiono Anas, Pengantar Evaluasi Pendidikan,(Jakarta : PT.Radja Grafindo

Persada,2003)

Sultoni Ahmad, Diktat Ilmu Pendidikan,( Surabaya :LPPM STAI Luqman Al-hakim,2006)
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2008)
Sumidjo Wahyo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, ( Jakarta : Rajawali Pers, 2008 )
Zamroni, Paradigma Pendidikan Masa Depan, (Yogyakarta,BIGRAF Publishing, 2000)
http://smpputri.wordpress.com/about/

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum