Pengumpulan Data PTK

Selasa, 09 November 2010

A. PENGUMPULAN DATA DALAM PTK
Keputusan mengenai bagaimana data ptk akan dikumpulkan sangat bergantung pada permasalahannya. Tidak ada satu resep mujarap mengenai bagaiman pengumpulan data harus dilakukan. Kelompok peneliti hendaknya berunding mengenai cara pengumpulan data mana yang akan memberikan pemahaman maksimal mengenai permasalahan dan bagaimana mengatasinya.
Jadi, pengumpulan data PTK sangat bergantung pada keinginan untuk memahami praktik dengan mengumpulkan data yang tepat dan terjangkau.
Secara umum, ada dua macam cara pengumpulan data PTK, yaitu scara kualitatif (berdasarkan pengalaman) da secara kuantitatif (berdasarkan jumlah).
Dalam makalah ini kami akan menguraikan llebih rinci bagaimana pengumpulan data secara kualitatif antara lain dengan catatan lapangan, jurnal, survey,skala sikap, skor tes, pemetaan,audiotape, dan video tape.
Mentrut mills (2003: 71), dari segi tekhnik pengumpulan data kualitatifnya ada tiga tekhnik yang dapat dipilih oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang disebut sebagai 3 E (Experiencing, Enquiring, dan Examining).
1. Experiencing yaitu pengumpulan data melalui pengalaman sendiri, terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan, atau membuat catatan lapangan. Tekhnik pengumpulan datanya berupa observasi partisipan sebagai partisipan aktif, pengamat aktif yang khusus dan pengamat pasif.
2. Enquiring yaitu tekhnik pengumpulan data melalui pertanyaan. Hal itu dapat berupa wawancara formal / informal, kuesionir,skala sikap yang mungkin berupa skala likert atau skala perbedaan makna dan tes buku.
3. Examining yaitu tekhnik pengumpulan data melalui pembuatan dan pemanfaatan satatan yang dapat berupa data arsip, jurnal, peta, audio tape,artifac, dan catatan lapangan.
1. Pengalaman Mealalui Pengamatan
Guru yang melakukan PTK memiliki banyak kesempatan iuntuk mengamati kelasnya sendiri. Hal itu merupakan kegiatan normal memantau pembelajaran agar dapat diseuaikan berdasarkan interaksi verbal a di dalam kelas.
Pengamatan PTK dapat dilakukan oleh guru sendiri sebagai partisipan aktif ; pengamat aktif yang khusus dan pengamat pasif. Guru bertinfdak sebagai partisipan aktif a[pabila dia bertindak sebagai pengajar dikelasnya sendiri. Hendaknya dia mencatat hasil pengamatannya dengan cara yang sistematis. Guru bertindak sebagai pengamat aktif khusus apabila dia mengamati peserta didik pada saat dia tidak bertindak langsiung sebagai pengajar tapi dia mengamati pada jam pelajaran lain. Dalam hal ini biasanya guru piket yang melakukan hal ini. Guru bertindak sebagi pengamat pasif apabila dia tidak berfungsi sebagai pengajar tetappi menjadi pengamat dikelas guru lain yang mengajar.

2. Pengumpulan Dsata Melalui Pertanyaan
Guru peneliti dapat mewngajukan pertanyaan kepada peserta didik, orang tua atau guru lain dengan menggunakan tyekhnik wawancara atau kuesionir. Informasi yang diperoleh melalui wawancara data berfungsi sebagai ‘ inti pengiumpulan data’ sementara pengumpulan data melalui pengamatan dapat digunakan sebagai ‘ masukan’ untuk melakukan wawancara.
a. wawancara formal
yaitu wawancara yang menggunakan format wawancara terstruktur, guru dapat mennyaklan pertanyaan yang sama kepada seluruh responden.
b. Wawancara informal
Yaitu percakapan bebas yabng memungkinkan guru untuk menanyakan hal-hal terkait dengan praktek yang menjadi minatnya untuk diselidiki.
c. Kuisioner
Yaitu pengumpulan data yang menggunakan angket dan respondennya akan menulis jawaban pada lembar yang telah disediakan.
d. Sklaa likert
Yaitu guru menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab responden dengan memilih apakah mereka sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju atau sangat tidak setuju
e. Skala perbedaan makna
Yaitu dengan meminta peserta didik atau orang tua mengisi format dengan melingkari suatu angka yang menujukkan derajat tertantu p[ada suatu skala perbedaan makna.
3. Pengumpulan Data Melalui Pembuatan Atau Pemanfaatan Catatan
cara-cara yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:
• dokumen arsip
erdapat berbagai arsip yang daspat digunakan oleh guru untuk memperoleh wawsasan kejadian masa lalu, mengidentifikasi kecenderunmgan masa depan, dan menjelaskan mengapa sesuatu seperti yang dapat diamati sekarang.
• Jurnal
Jurnal merupakan salah satu upaya berkelanjutan agar guru dapart melakukan refleksi secaara sistematis mnegenai kegiatan pembelajarnya dengan menuliskan narasi hasil pengamatannya dan perasaan yanbg dirasakannya pada saat pembelajatran berlangsung.
• Membuat map (peta), videotape, audiotape, foto, film, dan artifak
o Pembuatan peta
Peta ini memberikan wawasan konseptual dengan alat untuk melakukan refleksi dengan cara berfikir kembali mengenai keadaan kelas
o Penggunaaan videotape, audiotape, foto dan film
Guru memperolehkesempatan untuk melakukan refleksi mengenai penguasaan konsep, keterampilan dan sikap peserta didik bahkan memberikan penekanan atas suatu peristiwa yang terjadi dikelas.
o Artifak
Yaitu sumber data tertulis atau visual yang dapat memberikan sumbangan pada pemahaman peneliti mengenai apa yang terjadi dikelas dan disekolah.

B. INSTRUMENT UNTUK MENGUMPULKAN DATA PTK
Instrument yang diperlukan dalam mengumpulkan data PTK dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi yang diamati (susilo dan kisyani 2006)
1. Dari sisi proses
Dari sisi proses (bagan alirnya ), instrument dalam PTK harus fdapat menjangkau masalah yuang berkaitan dengan input (kondisi awal ) dan output hasil.
a. Instrument untuk input
Ia dapat dikembangkan dari hal-hal yang mewnjadi akal masalah besrta pendukungnya.
b. Instrument untuk proses
Instrument yang digunakan pada sat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan
c. Instrument untuk output
Hal ini berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan criteria yang telah ditetaakan.
2. dari sisi hal yang dapat diamati
Dari sisi hal yang diamati ninstrumen dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu instrument untuk mengamati guru (observing teachers), instrument untuik mengatasi kelas (observice class room), dan instrument untuk mengamati perilaku peserta didik (observing students).

C.HAL-HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM PENGUMPULAN DATA PENELITIAN
1.Instrument Penelitian
Tugas utama dalam pengukuran adalah memilih alat ukur yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mengukur tingkah laku dan sifat dari sesuatu yang sedang diteliti. Dalam penelitian pendidikan serinmg kali diperlukan pengembangan alat yang dapat dipercaya sekaligus dapat mengukur hal-hal yang abstrak dan pelik.
Secara garis besar instrument penelitian social dan pendidikan yang menggunakan pendekatan kuantitatif dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu kuesioner, tes, dan pedoman.
Istilah tes digunakan untuk menunjuk semua jenis instrument yang ditrancang untuk mmengukur kemampuan seseorang dalalm bidan g tertentu, seperti bakat matematika, bakat musik, dan kewmampuan bahasa. Inventori dapt diartikan sebagai instrument yang dipakai untuk mengetahui karakteristik (psikologis) tertentu dari individu. Sementrara pedoman pengamatan (observasi) adalah instrument yang dipakai sebagai alat bantu dalam melakukan observasi terfokus.
2.Keriteria Instrument Penelitian Yang Baik
Ada tiga keriteria pokok yang harus dipenuhi oleh suatyu instrument penelitian agar dapat dinyatakan memiliki kualitas yang baik., yaitu :

2.1 Validitas
Nunnally,1978:86. mengatakan bahwa suatu instrument dinyatakan telah memilki validitas (keshihan atau ketetapan ) yang baik. Biasanya validitasi intrumenlebih tepat diartikan sebagai derajat kedekatanhasil pengukuran dengan keadaan yang sebenarnya (kebenaran), bukan masalah sama benar atau seluruhnya salah. Jadi, validitas suatu instrument selalu bergantung pada situasi dan tujuan penggunaan instrument tersebut. Suatu tes yang valid untuk satu situasi mungkin tidak vilid untuk situasi yang lain.
Macam validitas
o Validitas isi : menunjukkna pada sejauh mana instrument tersebut mencerminkan isi yang dikehendaki.
o Validitas yang dikaitkan engan criteria : menunjukan hubungan antara skor suatu instrument suatu pengukuran dengan skor suatu instrument (criteria) lain yang mandiri dan dapat dipercaya dengan mengukur langsung tiingkah laku atau cirri-ciri yang diselidiki
Adapun siri-ciri yang harus dimiliki oleh criteria antara lain
• Relevansi artinya apakah criteria yang dipilih benar-benar menggambarkan cirri-ciri yang tepat dariu perilaku yang diselidiki.
• Reliable artinya criteria tersebut harus merupakan ukuran yang ajik bagi atribut yang diukur, dari waktu kewaktu dan dari situasi ke situasi yang lain.
• Bebas dari bias, artinya pemberian skor pada suatu ukuran criteria hendaknyua tidak dipengaruhi oleh factor-faktor selain penampilan sebenarnya pada criteria itu.
Menurut Guba (1991,dalam mills,2003) , istilah “trustworthiness” dalam inkuiri kul;aitatif dapat dibangun dengan memerhatikan beberapa karakteristik studi yaitu
a. Kredibilitas
Kredibilitas suatu studi meliputi seberapa jauh seorang peneliti mampu mempertimbangkan segala komplek ke kompleksan yang terkait dalalm studinya dan bagaimana peneliti memecahkan masalah-maalh penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan mudah
b. Transferabilitas
Tranferabilitas berkenaan dengan keyakinan peneliti kualitatif bahwa segala sesuatu yang mereka pelajari itu berdasarkan konteks tertentu dan bahwa tujuan dari karyanya bukan untuk mengembangkan suatu pernyataan “kebenaran” Yang dapat digeneralisasikan ke kelompok yang lebih besar.
c. Dependabilitas
Dependabiliotas biasanya berkenaan dengan stabilitas data. Adapun langkah-langkahnya adalah membuat metode yang tumpang tindih, membuat suatu “ audit trail” , biasanya bebebntuk driskripsi tertulis dan bias juga berupa akses terhadap catatan lapangan, artifak, gambar, atau data arsipan yang asli.
d. Konfirmabilitas
Konfirmabilitas data merujuk pada kenetralan atau objektifitas data yang dikumpulkan. Adapun langkah-langkahnya yakni dengan mempraktekan triagulasi dan refleksivitas.
Menurut Maxwell (1992, dalam Mills, 2003), istilah understanding yang seperti diusulkan Wolcott (1990) lebih tepat dari pada Validitas Inkuiri Kualitatif. Macam “pemahaman” meliputi lima aspek yaitu Validitas Diskriptif (keakuratan factual), Validitas Interpretif (kepedulian terhadap pandangan partisipan), Validitas Teoritis (kemampuan laporan hasil penenlitian untuk menjelaskan fenomena yang telah dipelajari dan dideskripsikan), Generalisabilitas (internal : kemungkinan di Generalisasikan di dalam komunitas yang telah diselidiki. Eksternal : kemungkinan di generalisasikan ke suatu setting yang tidak diselidiki oleh peneliti), Validitas Evaluatif ( apakah peneliti mampu menyajikan data tanpa melakukan evaluasi atau menghakimi.
Menurut Anderson et al (1994, dalam Mills, 2003), peneliti PTK memerlukan suatu system untuk mengukur kualitas Inkuiri yang secara khusus diterapkan dalam proyek penelitiannya di dalam kelas. Adapun kriterianya yakni :
• Validitas Demokratis : Apakah perspektif ganda yang dimiliki semua indifidu yang terlibat dalam study telah diwakili secara akurat.
• Validitas Hasil : Apakah tindakan yang dipilih dalam studi telah menghasilkan pemecahan terhadap permasalahannya.
• Validitas Proses : Apakah PTK telah dilaksanakan secara penuh tanggungjawab dan kompeten.
• Validitas Katalitis : Apakah hasil PTK menjadi suatu katalis untuk bertindak.
• Validitas Dialogis : Apakah studi ini direview oleh mitra peneliti.
e. Reliabilitas
Dalam bidang psikologi dan pendidikan, reliabilitas (keterandalan) instrument diartikan sebagai keajengan (concistenci) hasil dari instrument tersebut. Artinya, suatu instrument dikatakan memiliki keterandalan sempurna, ketika hasil pengukuran berkali-kali trhadap subjek yang sama selalu menunjukkan hasil atau skor yang sama.
Reliabilitas biasa diartikan sebagai konsistensi hasil pengukuran data yang ingin kita ukur dari waktu kewaktu
Jadi realibilitas berknaan dengan keajengan. Untuk membedakan konsep realibilitas perlu dikenal kesalahan acak pengukuran dan kesalahan sistematis pengukuran. Kesalahan acak menunjuk pasda kesalahan sebagai akibat dari factor kebetulan murni.
2.2 Praktikabilitas
Syarat ketiga yang harus dimiliki oleh instrument untuk dikatakan baik adalah kepraktisan atau keterpakaian (usability). Pertama, instrument yang baik harus ekonomis dari sudut uang maupun waktu, kedua, ia harus mudah dilaksanakan dan diberi skor, ketiga, instrument tersebut harus mampu menyediakan hasil yang dapat diintrepertasikan secara akurat serta dapat digunakan oleh pihak-pihak yang memerlukan.
2.3 Generalisabilitas (Kemungkinan Dapat Tidaknya Digeneralisai)
Dalam sejarahnya, secara umump[enelitian pendidikan mempermasalahkan generalisabilitas atau dapat tidaknya hasil penelitian digeneralisasikan ke setting atau konteks lain yang berbeda dengan setting dan konteks tempat penelitian itu dilaksankan. Biasanya, peneliti pendidikan ingin menjelaskan tinh\gkah laku kelompok besar orang berdasarkan penamaan terhadap tingkah laku sekelompok kecil orang.

D.BIAS PPERSONAL DALALM MELAKUKAN PTK
Terkait dengan isu dapat tidaknya hasil PTK digeneralisasikan, terdapat isui bias personal. Asalkan peneliti malakukan penelitiannya dengan sistematis, disiplin tinggi maka peneliti akan meminimalkan bias personal dalam penemuannya.
Salah satu cara yang dapat dipakai noleh peneliti untuk mencegah terjadinya bias personal adalah dengan menuliskan proposisi-proposisi (pernyataan) mengenai apa menurut peneliti akakn ditemukan selama penelitian. Proposisi ini memberikan suatu jendela untuk melongok kedalam system yang diyakini peneliti dan bias personal yang mungkin masuk kepenelitian. Pernyataan-pernyataan itu juga memberikan titik awal untuk menyelidiki teori yang dianggap benar oleh peneliti mengenai prodses belajar mengajar dan dimana asalnya.


4 komentar:

  1. Erni Octaviani mengatakan...:

    terimakash bnyak, dengan ada'y artikel ini telah membantu saya....

  1. Anonim mengatakan...:

    It’s already been a short time since I frequented the web page.
    I would like to avoid simply by and require you actually,
    along with yours, quite a delighted getaway!
    Here is my web site ... Height Exercises

  1. Anonim mengatakan...:

    Me personally and also my friend had been reasoning a fantastic difficulty this way!
    At this moment we all believe that we has been appropriate.
    haha! Thanks for the details an individual publish.
    My homepage Public Record

  1. Anonim mengatakan...:

    Why is this I i never thought of this?
    My web page :: Genital Warts Natural

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum