Kurikulum Integral

Sabtu, 15 Januari 2011

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penenntuan arah, isi, dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suat lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional.

Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab sebagai orang tua, sebagai pemimpin, dan sebagai warga masyarakat selalu mengharapkan tumbuh dan berkembangnya anak, pemuda dan generasi muda yang lebih baik. Kurikulu mempunyai andil cuup besar dalam melahirkan harapan tersebut.Sebelum membahas lebih jauh tentang kurikulum integral, terlebih dahulu perlu dirumuskan secra komprehensif apa yang dimaksud dengan kurikulum.

Istlah kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni curriculum yang awalnya mempunyai pengertian a running course, yang dalam bahasa prancis berarti courier berarti to run adalah berlari. Kemudian istilah ini digunakan untuk sejmlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari untuk mencapai suatu gelar penghargaan dalam dunia pendidikan yang dikenal dengan ijazah.

Istilah kurikulum, baru dipakai dalam dunia pendidikan pada tahun 1955 dengan makna sejumlah mata pelajran di suatu perguruan. Dalam kamus Webster, kurikulum diartikan dua macam.
1. Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari siswa di sekolah atau perguruan tinggi untuk memperoleh ijazah tertentu.
2. Sejumlah mata pelajaran yang ditawarkan suatu lembaga pendidikan atau jurusan.

Dua pengertian kurikulum di atas merupakan definisi dari pandangan tradisional. Adapun dalam pengertian modern, kurikulum tidak hanya sebatas mata pelajaran, tetapi juga menyangkut pengalaman-pegalaman di luar sekolah sebagai suatu kegiatan pendidikan.

Lain halnya dengan pandangan modern mengenai kurikulum, salah satunya yang dikemukakan oleh Romine ( 1954 ), menurutnya kurikulum adalah “ Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not”

Impliksi perumusan ditas adalah :
1. Tafsiran tentang kurikulum bersifat luas, karena kurikulum bukan hanya terdiri atas mata pelajaran, tetap meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah.
2. Sesuai dengan pandangan ini, berbagai kegiatan di luar kelas sudah tercakup dalam pengertian kurikulum. Oleh karena itu tidak ada pemisahan antara intra dan ekstra kurikulum. Begitu pula halnya dengan college prepatory curriculum, vocational curriculum, dan general curriculum. Semuanya sudah tercakup dalam pengertian kuriklum.
3. Pelaksanaan kurikulum tidak hanya dibatasi pada dinding kelas saja, melainkan dilaksanakan baik di dalam maupun di lusr kelas, sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
4. Sistem penyampaian yang dipergunakan oleh guru disesuaikan dengan kegiatan atau pengalaman yang akan disampaikan. Oleh karena itu, guru harus mengadakan berbagai kegiatan belajr-mengajar yang bervariasi, sesuai dengan kondisi siwa.
5. Tujuan pendidikan bukanlah untuk menyamp;aikan mata pelajaran atau bidang pengetahuan yang tersusun, melainkan pembentukan pribadi anak dan belajar cara hidup di dalam masyarakat.

Pengertian kurikulum dalam islam di konsepsikan dengan istilah manhaj yang bermakna jalan yang terang, atau jalan terang yang dilalui manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Manhaj ( kurikulum ) dimaksudkan jalan yang terang yang dilaluli oleh pendidik dengan orang-orang yang dididik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka.

Ibnu Taimiyah menyebutnya sebagai manhaj jam’ bain al-qira’atain, yakini memadukan antara qira’ah wahyu ( membaca, memahami, merenungi, dan menelaah wahyu ) dengan qir’ah fenomina kauni ( membaca, menelaah, meneliti, dan mengkaji fenomina alam semesta ), termasuk didalamnya fenomina social dan pendidikan di dunia empiris. Dalam membaca dan memahami wahyu hendaknya melibatkan pemahaman tentang realitas dan dilandasi dengan roh atau spirit wahyu.

Dari definisi ini dapat di identifikasi bahwa kurikulum memiliki empat unsur yaitu :
1. Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan itu.
2. Pengetahuan, informasi-informasi, data-data dan aktifitas serta pengalaman-pengalaman yang membentuk kurikulum itu.
3. Metode dan cara mengajar
4. Metode dan cara penilaian ( evaluasi )

Sementara kurkulum integral adalah sebuah struktur kurikulum yang terdiri dari tiga komponen pendidikan yang sekaligus menjadi karakteristik khas, yakni aspek ruhiyah, aqliyah dan jasmaniyah, yang mana dari ketiga karakteristik tersebut isi kurikulumnya terdiri dari ilmu agama, ilmu umum, dan ilmu keterampilan.

Ketiga ilmu tersebut disampaikan pada peserta didik dengan landasan tauhid. Artinya setiap ilmu yang diberikan kepada peserta didik selalu membuat peserta didik makin dekat kepada Allah swt, salah satu caranya adalah dengan mengaitkan setiap ilmu dengan Allah, manusia dan alam. seperti yang tertera pada bagan ilmu yang integral dibawah ini.

Rumusan kurikulum ini didasarkan atas fakta penciptaan manusia sebagai abdullah, dan khalifatullah, dimana seluruh desain kurikulum mengacu pada dua konsep kunci tersebut. Secra paradigmatik dan filosofis, melahirkan manusia yang siap memikul amanah Allah swt. sebagai hamba Allah dan khalifah Allah adalah merupakan visi dan misi dari lembaga pendidikan Hidayatullah.

Sesuai dengan visi dan misi lembaga pendidikan Hidayatullah untuk menyelenggarakan pendidikan Islam secara integral dalam aspek ruhiyah ( rohani ), aqliyah ( akal ), dan jismaniyah ( fisik ), sehingga dapat melahirkan insan yang salah satunya berupaya untuk melanjutkan, menumbuh kembangkan, khazanah (pembendaharaan) ilmu pengetahuan dan teknologi umat manusia, khususnya umat Islam, dan untuk membangun peradaban Islam di muka bumi pada umumnya.

Berdasarkan manhaj SNW, maka kurikulum integral secara integratif saling berhubungan antara muatan-muatan ilmu agama, ilmu-ilmu umum, dan keterampilan, seperti bagan integralitas kurikulum dibawah ini.

Semua komponen itu harus diberikan secara simultan mulai tingkat TK-SD dan SMP-SMA serta pergururan tinggi, secara bertahap sesuai dengan daya serap dan tingkat kemampuan siswa berdasarkan jenjang pendidikannya.

Berdasarkan ranah dan wilayah cakupannya kurikulum integral juga berarti menghendaki komponen yang integral pula, yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal itu sesuai dengan tujuan pendidikan integral yang ingin mewujudkan manusia yang bertaqwa, cerdas dan terampil, sehingga kurikulum integral mencakup ilmu agama, ilmu umum, dan ilmu keterampilan.

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum