Rancangan Pengajaran

Selasa, 10 Mei 2011

Rancangan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem menurut Dikc dan Carey adalah identifikasi tujuan umum pengajaran, melakukan analisis pengajaran, identifikasi tingkah laku dasar dan cirri-ciri peserta didik, merumuskan tujuan performansi, mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, mengembangkan strategi pengajaran, mengembangkan dan memilih materi pengajaran, merancang dan melakukan evaluasi formatif, merevisi materi pengajaran, dan merancang dan melakukan evaluasi sumatif.

1. Identifikasi Tujuan Umum Pengajaran
Untuk merumuskan tujuan umum pengajaran terdapat kriteria menurut Dick dan Carey (Kusumo dan Willis, 1989) yaitu pernyataan umum yang jelas tentang hasil belajar, penjelasan tentang hal yang akan dicapai peserta didik, secara jelas berhubungan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan, dapat dicapai dengan baik jika menggunakan pengajaran daripada dengan hal lain.

2. Melakukan Analisis Pengajaran
Analisis pengajaran biasanya dilakukan biasanya dilakukan dengan membuat diagram prosedur analisis pengajaran terdiri atas 2 langkah yakni (1) mengklasifikasi tujuan umum kedalam domain pengajaran. (2) menentukan langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan umum tersebut. Domain (ranah) pengajaran menurut Gange, yaitu : (1) keterampilan intelektual (2) keteramfilan psikomotor (3) keterampilan informasi verbal (4) keterampilan sikap. Jenis analisis pengajaran: (1) prosedural, (2) hirarki, dan (3) kluster. Dalam suatu analisis pengajaran, dapat menggunakan satu jenis analisis dapat pula menggunakan gabungan dari dua atau tiga jenis analisis.

3. Identifikasi Tingkah Laku Dasar dan Cirri-Ciri Peserta Didik
Menurut dick & carey (kusumo & willis ,1989), identitas peserta didik dapat dijelaskan dalam dua hal, yakni ciri umum dan tingkah laku dasar. Tingkah laku yang dimaksud adalah keterampilan khusus yang harus diperagakan oleh setiap peserta didik pada saat awal kegiatan pengajaran(keterampilan khusus sebagai prasyarat masuk). Dan harus dirumuskan sebagai subkterampilan dalam analisis pengajaran. Sebaliknya, ciri-ciri umum meliputi aspek yang lebih luas. Cirri umum yang penting adalah kemampuan intelektual. Untuk mengidentifikasinya dapat dilakukan tes masuk.

4. Merumuskan Tujuan Performansi
Setelah tujuan umum pengajaran ditentukan, analisis pengajaran dilakukan, dan ciri dan prasyarat peserta didik ditetapkan, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah merumuskan tujuan performansi peserta didik yang diharapkan setelah mempelajari pelajaran. Tujuan performansi peserta didik ini sebenarnya merupakan penjabaran dari tujuan umum pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Seperti tujuan umum pengajaran, rumusan tujuan performansi pun harus menunjukan perubahan perilaku peserta didik. Tujuan performansi terdiri atas tiga ranah (kawasan), yakni (a) ranah kognitif,(b) ranah afektif, dan (c) ranah psikomotor. Ranah kognitif berhubungan dengan kecerdasan otak, ranah afektif berhubungan dengan sikap, mental, dan emosi, sedangkan ranah psikomotor berhubungan dengan gerak anggota badan.

5. Mengembangkan Butir-Butir Tes Acuan Patokan
Tes acuan patokan (criterion-referenced test) adalah alat untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Tanpa tes ini, rencana pengajaran yang telah disusun tidak akan banyak manfaatnya, karena tidak dapat mengetahui hasil belajar peserta didik. Untuk setiap tujuan khusus yang telah ditetapkan, perlu ada tes untuk mengukurnya. Dick dan Carey membagi tes acuan patokan maenjadi empat jenisa tes sebagai berikut:
a. Tes masuk (entri behavior test). Item tes masuk ini harus sesuai dengan keterampilan yang harus dimiliki peserta didik untuk memulai proses belajar
b. Tes awal (pretest). Item tes ini mengukur keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang akan diajarkan
c. Tes kemajuan (embedded test).item tes ini memberikan informasi kepada pendidik atau pembimbing tentang apakah peserta didik mampu mempergunakan keterampilan baru atau tidak.
d. Tes akhir (pos test). Tes ini harus menilai tujuan khusus keterampilan, pengetahuan yang diperoleh peserta didik.

6. Mengembangkan strategi pengajaran
Strategi pengajaran adalah rencana dan cara-cara membawakan pengajaran agar semua prinsip dasar dapat terlaksana dan semua tujuan pengajaran dapat dicapai (Gulo, 2002). Strategi pengajaran mungkin menjelaskan komponen umum dari seperangkat materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan bersama-sama, disertai dengan materi yang digunakan untuk menjelaskan hasil pembelajaran (Kusumo & Wilis, 1989).

7. Mengembangkan dan Memilih Materi Pengajaran
Dalam mengambangkan dan memilih materi pengajaran perlu diperhatikan komponen yang terdapat dalam satuan setiap acara pengajaran.Komponen tersebut menurut Hartatik (dalam kusumo &willis,1989) antara lain :1)petunjuk pengajaran 2)materi pengajaran3)tes 4)petunjuk bagi pendidik atau pembimbing.Materi pengajaran berisi informasi dalam bentuk materi tertulis atau media yang akan digunakan peserta didik untuk mencapai tujuan khusus.Tujuan tidak hanya untuk menguasai materi pengajaran yang telah ditetapkan dalam tujuan khusus,tetapi juga untuk mengadakan perbaikan bagi peserta didik yang kurang berhasil.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan materi pengajaran,yaitu 1) lingkungan pengajaran 2) tingkat penguasaan pendidik atau pembimbing 3) materi yang tersedia 4) ruang lingkup pengajaran 5) perorangan atau kelompok 6) ciri-ciri dan besar kelompok sasaran 7) personal,fasilitas,dan aparat. Sementara itu,Willis (1989) menyarankan kriteria untuk menggunakan materi pengajaran yang ada,yaitu 1.menarik 2.mengandung isi yang sesuai 3.isi tersusun secara berurutan 4.berisi semua informasi yang dibutuhkan 5.ada latihannya 6.tersedia tes yang layak.

8. Merancang dan Melakukan Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif adalah suatu proses untuk memperoleh data yang digunakan untuk menyakinkan bahwa materi pengajaran efisien dan efektif. Evaluasi formatif dapat dilaksanakan dengan tiga langkah yaitu: evaluasi perorangan, evaluasi kelompok kecil, dan evaluasi lapangan. Evaluasi perorangan., yakni setelah acara pengajaran disusun,pendidik atau pembimbing memilih dua atau tiga orang peserta didik untuk memeriksa tes dan isi materi pengajaran. Setelah itu mereka mendiskusikan kelemahan dan kekuatan tes maupun isi materi pengajaran tersebut. Evaluasi kelompok kecil yakni setelah perbaikan dengan menggunakan hasil evaluasi perorangan, pendidik atau pembimbing menyampaikan pengajarannya dengan menggunakan materi yang telah diperbaiki dan menggunakan strategi yang telah ditetapkan kepada kelompok peserta didik (10-20 orang). Semua kesulitan yang dihadapi peserta didik harus dicatat untuk perbaikan selanjutnya. Setelah semua kegiatan pengajaran (termasuk tes akhir) selesai dilakukan, pendidik atau pembimbing menbagikan kuesioner untuk mengetahui seberapa baik strategi pengajaran itu dilaksanakan. Sementara evaluasi lapangan adalah upaya pendidik atau pembimbing memperoleh data dari situasi pebelajaran itu sendiri.data tersebut meliputi:laporan tes masuk,nilai tes awal dan tes akhir,laporan tentang jangka waktu yang diperlukan peserta didik menyelesaikan tes dan tugas yang lain,kebutuhan perbaikan,dan laporan survei tingkah laku.

9. Merevisi Materi Pengajaran
Setelah memperoleh semua data evaluasi formatif,langkah selanjutnya adalah menentukan bagian pengajaran mana sajs yang perlu direvisi.Tabel yang baik untuk mengerjakan revisi materi pengajaran adalah table yang berisi nilai tes masuk,tes awal dan tes akhir dari setiap peserta didik yang terlibat dalam evaluasi formatif kelompok kecil (Hartatik dalam Kkusumo &Willis).Nilai tersebut dapat berbentuk persentase jumlah objectif yang telah ditetapkan.Atau persentase nilai performasi yang dapat dibandingkan dengan nilai performasi tertinggi yang dapat dicapai.

10. Merancang dan Melakukan Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif adalah suatu proses evaluasi versi final satuan acara pengajaran,pengumpulan data untuk menentukan efisiensi dan efektivitas satuan acara pengajaran itu (Dick & Carey dalam kusumo & Willis,1989). Penilaian dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:(Hartatik dalam Kusumo &Willis 1989) 1. persiapan instrument evaluasi yang akan digunakan untuk mengindentifikasi keberhasilan peserta didik. Instrumen terdiri atas :tes tulis,laporan,dan tes lisan, 2. catat nilai dari semua peserta didik dan simpulkan, 3. dengan menggunakan metode indentifikasi value (penjelasan kualitas, missal baik,sedang,kurang,jelek).

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum