Tiga Prinsip Dalam Bercinta

Rabu, 04 Mei 2011

Dalam menjalani perjalanan cinta tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Perjalanan cinta adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu yang lama, butuh keseriusan, dan butuh pengorbanan, karena cinta adalah sebuah titipan sang Ilahi Rabbi yang dianugrahkan kepada seluruh insan di muka bumi tuk menggerakkan roda kehiupan yang penuh dengan duri.

Memelihara rasa cinta adalah sebuah kewajiban bagi setiap insan. Sehingga patutlah kita ketahui secara mendalam tentang prinsip-prinsip dalam bercinta. Terdapat tiga prinsip dalam bercinta yaitu mengalami, mengungkapkan, dan memelihara.
Mengalami adalah merasakan sesuatu yang baru dalam kehidupan kita. Maka tidak salah kalau orang bijak berkata “ pengalaman adalah guru utama “. Dalam perjalanan cinta prinsip pertama yang harus kita pahami adalah mengalami rasa cinta. Ketika kita sudah mengalami rasa cinta maka kita akan bertanya pada diri kita, darimana rasa cinta itu datang….? Kemana rasa cinta itu kita salurkan….? Bagaimana caranya…..? serta sejuta pertanyaan lainnya yang muncul dari hati kita.

Mengungkapkan adalah menterjemahkan rasa yang kita alami dalam sebuah kata-kata yang penuh dengan makna. Kalau kita mengalami rasa sakit maka mulut kita akan mengatakan sakit, kalau kita mengalami rasa enak maka mulut kita akan mengatakan enak, kalau kita mengalami rasa manis maka mulut kita akan mengatakan manis, dan rasa yang lain yang senantiasa kita rasakan setiap detik, setiap menit, setiap jam bahkan seumur hidup, karena apa yang kita rasakan tidak bisa kita bohongi dalam kehidupan kita. Begitupula dengan rasa cinta yang kita alami, hendaknya kita terjemahkan dalam sebuah kata-kata yang penuh dengan makna,kemudian kita ungkapkan rasa cinta yang suci itu kepada orang yang kita cinta. Akan tetapi perlu di ingat bahwa hati-hati dengan kata-kata, karena kata-kata adalah janji, dan janji itu harus ditepati.

Memelihara adalah menjaga dan merawat sesuatu yang kita miliki dengan sepenuh hati agar sesuatu itu tetap eksis sesuai dengan hakikatnya. Ketika kita memiliki sebuah bunga dan kita mencintai bunga itu maka kita harus menjaga dan merawatnya agar bunga itu tetap segar. Tentunya banyak cara yang harus kita lakukan, banyak waktu yang harus kita luangkan, dan banyak pengorbanan yang harus kita keluarkan demi memelihara sekuntum bunga yang kita dambakan, karena pengorbanan takkan terelakkan dalam sebuah kehidupan, demi teman agar tak putus berteman maka kita butuh pengorbanan, demi cinta agar tak putus bercinta maka kita juga butuh pengorbanan. Itulah kesimpulan sebait syair yang di ungkapkan oleh seorang Raja Dangdut yaitu H.Rhoma Irama.

Bagaimana dengan rasa cinta yang kita miliki…..? Dalam menjalani perjalanan cinta sopasti kita harus memelihara rasa cinta yang kita miliki, rasa cinta yang telah kita ungkapkan melalui sejuta kata yang penuh dengan makna agar jalinan cinta yang kita jalani tetap suci dan kekal abadi, sehingga kita akan menjadi pribadi-pribadi yang suci. Namun semua itu tidak mudah dilakukan tak semudah yang kita ungkapkan, semua itu mebutuhkan perjuangan dan pengorbanan serta kesabaran, karena hidup adalah perjuangan yang tidak lepas dari tantangan dan rintangan. Wallahu A’lam and Good luck ……..!

2 komentar:

  1. Luqman mengatakan...:

    Kita hendaknya menjaga cinta yang kita miliki agar tetap dalam koridor Islam. Sabar, dan tunggu sampai masanya datang. Tapi kalau si dia ternyata bukan jodoh kita, maka tidak mengapa. Kita harus yakin, bahwa itu adalah takdir kita. Intinya buatlah cinta yang ada menjadi cinta yang sehat, bukan cinta yang sakit, apalagi sekarat

  1. Afdil Abidin Surayo mengatakan...:

    semoga kita mendapatkan cinta kita semua.....Amin

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum