KKN=KAKAK-KAKAK NAKAL

Minggu, 26 Juni 2011 0 komentar

KKN yakni Kuliah Kerja Nyata yang merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi kini berubah makna menjadi “Kakak-Kakak Nakal”. Betapa tidak, dari sekian mahasiswa yang terjun ke masyarakat dengan membawa program-program peduli masyarakat sebagai wujud nyata dari kepedulian serta pengabdian mereka terhadap masyarakat, mulai dari program pendidikan, pembangunan, kesehatan, serta bantuan pangan membuat semua warga tak ingin kehilangan mereka. Subhanallah…!

Program pendidikan, merupakan kegiatan mentransfer ilmu pengetahuan, mereka ikut serta mencerdaskan anak bangsa melalui lembaga-lembaga pendidikan yakni sebagai guru sesuai dengan skill yang mereka miliki. Program pembangunan, merupakan kegiatan bantuan fisik yang berupa bangunan-bangunan, entah sifatnya memperbaiki atau membuat yang baru, seperti tempat ibadah, memperbaiki jalan, bahkan memperbaiki tempat beol warga. Program kesehatan, merupakan kegiatan bantuan kesehatan gratis bagi warga sekitar dan bekerja sama dengan pemerintah setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga. Sementara program bantuan pangan, merupakan kegiatan bantuan sembako yang diberikan kepada warga yang tergolong miskin. Jadi tidak heran jika diantara mereka menjadi idola warga dan bahkan dilirik untuk menjadi calon menantu setia. Luar biasa…!

Lahirnya istilah KKN=Kakak-Kakak Nakal bermula dari lembaga pendidikan, karena disinilah peserta KKN banyak berinteraksi dengan anak-anak mulai dari tingkat TK-TPA, SD, SMP, dan bahkan SMA. Istilah ini lahir dari anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari peserta KKN, dia merasa di nomor duakan bahkan merasa dikucilkan. Entah karena facenya yang tidak begitu menarik, sifat dan sikapnya yang agak antik, dan sebagainya, sehingga terjadi kecemburuan sosial diantara mereka. Peserta KKN hanya perhatian pada anak-anak yang mempesona dan merona, sehingga tidak heran jika setiap wilayah mempunyai bunga, dan bahkan menjadi rebutan diantara mereka, bagaikan sebuah kerajaan yang memperebutkan wilayah kekuasaan Sungguh terlalu...!

Tempat KKN merupakan tempat dimana mahasiswa belajar bersama masyarakat, karena disana terdapat pelajaran-pelajaran yang tidak mahasiswa dapatkan dibangku kuliah, sebagai gambaran bagi mereka kelak saat benar-benar berada di masyarakat. Mereka akan dihadapkan dengan berbagai macam tipe manusia dan sesuatu yang terkadang tidak srek di kepala mereka. Tempat KKN merupakan tempat beraksi dan berkreasi, menyalurkan semua talenta dan skill yang dimiliki, mulai dari ranah pendidikan, dakwah, serta seni dan keterampilan. Sehingga linangan air mata membasahi pipi warga saat peserta KKN hendak meninggalkan tempat KKN dan kembali ke penjara suci yang mereka tempati. Berbagai perasaan berkumpul menjadi satu sehingga mendorong saraf mata untuk mengeluarkan air matanya, seakan tidak rela akan kepergiannya. Mulai dari rasa sedih, gelisah, dan bahkan ada yang kecewa. Entah kecewa karena apa? Karena cinta kali’…? Sebuah moment yang sulit untuk dilupakan bahkan bisa-bisa berkelanjutan. Subhanallah…!

Yach itulah pernak-pernik kehidupan di daerah orang lain. Dan yang paling penting adalah bagaimana hati selalu tertata dengan baik karena hati adalah kunci dari semua aktifitas dalam kehidupan manusia. Sehingga apapun aktifitas kita dan dimanapun kita berada tetap dalam rel-rel yang telah ditentukan dalam islam. Apabila hati kita baik maka seluruh perkataan dan perbuatan kita akan baik. Begitu juga sebaliknya. Rasulullah saw bersabda “Ala wa inna fil jasadi mudghah, idza soluhat soluhat jasadu kulluh, wa idza fasadat fasadat jasadu kulluh, ala wa hiya al-qalbu”.

MANFAAT DAUN KEMANGI

Kamis, 16 Juni 2011 2 komentar


Kemangi, daun beroroma khas yang sering kita temui terutama saat kita menyantap pecel ‎lele, konon pernah memenuhi kebun dan taman kerjaan Prancis dan Italia. Bunga kemangi ‎juga dipilih sebagai salah salah satu tanda cinta. Aroma daun kemangi memang ‎mengundang selera makan. wajar saja jika orang mengkonsumsi daun ini sebagai lalapan ‎mentah, campuran pepes, atau karedok. Selain melezatkan, ternyata kemangi memiliki ‎banyak manfaat. Kemangi kaya akan betakaroten dan magnesium, betakaroten sendiri ‎merupakan mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung. ‎Selain menjaga dan memelihara kesehatan jantung, ternyata kemangi juga memiliki ‎manfaat lain yang cukup besar. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari daun Kemangi :‎
‎1.‎ Daun kemangi mengandung senyawa arginine yang telah terbukti mampu ‎memperkuat dan memperpanjang masa hidup sperma dan terbukti pula dapat ‎mencegah kemandulan.‎
‎2.‎ ‎ Daun kemangi juga mengandung zat yang mampu merangsang terbentuknya ‎hormon androgen dan estrogen.‎
‎3.‎ Zat flavonoid seperti orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi ‎struktur sel tubuh. Sedangkan flavonoid seperti cineole, myrcene dan eugenol ‎mempunyai manfaat sebagai antibiotik alami dan anti peradangan.‎
‎4.‎ Getah kemangi dapat digunakan sebagai obat sariawan dan sakit telinga.‎
‎5.‎ Daun kemangi dapat dikonsumsi untuk memperbanyak ASI, penenang, mengobati ‎encok, dan penurun panas saat kita terserang demam.‎
‎6.‎ Daun kemangi juga dapat meningkatkan jumlah air seni, menghilangkan masuk ‎angin dan obat batu berdahak (sebagai peluruh dahak).‎
‎7.‎ Mengkonsumsi daun tanaman ini juga dapat mengatasi masalah bau mulut dan bau ‎badan.‎
‎8.‎ ‎ Asam aspartat, apigenin, arginin, dan boron dalam tanaman ini juga sudah ‎diketahui khasiatnya. Senyawa sineol berkhasiat sebagai penenang, membantu ‎mengatasi ejakulasi dini, merangsang aktifitas syaraf pusat, dan melebarkan ‎pembuluh darah kapiler.‎
‎9.‎ Teh yang dibuat dari daun kemangi dapat digunakan untuk mengatasi mual, ‎disentri, atau menurunkan panas (sebagai antipiretik). Caranya, satu sendok makan ‎daun kemangi kering diseduh dengan setengah cangkir air, lalu diminum. Bila perlu ‎tambahkan madu sebagai pemanis.‎
‎10.‎ Untuk mengobati panu, ambil segenggam daun kemangi, cuci, tumbuk halus, beri ‎sedikit air kapur sirih. Gosokkan ramuan ini pada kulit yang berpanu. Lakukan 2 kali ‎sehari.‎
‎11.‎ Untuk sariawan, ambil 50 helai daun kemangi, cuci bersih, kunyah sampai halus ‎selama 2-3 menit, telan. Minum air hangat. Lakukan 3kali sehari.‎
‎12.‎ Untuk mengurangi bau nafas tak sedap, sering-seringlah makan lalapan daun ‎kemangi, daun kunir dan beluntas.‎
‎13.‎ Mengatasi bau keringat, biasakan mengkonsumsi kemangi sebagai lalapan. Sebagai ‎permulaan, lakukan setiap hari selama 1minggu.‎
‎14.‎ Mengobati kutil, cuci bersih daun kemangi, gosokkan pada kutil secara teratur.‎

*Dari berbagai sumber

Seputar Pondok Pesantren

Selasa, 07 Juni 2011 3 komentar

Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan ‎berjangka panjang, dimana berbagai aspek yang tercakup dalam proses ‎saling erat berkaitan antara yang satu dengan yang lain dan bermuara ‎pada terwujudnya manusia yang memiliki nilai hidup, pengetahuan ‎hidup dan keterampilan hidup. Proses ini bersifat kompleks, karena ‎interaksi diantara berbagai aspek tersebut seperti, guru, bahan ajar, ‎fasilitas, kondisi siswa, lingkungan, dan metode pengajaran, tidak ‎selamanya memiliki sifat dan bentuk yang konsisten yang dapat ‎dikendalikan. Hal ini mengakibatkan penjelasan terhadap fenomina ‎pendidikan bisa berbeda-beda, baik karena waktu, tempat maupun ‎subjek yang terlibat dalam proses.‎

Sementara pondok pesantren adalah lembaga yang bersifat kompleks ‎dan unik. Bersifat kompleks karena pondok pesantren sebagai organisasi ‎yang didalamnya terdapat berbagai dimensi yang satu sama yang lain ‎berkaitan dan saling menentukan. Sedangkan sifat unik menunjukkan ‎bahwa pondok pesantren sebagai organisasi yang memiliki ciri-ciri ‎tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi lain. Ciri-ciri yang ‎menempatkan pondok pesantren memiliki karakter tersendiri adalah ‎dimana di dalamnya terjadi proses belajar mengajar, dan merupakan ‎tempat terselenggaranya pembudayaan hidup manusia. Karena sifat ‎yang kompleks dan unik itulah, pondok pesantren sebagai organisasi ‎memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi.‎

Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga islam yang mana di ‎dalamnya diselenggarakan aktifitas-aktifitas keislaman sebagai bentuk ‎pengamalan dalam mewujudkan peradaban islam dengan menciptakan ‎dan menghidupkan tradisi-tradisi islam dalam kehidupan sehari-hari. ‎Kegiatan-kegiatan tersebut diselenggrakan melalui unit-unit lembaga ‎pendidikan mulai tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, hingga ‎Perguruan Tinggi, dan lembaga layanan masyarkat.‎

Kurikulum pondok pesantren mengintegrasikan tiga komponen ‎pendidikan yang sekaligus menjadi karakteristik khas dari pondok ‎pesantren itu sendiri, yakni aspek ruhiyah, aqliyah dan jasmaniyah, yang ‎mana dari ketiga karakteristik tersebut isi kurikulumnya terdiri dari ilmu ‎agama, ilmu umum, dan ilmu keterampilan. Ketiga ilmu tersebut ‎disampaikan pada santri dengan landasan tauhid. Artinya setiap ilmu ‎yang diberikan kepada santri selalu membuat dirinya semakin dekat ‎kepada Allah SWT, salah satu caranya adalah dengan mengaitkan setiap ‎ilmu yang diberikan dengan Allah SWT, manusia dan alam sekitar. ‎Sehingga konsep tauhid akan melekat pada diri santri, dan santri akan ‎paham tentang hakikat dan tanggung jawab dirinya sebagai manusia, ‎yakni sebagai Abdullah dan Khalifatullah di muka bumi ini.‎

Secara struktural tongkat kepemimpinan pondok pesantren dipegang ‎oleh seseorang yang menjabat sebagai pimpinan umum yang dibantu ‎oleh kepala-kepala unit yang terdapat dalam pondok pesantren tersebut, ‎mulai dari unit pendidikan hingga unit pelayanan masyarakat. Sehingga ‎terdapat garis komandu dan garis koordinasi dalam pelaksanaan ‎program-program kepesantrenan.‎

Model kepemimpinan pondok pesantren terdiri dari dua macam, yaitu ‎model kepemimpinan pondok pesantren tradisional dan model ‎kepemimpinan pondok pesantren modern. Pondok pesantren tradisional ‎tampuk kepemimpinan dipegang oleh seorang kiai yang mana dia adalah ‎perintis sekaligus pembina pondok pesantren tersebut. Model ‎kepemimpinan pondok pesantren tradisional ini tongkat estafet ‎kepemimpinannya secara otomatis akan dilanjutkan oleh anak cucunya ‎sebagai pewaris tahta, karena pondok pesantren yang dirintis adalah ‎bersifat pribadi.‎

Sementara model kepemimpinan pondok pesantren modern, tampuk ‎kepemimpinan ditentukan oleh dewan syura, karena pondok pesantren ‎modern berlandaskan pada prinsip-prinsip organisasi. Sehingga masa ‎jabatan kepemimpinan pondok pesantren modern dibatasi oleh sistem ‎periode, sesuai dengan AD/ART yang terdapat pesantren tersebut. ‎

Manajemen pondok pesantren seperti layaknya manajemen lembaga ‎yang lain, yaitu adanya perencanaan, organizing, actuating, controling, ‎dan evaluating. Namun, perbedaanya adalah pada tataran ‎pelaksanaanya karena pondok pesantren mengemban misi dakwah ‎islamiyah, sehingga seluruh program yang dirancang bernuansa islam.‎

Pengembangan pondok pesantren dilakukan dengan melalui dua jalur ‎yaitu melalui pengembangan unit lembaga pendidikan, dan melalui ‎pengembangan amal usaha milik pesantren. Pengembangan unit ‎lembaga pendidikan yaitu dengan mendesain format pendidikan ‎semenarik mungkin sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang ‎tentunya tidak keluar dari visi dan misi pesantren.‎

Sementara pengembangan pondok pesantren melalui amal usaha milik ‎pesantren adalah dengan mengembangkan unit-unit amal usaha milik ‎pesantren, seperti koperasi pondok pesantren, koperasi simpan pinjam, ‎baitul mal, layanan kesehatan, dan amal usaha lainya yang bisa di akses ‎oleh masyarakat sekitar. Sehingga keberadaan pondok pesantren benar-‎benar dirasakan oleh masyarakat.‎

Keep Our Mouth…!

Sabtu, 04 Juni 2011 1 komentar


Sering kita mendengar orang-orang di sekitar kita berkata “aku tidak ingin mengecewakan orang lain” lantas apa yang harus kita sampaikan sebagai respon dari pernyataan tersebut…? Mungkin salah satu jawaban yang tepat adalah “Jika engkau tidak ingin mengecewakan seseorang, maka engkau harus berani mengambil sebuah keputusan, karena seseorang merasa dikecewakan apabila dia diberi sebuah harapan”. Jadi tidak heran jika ada sang pujangga berkata “ingat wahai pemuda…hati-hati dengan kata-kata, karena kata-kata pada hakikatnya adalah janji, dan janji harus ditepati”. Apalagi kat-kata yang keluar dari mulut kita adalah bunga-bunga cinta yang membuat seseorang terlena, terpedaya, bahkan tak berdaya.

Memang lidah tak bertulang kawan, tapi tajamnya melebihi pedang. Dengan pedang badan kita akan tercabik-cabik, tapi dengan lidah hati kita akan merasa sakit sakit dan sakit. Memang terkadang hal yang membuat kita sedih adalah melihat orang yang kita cintai, orang yang kita sayangi mencintai orang lain. Namun, hal yang paling menyedihkan lagi apabila kita melihat orang yang kita cinta, orang yang kita sayangi pura-pura mencintai kita, hanya untuk membuat kita tersenyum.

Cukuplah kita mengambil pelajaran dari sebuah kisah seorang pemuda yang lagi PDKT sama seorang putri yang lagi bersemayam dalam tempurung suci, dengan berbagai macam cara pemuda itu mendekati sang putri, mulai dari kata-kata gombal dan lebay sampai tindakan nyata yang membuat sang putri kagum padanya, sang putripun meresponnya dengan penuh harapan agar pemuda itu benar-benar serius padanya. Namun diakhir perjalanan kisah cintanya pemuda itu menghilang begitu saja, tanpa kabar berita sehingga membuat sang putri bertanya-tanya kemana kemana dan kemana…? Akhirnya sang putri merasa sakit hati dan kecewa berat pada pemuda itu, bahkan sampai mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ternyata kawan, perkataan gombal membawa mala petaka.

Kisah yang lain yang mungkin bisa kita ambil pelajaran bahwa betapa pentingnya sikap tegas dan terbuka pada diri kita adalah kalau kita nonton film “DAWAI ASMARA 2” yang dibintangi oleh Ridho Roma dan Delon yang dalam kisahnya merebutkan cewek cantik yang bernama Tufa. Betapa kecewanya Delon pada Tufa karena sikap Tufa yang plin-plan untuk mengambil sebuah keputusan diantara dua pilihan, Ridho atau Delon. Memang jika kita tidak ingin mengecewakan seseorang kita hrus tegas dalam mengambil keputusan.

Sebagai kesimpulan marilah kita senantiasa menjaga lisan kita agar kita selamat di dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau lebik baik diam”, karena keselamatan manusia bergantung pada sejauh mana ia menjaga lisannya. “ Salamatul insan fi hifdzillisan…” []

Perpustakaan Sekolah

Jumat, 03 Juni 2011 0 komentar


Perpustakaan adalah unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh pemakainya. Defenisi yang lain, perpustakaan diartikan sebagai kumpulan atau bangunan fisik sebagai tempat buku dikumpulkan dan disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai. Pengertian perpustakaan mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Adapun Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan sekolah, yang merupakan bagian integral dari sekolah yang bersangkutan dan merupakan sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. Menurut Carter V. Good, sebagaimana dikutip oleh Ibrahim Bafadal, perpustakaan sekolah merupakan koleksi yang diorganisasi di dalam suatu ruang agar dapat digunakan oleh murid-murid dan guru-guru. Ia menjelaskan sebagai berikut : an organized collection of houses in a school for the use of pupils and teachers and in charge of librarian of a teacher.

Tujuan didirikannya perpustakaan sekolah tidak lepas dari tujuan diselenggarakannya pendidikan sekolah secara keseluruhan, yaitu memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik serta mempersiapkan mereka untuk mengikuti pendidikan selanjutnya. Perpustakaan sekolah juga bertujuan untuk mempertinggi daya serap dan kemampuan siswa dalam proses pendidikan serta membantu memperluas cakrawala pengetahuan guru/karyawan dalam lingkungan pendidikan.

Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dan bagian integral dari sekolah bersama-sama dengan sumber belajar lainnya bertujuan mendukung proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan.Sebagai bagian integral dari sekolah, perpustakaan sekolah merupakan komponen utama pendidikan di sekolah, yang diharapkan dapat menunjang terhadap pencapaian tersebut.

Perpustakaan sekolah akan bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi murid-murid, tetapi lebih jauh adalah murid-murid mampu mencari, menemukan, menyaring dan menilai informasi, terbiasa belajar mandiri, terlatih ke arah tanggung jawab, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi, dan sebagainya.

Ibarahim Bafadal dalam bukunya Pengelolaan Perpustakaan Sekolah menyebutkan, sedikitnya terdapat lima fungsi dari perpustakaan sekolah, yaitu :
a. Fungsi edukatif
Di dalam perpustakaan sekolah disediakan buku-buku baik buku-buku fiksi maupun non fisi. Adanya buku-buku tersebut dapat membiasakan murid-murid belajar mandiri tanpa bimbingan guru, baik secara individual maupun kelompok. Adanya perpustakaan sekolah dapat meningkatkan interes membaca murid-murid, sehingga teknik membaca semakin dikuasai oleh murid-murid. Selain itu, di dalam perpustakaan sekolah tersedia buku-buku yang sebagian besar pengadaannya disesuaikan dengan kurikulum sekolah. Hal ini dapat menunjang penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, kiranya dapat dikatakan bahwa perpustakaan sekolah itu memiliki fungsi edukatif.

b. Fungsi informatif
Perpustakaan yang sudah maju tidak hanya menyediakan bahan-bahan pustaka yang berupa buku-buku, tetapi juga menyediakan bahan-bahan yang bukan berupa buku (non book material) seperti majalah, bulletin, surat kabar, pamphlet, guntingan artikel, peta bahkan dilengkapi juga dengan alat-alat audio-visual seperti overhead projector, televisi, video tape recorder dan sebagainya. Semua ini akan memberikan informasi atau keteragan yang diperlukan oleh murid-murid. Oleh sebab itu perpustakaan sekolah memiliki fungsi informatif.
perpustakaan sekolah, dimana setiap ada peminjaman dan pengembalian buku selalu dicatat oleh guru pustakawan. Setiap murid yang akan masuk ke perpustakan sekolah harus menunjukkan kartu angota atau kartu pelajar, tidak diperbolehkan membwa tas, tidak boleh mengganggu teman-temannya yang sedang belajar. Apabila ada murid yang terlambat mengembalikan buku pinjamannya didenda, dan apabila ada murid yang telah menghilangkan buku pinjamannya harus menggantinya, baik dengan cara dibelikan di toko, maupun difotocopykan. Semua ini selain mendidik murid-murid ke arah tanggung jawab, juga membiasakan murid-murid bersikap dan bertindak secara administratif.

d. Fungsi riset
Sebagaimna telah dijelaskan terdahulu, bahwa di dalam perpustakaan tersedia banyak bahan pustaka. Adanya bahan pustaka yang lengkap, murid-murid dan guru-guru dapat melakuan riset, yaitu mengumpulkan data atau keterangan-keterangan yang diperlukan. Misalnya seorang murid ingin meneliti tentang kehidupan manusia pada abad ke 17 yang lalu, atau seorang guru ingin meneliti fakor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tubuh seorang bayi, maka mereka dapat melakukan riset literatur atau yang dikeal dengan sebuta library research dengan cara membaca buku-buku yang telah tersedia di perpustakaan.

e. Fungsi rekreatif
Adanya perpustakaan sekolah dapat berfungsi rekreatif. Ini tidak berarti bahwa secara fisik pergi mengunjungi tempat-tempat tertentu, tetapi secara psikologisnya. Sebagai contoh, ada seorang murid yang membawa buku yang berjudul “MALANG KOTA INDAH”. Di dalam buku tersebut selain dikemukakan mengenai kota Malang, juga disajikan gambar-gambar, seperti gambar gedung-gedung, tempat-tempat hiburan, tempat-tempat pariwisata, dan sebagainya. Dengan demikian, murid yang membaca buku tersebut secara psikologis telah rekreasi ke kota Malang yang indah itu. Selain itu, fungsi rekreatif berarti bahwa perpustakaan sekolah dapat dijadikan sebagai tempat mengisi waktu luang seperi pada waktu istirahat, dengan membaca buku-buku cerita, novel,roman, majalah, surat kabar dan sebagainya.

Sumber :
1.Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006) 3
2.Lasa Hs, Manajemen Perpustakaan Sekolah, Cet.I (Yogyakarta : Pinus Book Publiser, 2007)
3.Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah SD/MI, Badan perpus prov. Jatim. 3
4.Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006) 4
5.Pawit M. Yusuf, Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta : kencana, 2005) 3
6.Larasati Milburga dkk, Membina Perpustakaan Sekolah ( Yogyakarta : Penerbit Kanisius, 1986) 57

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum