Keep Our Mouth…!

Sabtu, 04 Juni 2011


Sering kita mendengar orang-orang di sekitar kita berkata “aku tidak ingin mengecewakan orang lain” lantas apa yang harus kita sampaikan sebagai respon dari pernyataan tersebut…? Mungkin salah satu jawaban yang tepat adalah “Jika engkau tidak ingin mengecewakan seseorang, maka engkau harus berani mengambil sebuah keputusan, karena seseorang merasa dikecewakan apabila dia diberi sebuah harapan”. Jadi tidak heran jika ada sang pujangga berkata “ingat wahai pemuda…hati-hati dengan kata-kata, karena kata-kata pada hakikatnya adalah janji, dan janji harus ditepati”. Apalagi kat-kata yang keluar dari mulut kita adalah bunga-bunga cinta yang membuat seseorang terlena, terpedaya, bahkan tak berdaya.

Memang lidah tak bertulang kawan, tapi tajamnya melebihi pedang. Dengan pedang badan kita akan tercabik-cabik, tapi dengan lidah hati kita akan merasa sakit sakit dan sakit. Memang terkadang hal yang membuat kita sedih adalah melihat orang yang kita cintai, orang yang kita sayangi mencintai orang lain. Namun, hal yang paling menyedihkan lagi apabila kita melihat orang yang kita cinta, orang yang kita sayangi pura-pura mencintai kita, hanya untuk membuat kita tersenyum.

Cukuplah kita mengambil pelajaran dari sebuah kisah seorang pemuda yang lagi PDKT sama seorang putri yang lagi bersemayam dalam tempurung suci, dengan berbagai macam cara pemuda itu mendekati sang putri, mulai dari kata-kata gombal dan lebay sampai tindakan nyata yang membuat sang putri kagum padanya, sang putripun meresponnya dengan penuh harapan agar pemuda itu benar-benar serius padanya. Namun diakhir perjalanan kisah cintanya pemuda itu menghilang begitu saja, tanpa kabar berita sehingga membuat sang putri bertanya-tanya kemana kemana dan kemana…? Akhirnya sang putri merasa sakit hati dan kecewa berat pada pemuda itu, bahkan sampai mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ternyata kawan, perkataan gombal membawa mala petaka.

Kisah yang lain yang mungkin bisa kita ambil pelajaran bahwa betapa pentingnya sikap tegas dan terbuka pada diri kita adalah kalau kita nonton film “DAWAI ASMARA 2” yang dibintangi oleh Ridho Roma dan Delon yang dalam kisahnya merebutkan cewek cantik yang bernama Tufa. Betapa kecewanya Delon pada Tufa karena sikap Tufa yang plin-plan untuk mengambil sebuah keputusan diantara dua pilihan, Ridho atau Delon. Memang jika kita tidak ingin mengecewakan seseorang kita hrus tegas dalam mengambil keputusan.

Sebagai kesimpulan marilah kita senantiasa menjaga lisan kita agar kita selamat di dunia dan akhirat. Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau lebik baik diam”, karena keselamatan manusia bergantung pada sejauh mana ia menjaga lisannya. “ Salamatul insan fi hifdzillisan…” []

1 komentar:

  1. Anonim mengatakan...:

    waduh kata-katanya rek....!

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum