Ternyata Mencintai Juga Butuh Belajar

Sabtu, 17 Desember 2011

Belajar menyetir mobil pertama kali penuh dengan ketegangan dan bahkan menegangkan orang lain. Belajar bahasa inggris dan bahasa arab serta bahasa-bahasa yang lain berawal dari mengeja membaca dan melafalkan serta mempraktekkan dalam sebuah percakapan, yang terkadang itu harus merelakan hilangnya keindahan mulut kita demi kefasihan.

Begitu juga dengan belajar mencintai, kita harus belajar bahasa cinta, bahasa romantisme, bahasa perasaan dan serta bahasa logika, semua itu sangatlah mungkin diawali dengan kesulitan dan kegugupan, perlu mencoba dan mencoba untuk mencapai keindahan pengungkapan.

Saling mencintai memerlukan proses belajar. Cinta bisa saja menimbulkan prasangka, karena pada hakikatnya semua itu dalam rangka memperkuat dan memperkokoh rasa cinta itu sendiri. Oleh karena itu saling percaya harus tumbuh di atas benih-benih kesuburan cinta, keikhlasan harus senantiasa memancar secara tulus dari hati.

Belajar mencintai hendaknya belajar terbuka, mengatakan sesuatu secara terbuka apa adanya, karena sejatinya cinta adalah kejujuran. Seseorang bisa cepat paham karena adanya keterbukaan dan kejujuran, sehingga kemudian lahirlah butir-butir rasa cinta dan sayang yang mengalir dengan penuh keikhlasan.

Belajar mencintai adalah merasakan apa yang diberikan sebagai sebuah ungkapan cinta dan kerinduan serta belajar memahami ungkapan kemesraan yang tak begitu sempurna terucap melalui kata-kata dan tindakan nyata.

Sementara membangun romantika cinta adalah bagian dari belajar mencintai. Membangun romantika cinta pada hakikatnya adalah bagaimana kita memahami secara utuh tentang orang yang kita cintai, sehingga dari situlah lahir kekokohan cinta yang diwujudkan dengan ucapan, sikap, tindakan, dan kesetiaan serta kemesraan.

Memang memulai sesuatu yang belum pernah kita melakukannya tidaklah segampang membalikkan telapak tangan, dan tidak pula semudah seperti apa yang kita ucapkan, semua itu memerlukan kesanggupan diri dan keberanian untuk mengiringi langkah pertama.

Sesuatu yang kita tidak terbiasa melakukan sebelumnya memang terasa kaku ketika pertama kali melakukannya, dan hal itu adalah wajar terjadi pada setiap manusia. Oleh karenanya membutuhkan belajar belajar dan terus belajar...... ternyata mencintai juga perlu belajar ya....!

3 komentar:

  1. Sastra Alayk mengatakan...:

    yach segala sesuatu butuh belajar bos.....!

  1. Anonim mengatakan...:

    hehe....termasuk ente belajar ngeblog ma gue....!

  1. pelangi sepi mengatakan...:

    blogwalking

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum