Manajemen Pendidikan

Sabtu, 19 Mei 2012 0 komentar

A.Pendahuluan
Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna diantara beberapa ciptaanNya dimuka bumi ini, karena Allah telah melengkapinya dengan tiga matra (dimensi) persis seperti “segi tiga” yang sama panjang dan sisinya, yaitu badan, akal dan ruh. Ini adalah matra pokok dalam kepribadian manusia. Kemajuan, kebahagiaan dan kesempurnaan kepribadian manusia banyak tergantung kepada keselarasan dan keharmonisan antara tiga dimensi pokok tersebut.

Untuk mewujudkan adanya keselarasan dan keharmonisan pada tiga dimensi pokok tersebut, maka hal itu harus diupayakan, yang salah satunya adalah dengan pendidikan. Karena pendidikan dalam arti yang luas adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan pada diri seseorang tiga aspek dalam kehidupannya, yakni pandangan hidup, sikap hidup dan ketrampilan hidup. Suatu keharusan bahwa dalam proses penyelenggaraan pendidikan memerlukan sebuah perencanaan atau manajemen yang matang.

Karena planning atau perencanaan adalah suatu proses menetapkan sejumlah kegiatan, tujuan, waktu pelaksanaanya, tenaga pelaksana, cara melaksanakannya, dan prosedur pelaksanaan kegiatan tersebut, semua hal itu ditetapkan terlebih dahulu untuk mencapai tujuan akhir dari suatu organisasi. Agar mencapai hasil yang maksimal, maka dalam proses sebuah pendidikan kiranya tidaklah mungkin dapat dilakukan oleh orang seorang, secara sendiri-sendiri atau individual, karena permasalahan yang dihadapi akan semakin bertambah berat, seiring dengan perkembangan zaman serta tuntutan dan permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat. Oleh karena itu dalam proses penyelenggaraan pendidikan harus dilakukan dengan kerjasama pada suatu kesatuan yang teratur, rapi serta dengan perencanaaan yang baik, menggunakan sistem kerja yang efekttif dan efisien.

Dengan kata lain dalam menghadapi masyarakat / konsumen atau objek pendidikan yang saat ini semakin komplek dengan berbagai macam problematikanya, maka penyelenggaraan pendidikan akan dapat berjalan efektif dan efisien manakala dapat di identifikasi dan di antisipasi terlebih dahulu berbagai masalah dan hambatan-hambatan yang mungkin akan muncul.

Manajemen pada awalnya hanya tumbuh dan berkembang pada dunia industri dan perusahaan saja. Lain dari pada itu, ada juga orang yang memang belum memahami perlunya manajemen dalam sebuah organisasi demi keberhasilan program-programnya. Ada dua asumsi pemahaman, pertama bahwa penerapan dan pengembangan manajemen disini berorentasi pada kegiatan ekonomi dengan pendekatan rasional. Kedua, hambatan kultural pada penerapan manajemen dalam organisasi yang tumbuh dan berkembang secara natural.

Penerapan manajemen yang baik dan tepat guna akan memberikan hasil yang efektif dan efisien. Karena manajemen berfungsi sebagai ”controling” atau pengendali kegiatan, pemeriksaan, pencocokan, penilaian, koreksi dan mengusahakan agar pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan menghasilkan secara maksimal.

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum