Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

Kamis, 04 Oktober 2012 0 komentar

Pendidikan adalah proses pengembangan diri seluruh aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek kognitif, aspek afektif, maupun aspek psikomotorik.

Sejatinya, pendidikan harus menghasilkan manusia yang cerdas, cakap, dan bertanggung jawab, serta berakhlak muliya. Yang mana dalam hal ini mengimplementasikan tiga aspek kehidupan manusia sebagaimana disebutkan di atas.

Namun pada realitanya, tidak sedikit lembaga pendidikan yang hanya menghasilkan manusia yang hanya unggul pada aspek kognitif saja, sementara dua aspek yang lainnya terabaikan.

Banyak lembaga pendidikan yang mengahsilkan peserta didik yang cerdas dan pintar. Namun ironisnya mereka menjadi manusia manusia yang tidak beradab.mereka tidak mempunyai rasa hormat, sopan dan santun dalam keseharian mereka, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya.

Di sekolah, banyak peserta didik yang mempunyai kebiasaan ngeyel, kebiasaan, mengolok-olok, dan kebiasaan bertindak nakal. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan kepada sesama temannya, akan tetapi yang lebih parah lagi kebiasaan-kebiasaan tersebut dilakukan terhadap gurunya.

Sementara di rumah, masih banyak anak-anak yang yang suka melakukan kebiasaan buruk serupa terhadap orang tua mereka, begitu juga di lingkukangan masayarakat tempat tinggal mereka.

Dalam kitab Ta’limul Muta’allim, kitab yang menjelaskan tentang konsep belajar, pada bab ilmu dijelaskan bahwa ilmu yang perioritas dalam kehidupan sosial manusia adalah ‘Ilmul Hal. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu akhlak, yakni ilmu yang membahas tentang adab dan sikap seseorang dalam kehidupa sosial. Karena sejatinya orang yang berilmu akan mengimplentasikan dirinya sebagai orang yang beradab. Semakin tinggi ilmu seseorang, maka akan semakin baik akhlaknya, bukan sebaliknya.

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum