Sopan Santun Kepada Orang Tua

Kamis, 25 April 2013 0 komentar


Berbakti terhadap kedua orang tua dan bahwa mereka adalah yang paling berhak menerima kebaktian tersebut
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:  Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)
  • Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)
Mengutamakan kebaktian kepada kedua orang tua daripada salat sunat dan perkara sunat lainnya
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Seorang yang bernama Juraij sedang salat di sebuah tempat peribadatan, lalu datanglah ibunya memanggil. (Kata Humaid: Abu Rafi` pernah menerangkan kepadaku bagaimana Abu Hurairah ra. menirukan gaya ibu Juraij memanggil anaknya itu, sebagaimana yang dia dapatkan dari Rasulullah saw. yaitu dengan meletakkan tapak tangan di atas alis matanya dan mengangkat kepala ke arah Juraij untuk menyapa.) Lalu ibunya berkata: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kebetulan perempuan itu mendapati anaknya sedang melaksanakan salat. Saat itu Juraij berkata kepada diri sendiri di tengah keraguan: Ya Tuhan! Ibuku ataukah salatku. Kemudian Juraij memilih meneruskan salatnya. Maka pulanglah perempuan tersebut. Tidak berapa lama perempuan itu kembali lagi untuk yang kedua kali. Ia memanggil: Hai Juraij, aku ibumu, bicaralah denganku! Kembali Juraij bertanya kepada dirinya sendiri: Ya Tuhan! Ibuku atau salatku. Lagi-lagi dia lebih memilih meneruskan salatnya. Karena kecewa, akhirnya perempuan itu berkata: Ya Tuhan! Sesungguhnya Juraij ini adalah anakku, aku sudah memanggilnya berulang kali, namun ternyata dia enggan menjawabku. Ya Tuhan! Janganlah engkau mematikan dia sebelum Engkau perlihatkan kepadanya perempuan-perempuan pelacur. Dia berkata: Seandainya wanita itu memohon bencana fitnah atas diri Juraij niscaya ia akan mendapat fitnah. Suatu hari seorang penggembala kambing berteduh di tempat peribadatan Juraij. Tiba-tiba muncullah seorang perempuan dari sebuah desa kemudian berzinalah penggembala kambing itu dengannya, sehingga hamil dan melahirkan seorang anak lelaki. Ketika ditanya oleh orang-orang: Anak dari siapakah ini? Perempuan itu menjawab: Anak penghuni tempat peribadatan ini. Orang-orang lalu berbondong-bondong mendatangi Juraij. Mereka membawa kapak dan linggis. Mereka berteriak-teriak memanggil Juraij dan kebetulan mereka menemukan Juraij di tengah salat. Tentu saja Juraij tidak menjawab panggilan mereka. Akhirnya mulailah mereka merobohkan tempat ibadahnya. Melihat hal itu Juraij keluar menemui mereka. Mereka bertanya kepada Juraij: Tanyakan kepada perempuan ini! Juraij tersenyum kemudian mengusap kepala anak tersebut dan bertanya: Siapakah bapakmu? Anak itu tiba-tiba menjawab: Bapakku adalah si penggembala kambing. Mendengar jawaban anak bayi tersebut, mereka segera berkata: Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu yang telah kami robohkan ini dengan emas dan perak. Juraij berkata: Tidak usah. Buatlah seperti semula dari tanah. Kemudian Juraij meninggalkannya. (Shahih Muslim No.4625).

Aib, Jika Umat Islam Tidak Bisa Bahasa Arab

Senin, 22 April 2013 0 komentar

Adalah merupakan aib, jika umat Islam bisa menguasai bahasa lain namun bahasa sendiri, bahasa Arab mereka tidak paham. Demikian  disampaikan dosen bahasa dan sastra Arab Universitas al-Azhar Mesir Syeikh Mohyeddien Sa’id Abdullah Ahmad dalam sebuah Seminar Akbar Bahasa Arab di Yogyakarta. “Aib bagi seorang Muslim yang sangat paham dengan bahasa selain bahasa Arab, namun mereka enggan untuk memahami dan mendalami bahasa Arab,” Sabtu  (02/03/2013 ) kemarin.

Seminar bertempat di gedung Pertemuan Hegar Yogyakarta membahas tentang “Revolusi Belajar Bahasa Arab Tanpa Harkat dengan Super Mudah, Cepat, Efektif dan Sangat Menyenangkan”.

Acara tersebut di hadiri oleh sekitar 80 peserta utusan dari berbagai macam lembaga pendidikan di Yogyakarta, mulai dari tingkat SD-MI, SMP-MTS,SMA-MA, dan bahkan perguruan tinggi.

Dalam paparannya Syeikh Mohyeddien Sa’id Abdullah Ahmad menyampaikan tentang urgensi bahasa arab bagi umat Islam.

Mohyeddien Sa’id Abdullah Ahmad mengatakan bahwa bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an. Bahasa Arab juga bahasa hadits dan bahasa ibadah sehingga setiap pribadi Muslim wajib memahaminya karena bahasa Arab adalah kunci dalam beragama dan merupakan pintu masuk dalam memahami al-Qur’an dan al Hadits. {yayan}

*Berita ini telah dimuat di http://www.hidayatullah.com/

Kesiapan Kurikulum 2013

Kamis, 18 April 2013 0 komentar


Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi, dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional.

Menyambut tahun ajaran baru 2013, kita akan dihapkan dengan kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013.  Kurikulum ini merupakan perbaikan dari kurikulum sebelumnya yakni KBK (Kurikulum berbasis Kompetensi) dan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Pada kurikulum 2013 ada perbaikan alur pikir dalam penyusunannya, materinya diperdalam dan diperluas, serta beban yang disesuaikan.

Penyusunan kurikulum 2013 ini disusun berdasarkan standart nasional pendidikan, yaitu standart kompetensi kelulusan, standart proses, standart isi, dan standart penilaian. Tidak hanya itu, kurikulum 2013 ini juga meringankan beban guru, karena beban administratif ada pada pemerintah. Sehingga guru dituntut untuk lebih pfofesional dan kreatif utamanya dalam menyampaikan materi kepada anak didiknya.

Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, karena erat kaitannya dengan kesiapan guru dan sekolah. Salah satunya sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR Popong Otje Djundunan di batam. Menurutnya guru harus dilatih agar bisa melaksanakan kurikulum yang baru karena kurikulum menuntut guru lebih kreatif. (Republika 18/04/13). Kendatipun demikian pemerintah tetap akan melanjutkan rencana tersebut pada tahun ajaran baru mulai juli 2013 mendatang.

Tidak hanya itu,akan tetapi kurikulum 2013 juga menuntut kesiapan fasilitas yang memadai di sekolah, sehingga belum siap diterpkan di pedalaman yang minim fasilitas, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa. (Republika 18/04/13).

Kebiasaan Baik dan Tiga Pesan Luqman Al-Hakim Kepada Anaknya*

Kamis, 11 April 2013 0 komentar


Salah satu cara meningkatkan kualitas dan kuantitas ketakwaan kita kepada Allah adalah dengan mencontoh amalan-amalan orang yang shaleh. Salah satunya yang tercatat dan diabadikan dalam al-Quran adalah Luqman al-Hakim.

Pada kesempatan ini khatib akan menyampikan tentang kebiasaan baik Luqman al-Hakim dan pesan penting yang disampaikan kepada anaknya.

Luqman al-Hakim merupakan seorang hamba Allah yang mempunyai prestasi yang luar biasa. Beliau adalah orang yang mempunyai pemahaman islam; kaya akan ilmu; dan mempunyai akhlak yang baik.

Ketika beliau ditanya tentang prestasi yang dicapainya beliau menjawab “ Hai saudaraku jika engkau menyukai apa yang aku katakan kepadamu kamupun insya Allah berprestasi seperti aku.”

Beliaupun melanjutkan perkataannya “1.) Aku memelihara dan memonitor pandanganku 2.) Menjaga lidahku 3.) Menjaga kesucian makananku 4.) Memelihara kemaluanku 5.) Berkata jujur 6.) Memenuhi janjiku 7.) Menghormati tamuku 8.) Memelihara hubungan baik dengan tetanggaku dan 9.) Meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuatku seperti yang engkau lihat.”

Kalau kita hitung ada sembilan kebiasaan baik yang senantiasa dilakukan oleh Luqman al-Hakim sehingga beliau menjadi manusia yang berprestasi disisi Allah. Seandainya kita bisa mengamalkan sembilan amalan kebiasaan baik yang biasa dilakukan oleh Luqman al-Hakim maka tidak mustahil kitapun akan menjadi manusia yang berprestasi disisi Allah.

Tidak hanya itu Luqman al-Hakim juga senantiasa berpesan kepada anaknya yang mana pesan tersebut juga pantas dan bahkan wajib menjadi pegangan bagi kita sebagai seorang muslim. Beberapa pesan Luqman al-hakim yang disampaikan kepada anaknya diantaranya adalah :
1.      Beliau berpesan kepada anaknya agar senantiasa tidak syirik kepada Allah. “ Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya : wahai anakku janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar “ ( QS.Luqman :13 )
2.      Beliau berpesan kepada anaknya untuk senantiasa melaksanakan sholat dan menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. “ Wahai anakku laksanakanlah shalat dan suruhlah manusia berbuat yang ma’ruf dan cegahlah mereka dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting “ ( QS.Luqman : 17 )
3.      Beliau berpesan kepada anaknya untuk tidak sombong karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. “ Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan berjalan di bumi dengan angkuh. Sunnguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri “
( QS.Luqman : 18 )

Sembilan kebiasaan baik dan tiga pesan penting yang disampaikan Luqman al-Hakim kepada anaknya cukup menjadi referensi bagi kita untuk mengantarkan diri kita menjadi orang yang shaleh dan berprestasi di sisi Allah swt. Semoga kita semua senantiasa bisa melakukan kebiasaan dan memegang pesan tersebut. []

*Disampaikan oleh Subliyanto pada khotbah Jum’at di masjid al-Manar Sleman Yogyakarta 12 April 2013

Tugas dan Fungsi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Rabu, 10 April 2013 0 komentar

A.   KEPALA SEKOLAH
1.    Kepala Sekolah Sebagai Leader
a.    Memiliki kepribadian yang kuat, jujur, percaya diri, bertanggung jawab, berani mengambil resiko, dan berjiwa besar
b.    Memahami kondisi guru
c.    Memiliki visi dan misi serta memahaminya
d.    Mampu mengambil keputusan, baik keputusan intrn maupun ekstern
e.    Mampu berkomunikasi dengan baik, baik secara lisan maupun tertulis
2.    Kepala Sekolah Sebagai Pendidik
a.    Membimbing guru dalam hal menyusun dan melaksanakan program pengajaran, mengevaluasi hasil belajar, dan melaksanakan program pengajaran dan remedial
b.    Membimbing pegawai dan karyawan dalam hal menyusun program kerja dan melaksanakan tugas sehari-hari
c.    Membimbing siswa dalam semua kegiatan sekolah
d.    Melaksanakan pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan
3.    Kepala Sekolah Sebagai Manajer
a.    Mengelola administrasi kegiatan belajar mengajar dan kegiatan bimbingan
b.    Mengelola administrasi kegiatan kemuridan
c.    Mengelola administrasi ketenagaan
d.    Mengelola administrasi keuangan
e.    Mengelola administrasi sarana dan prasarana
4.    Kepala Sekolah Sebagai Administrator
a.    Menyususn program kerja, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang
b.    Menyusun struktur organisasi sekolah
c.    Menggerakkan semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas
d.    Mengoptimalkan sumber daya manusia yang terlibat dalam sekolah
e.    Mengoptimalkan sarana yang dimiliki sekolah
5.    Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
a.    Menyusun program supervisi, pengawasan, dan evaluasi
b.    Melaksanakan program super visi
c.    Merencanakan pengembangan sekolah melalui hasil supervisi
6.    Kepala Sekolah Sebagai Inovator
a.    Mampu mencari dan menemukan serta mengadopsi gagasan baru dari pihak lain
b.    Mampu melakukan pembaruan di berbagai macam kegiatan, bimbingan, dan pembinaan
7.    Kepala Sekolah Sebagai Motivator
a.    Mampu mengatur lingkungan kerja
b.    Mampu mengatur suasana pelaksanaan yang memadai
c.    Mampu memberi penghargaan dan sangsi yang sesuai dengan aturan yang berlaku

Menjadi Guru Profesional

Selasa, 02 April 2013 0 komentar

Akhir-akhir ini guru profesinal kerap menjadi perbincangan di kalangan pemerhati pendidikan. Apalagi di dukung dengan adanya program-program pemerintah yang terkait dengan kesejahteraan guru.Profesionalisme guru diharapkan mampu melahirkan anak didik yang berkualitas.

Namun, terkadang sangat ironis jika profesionalisme guru hanya diukur dengan kemampuan mereka dalam menyusun RPP dan silabus. Apalagi hanya dijadikan cover untuk kepentingan sesaat yang tidak diimbangi dengan perbaikan yang sesungguhnya.

Tepat kiranya wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam melakukan perubahan konsep kurikulum pada tahun 2013, yang mana pada kurikulum 2013 tersebut beban administratif ada pada pemerintah, sehingga dapat meringankan beban guru.Dari kebijakan tersebut guru dituntut untuk lebih pfofesional dan kreatif utamanya dalam menyampaikan materi kepada anak didiknya.

Guru mempunyai peranan penting dalam mensukseskan roda pendidikan. Oleh karenanya sebagai seorang guru harus senantiasa meningkatkan kualitas intelektualnya, kulaitas spritualnya, dan kualitas emosionalnya. Karena dengan tiga kemampuan tersebut seorang guru dapat mengantarkan anak didiknya menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Dalam membimbing anak didiknya, seorang guru akan dihadapkan dengan berbagai macam tipe anak. Karenanya, guru hendaknya menerapkan konsep Asah, Asih,dan  Asuh. Dengan konsep tersebut maka hubungan antara guru dan anak didik akan terasa nyaman dan menyenangkan. Sehingga, dalam menyampaikan materi pelajaran juga lebih mudah.

Pendidik atau guru mempunyai kewajiban untuk mengasah kemampuan yang ada pada dirinya, baik kemampuan intelektual, kekuatan spiritual, maupun kemampuan emosional, karena guru merupakan salah satu sumber ilmu bagi anak didiknya.

Seorang guru akan menjadi model bagi anak didiknya, sehingga benar jika dikatakan bahwa “Guru adalah seseorang yang patut digugu dan ditiru”. Karenanya perkataan, sikap, dan tindakan seorang guru menjadi referensi bagi kehidupan anak didiknya.

Dalam perannya, guru mempunyai kewajiban untuk membimbing dan memberikan arahan kepada anak didiknya dengan penuh kasih sayang serta penuh tanggung jawab, sehingga keharmonisan antara guru dan anak didik akan tercipta, dan tindak kekerasan di lingkungan sekolah tidak terjadi.

Sejatinya, tugas dan fungsi utama guru adalah mendampingi anak didik dalam belajar, dan berperan aktif dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada mereka. Karenanya seorang guru harus menjadi pelayan dan memberikan pelayanan terbaik bagi anak didiknya, karena “pelayanan yang baik akan melahirkan kualitas yang baik”. []

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum