Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Kamis, 27 Juni 2013 0 komentar

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam sejarah kehidupan manusia, karena dengan pendidikan, seseorang akan mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui, serta mengerti mana yang baik dan mana yang buruk. Sementara pendidikan juga telah berkembang pesat dan menunjukkan hasil yang luar biasa. Salah satu hasil perkembangan pendidikan adalah lahirnya pendidikan Integrated School.

Lahirnya Integrated School berawal dari munculnya data mengenai jumlah penyandang autis di Indonesia oleh biro sensus Amerika dinyatakan telah mencapai 475.000 orang (Kompas,2005). Menurut Suyanto (2005) dalam buku Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini dikatan bahwa Indonesia memang tidak di hadapkan pada kondisi yang sangat ekstrim seperti di amerika.

Undang-undang pendidikan Amerika menyatakan bahwa semua warga Amerika Serikat berhak atas pelayanan pendidikan yang sama. Sehingga pada akhirnya sekolah di Amerika harus menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) baik fisik maupun mental untuk dapat sekolah sama seperti anak pada umumnya, sehingga lahirlah sekolah Inklusi.

Sekolah Inklusi merupakan sekolah yang menyelenggarakan proses pembentukan program pembelajaran berdasarkan tujuan pendidikan atau tujuan sosial, yang di desain untuk memenuhi kebutuhan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Dalam buku psikologi dan pendidikan anak luar biasa terdapat beberapa definisi mengenai anak luar biasa yang kemudian dikenal dengan anak berkebutuhan khusus (ABK). Geartheart (1981) mendefinisikan anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang memerlukan persyaratan pendidikan yang berbeda dari rata-rata anak normal, dan untuk belajar secara efektif memerlukan program, pelayanan, fasilitas, dan materi khusus (Mangunsong,1998).

BLSM Menjadi Kabar Baik dan Kabar Buruk

Sabtu, 22 Juni 2013 0 komentar

Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) merupakan program bantuan yang dicetuskan oleh pemerintah mengiringi diputuskannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. BLSM diperuntuhkan bagi masyarakat miskin di seluruh Tanah Air, yang mana pengambilannya melalui Kantor Pos dengan menggunakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Selain untuk pengambilan BLSM, KPS juga dapat digunakan oleh warga miskin untuk menerima bantua siswa misikin dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta pengambilan bantuan raskin.

Sebagaimana dilangsir Koran Harian Kedaultan Rakyat (KR) edisi Jum’at 21 Juni 2013, mikanisme pencairan BLSM dengan KPS adalah : 1) Warga datangi Kantor Pos membawa KPS dan kartu identitas/KTP. 2) Petugas keamanan cocokkan identitas dengan KPS. 3) Diarahkan ke loket antrian sesuai dengan abjad. 4) Pencairan dengan menyerahkan KPS ke petugas loket. 5) Petugas loket menggeskkan KPS ke card reader. 6) Uang BLSM diserahkan dan KPS dikembalikan. Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat miskin. Namun,juga menjadi kabar buruk bagi mereka.

Pertama menjadi kabar baik karena dalam beberapa bulan kedepan masyarakat miskin akan mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah walaupun sifatnya sementara. Bantuan tersebut sebesar Rp.150.000 yang mana pencairan BLSM ini akan dicairkan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama untuk bulan Juni-Agustus, dan tahap kedua untuk jatah bulan September-Oktober.

Namun disisi lain, kabar baik ini membuat jumlah masyarakat miskin bertambah. Salah satu contohnya di Yogyakarta yang rencananya merupakan tempat pencairan awal atau launching BLSM. Jumlah penerima di wilayah ini meningkat tajam. Jika sebelumnya 104.591 KK, kini menjadi 288.391 KK. (KR 21 Juni 2013).

Kedua kabar baik ini juga menjadi kabar buruk bagi mereka. Hal ini bisa terjadi karena saat pengambilan BLSM bisa dipastikan akan terjadi antrian panjang yang secara otomatis memicu terjadinya desak-desakan yang tidak akan terelakkan.

Prediksi inilah yang menjadikan BLSM dinilai tidak solutif dan bahkan tidak mendidik. Kiranya semua masyarakat sudah bisa membayangkan, bagaimana jika seorang rakyat miskin yang sudah tua harus berdesak-desakan untuk mendapatkan yang namanya BLSM ? lantas apa yang yang akan terjadi ? Tentu hal ini yang juga menjadi salah satu kajian kalangan yang menolak rencana kenaikan BBM dan sekaligus program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Yang jelas, pemerintah akan cerdas dalam menyikapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Namun, alangkah lebih cerdas lagi kiranya jika kenaikan harga BBM dan pembagian BLSM benar-benar demi rakyat, apabila dibarengi dengan solusi yang lebih efektif dan efisien serta lebih aman.

Hemat penulis, salah satu solusi yang lebih efektif dan efisien serta lebih aman dalam pembagian BLSM adalah “Door to door”. Yakni dengan cara memanfaatkan petugas khusus dalam hal ini pihak yang berwenang untuk mendistribusikan BLSM dengan mendatangi langsung rumah masing-masing masyarakat yang berhak menerima BLSM sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah.

Cara ini mungkin membutuhkan waktu yang sedikit agak lama dalam pendistribusian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Namun, cara ini akan memberikan efek positif yang lebih, utamanya dalam hal keamanan. Selain itu, cara ini juga sekaligus akan menjadi bahan evaluasi langsung terkait tepat atau tidaknya sasaran penerima BLSM.

Kajian Teoritis Tentang Dakwah

Rabu, 12 Juni 2013 0 komentar


A.   Kajian Tentang Dakwah
1.    Pengertian Dakwah
Dakwah merupakan serangkaian perjuangan keagamaan yang selalu berkaitan dengan aktivitas manajerial (amaliyyah al idariyyah) secara professional untuk mempengaruhi, mengajak dan menuntun manusia menuju kebenaran Islam. 
Untuk memperjelas serta mempermudah pemahaman tentang dakwah, penulis akan membahas pengertian dakwah tersebut dari dua aspek, yaitu bahasa (etimologi) dan aspek istilah (terminologi).
a.    Pengertian Dakwah Menurut Bahasa (Etimologi)
Ditinjau dari  aspek bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab dengan  kata kerja lampau (fi’il madli) دعا dan  fiil mudhori’  يدعو  dengan mashdar lafadz  دعوة  yang berarti memanggil, menyeru dan mengajak.1  Istilah ini sering diberi arti  yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amr ma’ruf nahi munkar, mauidzah hasanah, tabsyir, indzar, washiyyah, tarbiyyah, ta’lim, dan khotbah.2
Dengan demikian, secara etimologi pengertian dakwah merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) pesan‑pesan tertentu yang berupa ajakan, atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut.
b.    Pengertian Dakwah Menurut Istilah (Terminologi)
Pengertian dakwah secara istilahy dapat disimpulkan bahwa, esensi dakwah merupakan aktivitas dan upaya untuk mengubah manusia, baik secara individu maupun masyarakat dari situasi yang tidak baik kepada situasi yang lebih baik. 3
   Kegiatan mendorong manusia untuk berbuat lebih baik, merupakan  suatu proses pengamalan terhadap ajaran agama yang di sampaikan dengan tanpa adanya unsur‑unsur paksaan dan dilakukan atas dasar kesadaran akan kewajiban moral setiap individu muslim terhadap agamanya. Sebagaimana definisi dakwah yang dikemukakan oleh Syaikh Ali Mahfudz dalam kitab Hidayat al Mursyidin Ila Thuruq al Wa’dzi Wa al Khitabah  sebagai berikut:
حث الناس على الخير والهدى والأمر بالمعروف والنهي عن المنكرليفوزوا بسعادة العاجل والأجل. (الشيخ على محفوظ, هداية المرشدين إلى طروق الوعظ والخطابة: 17)

   Artinya:“Mendorong manusia untuk berbuat baik, memberi petunjuk, menyuruh yang ma’ruf dan melarang yang munkar untuk mencapai kebahagiaan didunia dan akhirat.”4

Dari pengertian dakwah tersebut dapat disimpulkan bahwa, dakwah memiliki tiga unsur pengertian yang paling pokok, yaitu sebagai berikut:
1)    Dakwah adalah merupakan suatu proses penyelenggaraan suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan secara sadar dan disengaja.
2)    Mengajak manusia untuk beriman dan mentaati Allah atau memeluk agama  Islam, dan Amar ma'ruf Nahi munkar.
3)    Proses penyelenggaraan usaha tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang diridhai Allah (li naili mardlotillahi)..

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum