Delapan Manfaat Puasa

Jumat, 27 Juni 2014 0 komentar


Delapan Keistimewaan Bulan Ramadhan

Kamis, 26 Juni 2014 0 komentar


Keindahan dan Kebahagiaan

0 komentar


Keindahan dan Kebahagiaan

0 komentar


Adab Menyambut Bulan Ramadhan

Rabu, 25 Juni 2014 0 komentar

Terdapat beberapa adab dalam menyambut bulan Ramadhan, diantaranya :

1. Memperbanyak do'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 
Salah satu kebiasaan generasi shalih sebelum masuk bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak berdo'a kepada Allah. Bahkan dari beberapa riwayat diceritakan bahwa ada diantara Salafusshalih yang memohon kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan bulan ramadhan sejak enam bulan sebelumnya.

2. Bersuci dan membersihkan diri. 
Bersuci dan membersihkan diri memepunyai sifat maknawi seperti taubat, yakni membebaskan diri dari dosa dan maksiat. Rasulullah bersabda "Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya, maka tidak ada bagi Allah kepentingan terhadap meninggalkan makan dan minumnya" (HR.Al-Bukhari)

3. Mempersiapkan jiwa. 
Untuk mempersiapkan jiwa menyambut bulan suci Ramadhan dapat dilakukan dengan memperbanyak amalan-amalan baik pada bulan Sya'ban, karena pada bulan ini Allah mengangkat amalan-amalan. Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Umar Zaid berkata kepada Rasulullah : "Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang ada sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya'ban. Rasulullah menjawab, karena bulan itu (Sya'ban) adalah bulan yang manusia lalai. Terletak antara Rajab dan Ramadhan. Dan pada bulan itu (Sya'ban) adalah bulan diangkatnya amal-amal ke Rabbul 'alamin, maka aku suka jika ketika amalku diangkat, akau dalam kedaan berpuasa. (HR.An-Nasa'i)

4. Mempelajari hukum-hukum puasa dan mengenal  petunjuk Rasullah.
Sebelum menjalankan ibadah puasa hendaknya kita mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan puasa, yang meliputi syarat dan rukunnya serta adab dan sunnah-sunnahnya.

5. Merencanakan program diri
Menyambut bulan suci ramadhan hendaknya kita membuat perencanaan-perencanaan kegiatan amal shalaih yang akan kita lakukan di bulan ramadhan. Sehingga dengan amal shalih tersebut dapat mengantarkan diri kita menjadi insan yang sukses yang kesuksesan itu dapat dibuktikan dengan kualitas ketakwaan kita kepada Allah.

Marhaban Ya Ramadhan

0 komentar

Taka lama lagi kita akan kedatangan tamu mulia dan terhormat, yaitu bulan suci Ramadhan. Satu bulan yang dalam penanggalan Hijriah senantiasa dirindukan kedatangannya oleh kaum muslimin.

Pendidikan Bagi Masyarakat Tak Mampu

Selasa, 24 Juni 2014 0 komentar

PENDIDIKAN adalah pengembangan seluruh aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek kognitif, aspek afektif, maupun aspek psikomotorik. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 1, pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalaui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Manajemen Kemuridan

Rabu, 11 Juni 2014 0 komentar

     A.    Pendahuluan
Prinsip-prinsip manajemen sebenarnya sudah dipraktekkan oleh Islam sejak zaman Rasulullah Saw dahulu. Dalam ajaran Islam segala bentuk pekerjaan harus dilakukan secara benar, rapi, tertib, dan teratur, serta proses-prosesnya dilalui sesuai prosedur. 
B.     Landasan Pemikiran
Sabda Rasulullah Saw: ‘’Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melakukan sesuatu pekerjaan, dilakukan secara itqan (tepat, terarah, jelas, dan tuntas.’’ (HR. Thabrani). 
C.    Manajemen Kemuridan
Manajemen dalam arti mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, benar, tepat, dan tuntas merupakan hal yang diwajibkan (disyariatkan) Islam. Arah pekerjaan yang jelas, landasan yang mantap, merupakan amal perbuatan yang dicintai Allah Swt. 
Ihsan artinya adalah melakukan sesuatu secara maksimal dan optimal dari hal-hal yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Tidak ada istilah kecil, remeh di dalam ajaran Islam. Hal kecil yang diabaikan akan berakibat fatal terhadap pekerjaan. Seperti Nabi Saw, pernah menegur seseorang untuk mengulangi wudhu karena lupa mencuci ujung jari kakinya. 
Dengan melakukan sesuatu secara benar, baik, rapi, terencana, dan terorganisasi akan terhindar dari keragu-raguan. Sesuatu yang didasarkan atas keragu-raguan akan melahirkan hasil yang tidak optimal, bahkan tidak bermanfaat.
Manajemen merupakan suatu keniscayaan, terutama bagi suatu lembaga pendidikan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Lembaga pendidikan yang menerapkan manajemen dengan baik akan mencapai hasil yang baik pula. Ali bin Abi Thalib ra, menggambarkan betapa kebatilan dengan manajemen yang baik akan mengalahkan kebaikan yang tidak diorganisir dengan baik. 
Manajemen kemuridan adalah sebuah sistem yang mencakup aturan-aturan yang berkaitan dengan keberadaan murid di sebuah lembaga pendidikan. Aturan-aturan tersebut terintegrasikan dengan peraturan sekolah sehingga secara otomatis menjadi aturan baku yang ditetapkan oleh sekolah yang kemudian di break down menjadi Standart Operating Prosedure (SOP). 
Peraturan-peraturan tersebut meliputi :
  • tata tertib kedatangan murid
  • tata tertib kepulangan murid
  • tata tertib keterlambatan murid
  • tata tertib proses kegiatan pembelajaran
  • tata tertib kegiatan istirahat
  • tata tertib kegiatan ibadah
  • pengembangan potensi diri
Sebagai langkah terakhir dari prinsip manajemen tentunya adalah adanya evaluasi dan tindak lanjut dari hasil evaluasi. Sehingga setelah tahapan-tahapan tersebut dilakukan akan muncul sebuah kesimpulan dari keberhasilan sebuah proses pendidikan. Dan dari kesimpulan itulah seorang pendidik dalam hal ini guru dapat memberikan penilaian terhadap peserta didik.
D.    Perangkat Manajemen Kemuridan
Perangkat manajemen kemuridan terdiri dari dua hal yaitu perilaku pelaku manajemen, dan system pengendalian manajemen.
Perilaku pelaku manajemen senantiasa didasari atas keimanan dan ketauhidan, sehingga semua kegiatan yang dilakukan akan terhindar dari kemaksiatan, penyelewengan dan kecurangan karena menyadari adanya pengawasan dari Allah Swt, yang mencatat semua perbuatan baik dan buruk. Setiap kegiatan dalam manajemen kemuridan diupayakan menjadi amal saleh. Amal saleh tidak semata-mata diartikan perbuatan baik, tetapi perbuatan baik yang dilandasi iman. 
Dalam ajaran Islam suatu perbuatan dinilai sebagai amal saleh apabila memenuhi syarat sebagai berikut. Pertama, niat yang ikhlas karena Allah Swt, kedua, tata cara pelaksanaan yang sesuai syari’at seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw, dan ketiga, dilakukan dengan penuh kesungguhan, terencana, teratur, dan tuntas.
Jadi amal saleh adalah perbuatan yang dikerjakan dengan menerapkan manajemen. Dan dengan manajemen yang baik dengan sendirinya akan menghasilkan amal saleh. Beberapa fungsi manajemen yang dilakukan oleh perilaku pelaku manajemen adalah; perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. 
Ada beberapa karakter yang dimiliki oleh Bagian Kemuridan, antara lain disiplin/ketegasan, musyawarah, keterbukaan, mampu menempatkan dan mendelegasikan tugas kepada bawahan sesuai degan kemampuan masing-masing, mampu memotivasi bawahan dan mampu memberikan teladan yang baik. 
Sistem pengendalian manajemen dalam hal ini sistem yang baik akan menjadikan perilaku pelakunya berjalan dengan baik. Termasuk di dalamnya adanya sistem yang baik dalam pelaksanaan program hingga sistem kontrol dan evaluasi yang akan menjaga keberlangsungan program-program yang ada. 
Dengan demikian, program tersebut akan tetap berjalan dengan baik dan memiliki parameter keberhasilan yang jelas. Dan final dari proses ini adalah terbentuknya pembiasaan yang baik khususnya bagi murid dan guru.
E.        Penerapan Manajemen Kemuridan
Beberapa tahapan dalam menerapkan manajemen kemuridan dalam melaksanakan program-programnya, antara lain :
1.         Identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dirasakan atau terjadi.
2.        Perumusan tujuan dan target kegiatan yang jelas (memenuhi kebutuhan atau memecahkan permasalahan point pertama).
3.       Pemilihan metode yang tepat (mampu memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah dan mampu menciptakan situasi sesuai tujuan dan target yang sudah dirumuskan secara jelas).
4.    Mengelola tenaga yang melaksanakan (membentuk tim/kepanitiaan untuk melaksanakan, meliputi perencanaan perangkat/fasilitas dan dana yang dibutuhkan untuk kegiatan).
5.  Mengelola sumber daya yang dibutuhkan (pada prinsipnya, semua guru untuk bisa melaksanakan program dan berkomitmen).
6.         Mengelola waktu yang tersedia (penjadwalan tahap-tahap kerja/time schedule program).
7.    Monitoring (memperhatikan bersama secara serius pada perkembangan dan hambatan di setiap tahap-tahap kerja melalui komunikasi intensif, sesuai indikator/tolok ukur yang ada).
8.     Evaluasi (menemukan kelebihan/kekuatan dan kekurangan/kelemahan setiap tahap kerja, sesuai indikator/tolok ukur yang ada).
9.    Follow up/tindak lanjut (suatu kegiatan lanjutan yang perlu dilakukan jika pada saat evaluasi disimpulkan bahwa tujuan dan target program belum terpenuhi).
10. Penjagaan program (program yang baik hendaknya dijaga dan ditingkatkan, sehingga program ini menjadi pembiasaan harian untuk selalu diamalkan (habit forming).

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum