Antara Guru dan Artis

Kamis, 27 November 2014

Oleh : Subliyanto*

Tanggal 25 Nopember kemarin kita baru merayakan Hari Guru Nasional, dimana hampir semua guru berkumpul di sebuah lapangan untuk mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Sejalan dengan itu ucapan hari guru juga ramai diperbincangkan di media sosial. namun sangat ironis ketika membaca status sebagian pengguna media sosial yang membandingkan antara guru dengan artis.

Salah satu yang menjadi fokus perbandingannya adalah soal gaji guru. Menurutnya Guru yang mendidik manusia untuk menjadi pribadi yang baik dan berkarakter kesejahteraan yang mereka dapatkan tidaklah seberapa, bahkan sangat minim. Sementara artis yang pekerjaan mereka hanya menghibur manusia agar senang, penghasilan mereka sangat melambung tinggi dari pada guru.

Tentunya perbandingan ini sangat tidak relevan, karena tugas guru sangatlah berbeda dengan tugas artis. Orientasi guru juga sangat berbeda dengan orientasi artis.

Guru mempunyai tugas mulia. Dia bertugas untuk memberi arahan dan bimbingan yang baik kepada manusia guna menjadi manusia yang cerdas dan bermoral. Sementara artis hanya bertugas menghibur para penggemmarnya agar mereka senang. Bahkan untuk membuat penggemarnya senang tidak sedikit artis yang sampai melanggar norma-norma yang seharusnya menjadi panduan hidup mereka.

Dari segi orientasi, guru juga sangatlah berbeda dengan artis. Guru berorientasi untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang baik. Tidak hanya baik di dunia akan tetapi baik di akhirat kelak. Sehingga seorang guru dituntut untuk menjadi contoh yang baik dalam setiap gerak-geriknya.

“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya”

Ungkapan inilah yang menjadi landasan para guru, sehingga orientasi mereka tidak hanya dunia semata akan tetapi dunia akhirat. Karena disanalah kehidupan yang sesungguhnya. Walaupun kita akui bahwa masih terdapat oknum guru yang belum amanah dalam menjalankan tugasnya. Namun hal itu jumlahnya sangatlah sedikit.

Sementara artis, tidak sedikit yang orientasi mereka hanya duniawi saja. Hal ini dapat kita lihat dan kita nilai dalam keseharian mereka. Kebebasan sudah menjadi keseharian mereka, kemegahan sudah menjadi ajang pertunjukan mereka. Sedikit dari mereka yang dapat memberikan contoh yang baik kepada kita. Bahkan yang mendominasi justru tampilan dan tindakan yang tidak layak kita tiru.

Padahal kehidupan dunia hanyalah sementara, kehidupan yang kekal dan abadi adalah kehidupan dimana kelak setiap manusia dibangkitkan dan bertemu dengan Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya.

Akhirnya selamat berjuang bagi para guru, semoga amalmu bermanfaat dan menjadi tabungan kelak di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Wallahu A’lam []


*Penulis adalah Pendidik di Sleman Yogyakarta

1 komentar:

  1. Anonim mengatakan...:

    Tenang saja nanti gaji guru sebentar lagi akan dinaikkan 25%...

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum