Istilah-Istilah dalam Pendidikan 3

Sabtu, 07 Maret 2015 0 komentar

Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan yang dimaksud.

Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik dalam satu tahun ajaran,kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Permulaan Tahun Ajaran adalah waktu dimulainya kegiantan pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan

Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.

Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan local, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pembelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum (termasuk hari-hari besar nasional), dan hari libur khusus.

Striktur Kurikulum adalah merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam lima kelompok, yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulya, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi estatika jasmani olahraga dan kesehatan.

Sumber Belajar adalah segala sesuatu yang ada disekitar lingkungan kegiatan belajaar yang dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar (output), namun juga dapaat dilihat dari proses berupa interaksi siswa dengan berbagai macam sumber yang dapat merangsang untuk terjadinya proses belajar dan mempercepat penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif terhadap bidang ilmu yang dipelajarinya.

Pemanfaatan Sumber Belajar adalah dapat dikatagorikan menjadi dua, yaitu sumber belajar yang sengaja dirancang untuk pembelajaran (by design) dan sumber belajar yang dapat langsung dimanfaatkan yang berada dilingkungan tempat kegiatan belajar yang tidak secara khusus dirancang untuk pembelajaran (by utilization).


*Sumber : Rusman, Glosarium, Manajemen Kurikulum, Jakarta : Rajawali Pers, 2009

     **Tulisan ini akan dilanjutkan dengan Istilah-Istilah dalam Pendidikan 4

Istilah-Istilah dalam Pendidikan 2

0 komentar

Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,pengetahuan, dan keterampilan. Standar kompetisi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran adalah kualaifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewrga negaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika dan jasmani, olahraga dan kesehatan.

 Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah  kualifikasi kemapuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapka dicapai pada setiap tingkat dan atau semester untuk mata pelajaran tertentu.

Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester. Standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.

Kompetensi Dasar adalah merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi.

Beban Belajar adalah dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka. Penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstrukter untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memerhatikan tingkat perkembangan peserta didik.

Kegiatan Tatap Muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik, materi pembelajaran, pendidik dan lingkungan.

Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka.  Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan dan percepatan.

Kegiatan Mandiri Tak Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.


*Sumber : Rusman, Glosarium, Manajemen Kurikulum, Jakarta : Rajawali Pers, 2009
     
     **Tulisan ini akan dilanjutkan dengan Istilah-Istilah dalam Pendidikan 3

Peran Guru Menuju UN

Rabu, 04 Maret 2015 0 komentar

Pendidikan merupakan pengembangan seluruh aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek kognitif, aspek afektif, maupun aspek psikomotorik. Ketiga aspek ini dikembangkan secara terus-menerus untuk tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri. Salah satunya adalah dengan memperbanyak latihan yang nantinya akan membawa perubahan dan perkembangan pada aspek-aspek tersebut.

Menjelang Ujian Nasional 2015, terdapat sebuah tradisi belajar yang dianggap sangat “mujarab” untuk keberhasilan peserta didik, khususnya dalam Ujian Nasional. Sementara Ujian Nasional itu sendiri termasuk salah satu indikator dari keberhasilan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.

Tradisi tersebut merupakan tradisi belajar untuk mengasah kemampuan peserta didik, yang dikemas dengan Latihan Ujian Nasional, atau yang lebih dikenal dengan Tray Out Ujian Nasional, yang mana pelaksanaanya dilaksanakan secara serentak pada setiap jenjeng pendidikan.

Tray Out termasuk salah satu metode dari sekian metode untuk mengembangkan aspek kognitif, aspek afektif, serta aspek psikomotorik pada peserta didik. Walaupun secara spesifik Tray Out dimaksudkan untuk kesuksesan peserta didik dalam menghadapi Ujian Nasioanal.

Kalau kita merujuk kepada sistem pembelajaran klasik, terdapat sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa “At Thariqatu Ahammu Minal Maddah, Wal Ustadzu Ahammu Minat Tariqah, Wa Ruhul Ustadzu Ahammu Min Kulli Hali”

Arti dari kaidah di atas adalah bahwa “metode lebih utama daripada materi, dan guru lebih utama daripada metode, serta ruh (semangat) guru lebih utama dari segalanya”.

Kaidah di atas secara garis besar menjelaskan bahwa peran guru sangatlah penting dalam mengantarkan peserta didiknya menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupannya.

Adanya Try Out Ujian Nasional, atau apapun bentuknya, pada hakikatnya merupakan amunisi bagi peserta didik agar mereka menjadi manusia pembelajar, manusia yang sadar akan pentingnya pendidikan, sehingga tumbuhlah pada mereka sikap kemadirian belajar.

Tapi sebaliknya, jika adanya Tray Out Ujian Nasional, atau metode apapun yang diberikankepada peserta didik justru membuat mereka bosan karena yang dibahas hanya itu-itu saja, sehingga melahirkan kemalasan pada diri mereka, maka itu pertanda sebuah kemunduran dalam pendidikan. Dan disitulah peran guru yang sesungguhnya.

Karenanya, kita sebagai guru hendaknya selalu memberi motivasi, arahan, dan bimbingan kepada mereka dalam setiap situasi dan kondisi. Jika guru tidak mampu membangkitkan semangat kepada peserta didiknya, yang kemudian akan memberikan efek tumbuhnya kesadaran belajar dan kemandirian belajar pada diri mereka, maka sistem pendidikan akan berjalan dengan pincang, dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara sempurna.


Tentunya semua itu bukan tugas yang ringan, dan tidak semua orang dapat melakukannya. Bahkan, dalam sebuah ungkapan dikatan bahwa “ Al Ilmu Fannun, Wat Ta’limu Fannun Akhar”. “Ilmu adalah seni, dan mengajar merupakan seni tersendiri”. Namun percayalah bahwa guru adalah tugas yang mulia. Wallahu A’lam []

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum