Ketika Narkoba Berada dalam Rumah Tangga

Selasa, 19 Mei 2015

Baru-baru ini kita di suguhkan dengan berita tentang  penelantaran lima anak oleh kedua orang tuanya. Mirisnya, bedasarkan penyelidikan kepolisian, hal itu ternyata merupakan salah satu dampak dari pemakaian Narkoba oleh kedua orang tua anak tersebut.

Tentunya berita ini sangat mengejutkan, pasalnya sebuah keluarga  yang seharusnya menjadi pendidikan utama bagi anak-anaknya, beralih fungsi menjadi sebuah markaz konsumsi Narkoba. Sehingga efek dari semua itu adalah kelalaian terhadap tanggung jawab yang seharusnya dilakukan oleh orang tua, baik bagi dirinya maupun bagi anak-anaknya.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kita sebagai orang tua. Anak adalah amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita, sehingga kita sebagai orang tua mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Salah satu kewajiban kita sebagai orang tua adalah merawat dan mendidik anak dengan baik dan benar. Anak merupakan generasi penerus perjuangan kita, generasi penerus perjuangan islam, sehingga kita sebagai orang tua harus memberikan arahan dan bimbingan serta kasih sayang kepada mereka agar menjadi generasi yang shaleh dan shalehah.

Selain itu anak juga merupakan investasi kita kelak. Jika kita merawatnya dan mendidiknya dengan baik hingga anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalehah, maka kitapun akan menjadi orang nomor satu yang akan mendapatkan nilai keshalehannya.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang berdo’a baginya” (HR.Muslim).

Namun sebaliknya, jika kita sebagai orang tua lalai terhadap amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita yang berupa anak, hingga anak kita menjadi anak yang tidak paham akan Islam, maka kita sebagai orang tua akan menjadi orang nomor satu pula yang akan dimintai pertanggung jawabannya.

Kita sebagai orang tua terkadang terlalu sibuk dengan masalah duniawi, sehingga tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak kita. Bahkan tak jarang ada orang tua yang karena kesibukan pekerjaannya ia berangkat saat anaknya masih tidur dan pulang saat anaknya juga sudah tidur, sehingga tanggung jawabnya dilimpahkan kepada pihak ketiga, yaitu pembantu rumah tangga.

Tentunya hal itu merupakan kebiasaan yang tidak baik dan sebisa mungkin untuk dihindari, karena anak-anak kita butuh kasih sayang dari kita sebagai orang tua, khususnya ibu, karena ibu adalah pendidikan pertama dan utama bagi anak-anaknya, “al ummu madrasatul ula”. Karenanya jangan tinggalkan anak-anak kita hanya karena kepentingan dunia semata.

Orang tua adalah tauladan bagi anak-anaknya, jika kita sebagai orang tua kita tidak mampu memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya, maka yang terjadi adalah sebuah kehancuran.

Sementara narkoba, sebuah zat yang memabukkan, yang dengannya manusia akan kehilangan akal sehatnya, sehingga semuanya akan terabaikan. Jika narkoba sudah masuk dalam lingkungan rumah tangga, maka yang terjadi adalah malapetaka. Apabila kejahatan narkoba sudah menguasai diri manusia, maka ia akan buta atas segalanya, ia lupa akan tugas dan tanggung jawabnya, karena ia sudah kehilangan kesdarannya.

Sebagai orang tua, setidaknya ada tiga hal yang bisa kita lakukan sebagai upaya untuk menghindari kejahatan narkoba yang semakin gencar peredarannya hingga saat ini.

Pertama, bertakwalah kepada Allah dimanapun kita berada, karena dengan ketakwaan akan mengantarkan kita kepada kebenaran, dan kebenaran akan mengantarkan kita kepada kebaikan, serta kebaikan akan mengantarkan kita kepada kasih sayang. Orang yang mencintai kebaikan akan dilindungi oleh Allah dari kejahatan.

Kedua, lindungi diri kita dan keluarga kita agar tidak terkontaminasi oleh lingkungan yang tidak sehat. Karena lingkungan merupakan sebuah pendidikan tidak langsung kepada kita ketika kita berada di tengah-tengah masyarakat.

Jika lingkungan kita baik, maka kitapun insya Allah akan ikut baik. Tapi jika lingkungan kita buruk, maka kita harus mempunyai benteng yang kuat agar tidak tergoda oleh keburukan-keburukan yang ada di dalamnya, bahkan kita mempunyai kewajiban untuk memberantasnya.

Ketiga, hendaknya kita memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan, karena dengan ilmu cahaya kebaikan akan terbuka.  Dengan ilmu kita akan bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Belajar tidaklah cukup di bangku sekolah, baik jenjang dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi, bahkan hingga gelar guru besar. Akan tetapi belajar adalah kewajiban manusia mulai dari buaian ibu hingga mati. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan kita. Sebagaimana sabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian ibu hingga ke liang lahat”.

Semoga fenomina-fenomina yang terjadi di sekitar kita dapat menjadi pelajaran bagi kita, sehingga kita bisa mengambil ibrah darinya, dan menjadi bekal bagi kita untuk senantiasa berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Kebaikan yang kita raih hari ini adalah sebuah prestasi yang harus kita syukuri. Sementara keburukan yang kita kerjakan hari ini menjadi sebuah evaluasi yang harus kita istighfari. Wallahu a’lam.[]

*Penulis adalah Subliyanto, pendidik di Sleman Yogyakarta

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum