PENYUSUNAN PROPOSAL DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Kamis, 05 November 2015

Oleh Kastam Syamsi[1] (Dosen FBS Universitas Negeri Yogyakarta)

  1. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Penyusunan proposal penelitian tindakan kelas (PTK) biasanya disajikan tidak dalam bab per bab, melainkan dalam bentuk pemberian seperti berikut ini.

A.    Judul

Judul penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) harus mencerminkan permasalahan yang ingin diubah, dikembangkan, ditingkatkan, atau ditumbuhkan, misalnya sikap terhadap sesuatu hal, motivasi belajar, keterampilan membaca, keterampilan bertanya, dan lain-lain. Selain itu, judul juga mencerminkan tindakan apa yang akan dilakukan. Ide tindakan yang akan dilakukan ini bisa berasal dari pengalaman, saran dari teman sejawat, atau hasil membaca buku/kepustakaan. Beberapa alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa, misalnya, antara lain pendekatan proses, pendekatan eklektik, atau pendekatan pengalaman berbahasa.

Pada umumnya, judul proposal penelitian berkisar antara 8 s.d. 12 kata. Judul yang kurang dari 8 kata mencerminkan terlalu luasnya permasalahan yang akan dibahas, dan sebaliknya judul terdiri lebih dari 12 kata mencerminkan terlalu sempitnya kajian yang akan dilakukan.

Sudah barang tentu, judul proposal penelitian haruslah bersifat problematis. Dengan membaca judul orang akan memahami permasalahan apa yang ingin dikaji dan dicoba untuk dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas.

B.   Pendahuluan

1.    Latar Belakang Masalah
Bagian ini pada dasarnya berisi tiga aspek utama. Pertama, deskripsikanlah keadaan ideal yang ingin dicapai berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi. Keadaan ideal ini barangkali sesuai dengan tujuan dalam kurikulum atau apa yang menjadi harapan umum. Dalam hal keterampilan membaca pada siswa, misalnya, keadaan yang diinginkan adalah bahwa para siswa mestinya memiliki keterampilan membaca yang memadai yang ditandai oleh karakteristik tertentu atau membaca itu sangatlah penting sebagai kunci sukses dalam belajar.

Kedua, deskripsikanlah keadaan yang nyata yang memang ada dan terjadi di lapangan. Keadaan ini dapat diperoleh melalui hasil pengamatan dan penagalaman sehari-hari dalam pelaksanaan tugas mengajar kita sebagai guru. Keadaan ini biasanya bertentangan dengan keadaan yang diharapkan. Dalam hal keterampilan membaca, misalnya, keadaan yang ada di lapangan bisa berupa siswa tidak terbiasa membaca, siswa lebih suka menonton televisi di rumah daripada membaca buku pelajaran, siswa lebih senang membaca komik daripada membaca buku pelajaran, siswa lebih suka mengisi waktu luang dengan bermain daripada membaca, atau hasil tes membaca siswa jelek.

Berdasarkan kedua aspek itu, dapat ditarik permasalahan yang akan dicoba untuk dipecahkan. Dalam hal keterampilan membaca, misalnya, berdasarkan keadaan ideal dan keadaan nyata di atas dapat ditarik permasalahan tentang (1) rendahnya sikap siswa yang positif terhadap kegiatan membaca, (2) rendahnya kebiasaan membaca para siswa, atau (3) rendahnya keterampilan membaca siswa. Karena keterbatasan waktu, peneliti boleh memfokuskan penelitiannya pada satu masalah saja.

Ketiga, deskripsikan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Upaya itulah yang nantinya akan menjadi alternatif tindakan. Upaya-upaya itu bisa berasal dari ide peneliti, hasil kolaborasi peneliti dengan teman sejawat, atau hasil membaca buku, majalah, atau jurnal ilmiah.
  
2.     Perumusan Masalah
Bagian ini berisi permasalahan apa yang hendak dicoba untuk diubah, dikembangkan, ditingkatkan, atau ditumbuhkan. Perumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat pertanyaan. Beberapa perumusan masalah berikut dapat dipertimbangkan sebagai contoh, misalnya (1) bagaimanakah upaya peningkatan sikap positif siswa terhadap kegiatan membaca melalui penerapan pendekatan proses?, (2) bagaimanakan upaya penumbuhan kebiasaan membaca melalui penerapan pendekatan proses?, atau (3) bagaimanakah upaya peningkatan keterampilan membaca melalui penerapapan pendekatan proses?

3.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran kegiatan penelitian sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Biasanya tujuan penelitian ini dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, misalnya, tujuan penelitiannya mungkin berupa (1) untuk meningkatkan sikap positif siswa terhadap kegiatan membaca melalui penerapan pendekatan proses, (2) untuk menumbuhkan kebiasaan membaca melalui penerapan pendekatan proses, atau (3) untuk meningkatkan keterampilan membaca melalui penerapapan pendekatan proses.

4.    Manfaat Hasil Penelitian
Bagian ini berisi kemanfaatan hasil penelitian bagi berbagai pihak. Dalam konteks pelajaran di kelas, misalnya, manfaat hasil penelitian itu dikaitkan dengan siswa dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar, dengan guru dalam upaya untuk meningkatkan profesionalisme, atau dengan sekolah dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah pada umumnya.

C.   Kajian Teori dan Hipotesis Tindakan

1.    Kerangka Teoretik
Bagian ini biasanya berisi tentang konsepsi teoretis hal-hal yang berkaitan permasalahan yang diteliti. Untuk itu, uraian dapat diperoleh terutama dengan cara membaca berbagai referensi yang terkait. Dalam hal keterampilan membaca, misalnya, dapat dideskripsikan hal-hal konsep membaca, tujuan membaca, jenis membaca, faktor penentu keberhasilan membaca, dan lain-lain.

2.    Tindakan yang akan Dilakukan
Bagian ini berisi tentang konsepsi teoretis tindakan yang akan dilakukan disertai dengan prosedur pelaksanaannya. Dengan kata lain, si peneliti harus dapat mendeskripsikan apa dan bagaimana dengan tindakan yang akan dilakukan? Dalam hal penerapan pendekatan proses, dapat dideskripsikan tentang konsep pendekatan proses dan prosedur pelaksanaan pendekatan proses dalam pembelajaran membaca.

3.    Hipotesis Tindakan
Berdasarkan paparan kerangka teoretis dan tindakan yang akan dilakukan, dapat diajukan hipotesis tindakan. Hipotesis tindakan ini dapat dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Beberapa contoh hipotesis tindakan misalnya: (1) jika pendekatan proses diterapkan dalam pembelajaran membaca, diharapkan sikap positif siswa terhadap kegiatan membaca dapat meningkat, (2) jika pendekatan proses diterapkan dalam pembelajaran membaca, diharapkan kebiasaan membaca siswa dapat tumbuh, atau (3) jika pendekatan proses diterapkan dalam pembelajaran membaca, diharapkan keterampilan membaca siswa dapat meningkat.

D.   Metode Penelitian

1.    Setting Penelitian
Pada bagian ini dideskripsikan tentang kapan dan di mana penelitian akan dilakukan. Penelitian tindakan kelas biasanya dilakukan di kelas dan sekolah tertentu serta dalam kurun waktu tertentu. Pada bagian ini juga dideskripsikan tentang subjek penelitian: siapa, jumlahnya berapa, dan karakteristiknya bagaimana. Selain itu, siapa kolabolator penelitian tindakan kelas ini juga disertakan. Kolabolator itu bisa kepala sekolah, wakasek, atau guru bidang studi sejenis.

2.    Prosedur Penelitian
Pada bagian ini dideskripsikan tahapan penelitian yang akan dilakukan. Tahapan itu mencakup perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan monitoring, dan refleksi.
a.    Perencanaan; deskripsikan tentang (1) rencana identifikasi permasalahan beserta caranya untuk memantapkan keadaan sebenarnya, (2) rencana alternatif tindakan yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran yang digunakan untuk mengubah, mengembangkan, menumbuhkan, atau meningkatkan, dan (3) rencana pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan alternatif tindakan yang dipilih dan disepakati.
b.    Implementasi Tindakan; deskripsikan tentang langkah-langkah implementasi tindakan yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran.
c.    Observasi dan Monitoring; deskripsikan tentang (1) alat monitoring apa saja yang akan digunakan untuk memonitor pelaksanaan tindakan dan peristiwa apa saja yang terjadi selama pelaksanaan tindakan di kelas, (2) siapa yang akan melakukan monitoring, dan (3) kapan monitoring itu akan dilakukan.
d.    Analisis dan Refleksi; deskripsikan tentang bagaimana caranya melakukan refleksi terhadap implementasi tindakan yang didasarkan atas hasil monitoring.

3.    Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini dideskripsikan tentang bagaimana caranya mengumpulkan data sebagai dasar untuk menetapkan alternatif tindakan dan melakukan refleksi. Sebenarnya, upaya pengumpulan data telah dilakukan ketika peneliti mengidentifikasi permasalahan. Pengumpulan data juga dilakukan ketika peneliti melakukan monitoring terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Data-data itu kelak akan dijadikan sebagai bahan untuk menganalisis dan kemudian merefleksikan temuan penelitian.

4.    Teknik Analisis Data
Pada bagian ini dideskripsikan tentang bagaimana cara menganalisis data yang terkumpul. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas biasanya berupa analisis deskriptif kualitatif. Artibnya, peneliti mendeskripsikan dengan kata-kata data-data yang diperoleh untuk kemudian disimpulkan apakah telah terjadi perubahan atau belum terhadap permasalahan yang dicoba untuk diubah atau ditingkatkan. Selain analisis data deskriptif kualitatif, juga bisa dilakukan analisis statistik dengan beberapa perysaratan tertentu.

5.    Kriteria Keberhasilan Tindakan
Kriteria keberhasilan tindakan merupakan ukuran berhasil tidaknya implementasi tindakan yang akan dilakukan. Oleh karena itu, pada bagian ini dideskripsikan tentang apa ukuran yang akan dijadikan patokan untuk menyatakan hal tersebut.

Selain kesemua bagian tersebut, dalam proposal penelitian tindakan kelas yang lengkap juga disertai dengan jadwal penelitian, anggaran penelitian, personalia penelitian, dan daftar pustaka.

  1.  LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Laporan penelitian tindakan kelas, biasanya disajikan dalam bentuk bab per bab. Ada lima bab dalam laporan PTK ini, yakni sebagai berikut.

Bab I. Pendahuluan
Bab pendahuluan dalam laporan PTK minimal terdiri dari empat subbab, yakni latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

A.   Latar Belakang Masalah

Seperti pada proposal PTK, subbab ini pada dasarnya berisi tiga aspek utama. Pertama, deskripsikanlah keadaan ideal yang ingin dicapai berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi. Keadaan ideal ini barangkali sesuai dengan tujuan dalam kurikulum atau apa yang menjadi harapan umum.

Kedua, deskripsikanlah keadaan yang nyata yang memang ada dan terjadi di lapangan. Keadaan ini dapat diperoleh melalui hasil pengamatan dan penagalaman sehari-hari dalam pelaksanaan tugas mengajar kita sebagai guru. Keadaan ini biasanya bertentangan dengan keadaan yang diharapkan.

Ketiga, deskripsikan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang ada. Upaya itulah yang nantinya akan menjadi alternatif tindakan. Upaya-upaya itu bisa berasal dari ide peneliti, hasil kolaborasi peneliti dengan teman sejawat, atau hasil membaca buku, majalah, atau jurnal ilmiah.

B.   Perumusan Masalah

Bagian ini berisi permasalahan apa yang hendak dicoba untuk diubah, dikembangkan, ditingkatkan, atau ditumbuhkan. Perumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat pertanyaan.  

C.   Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran kegiatan penelitian sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Biasanya tujuan penelitian ini dinyatakan dalam kalimat pernyataan.  

D.   Manfaat Hasil Penelitian

Bagian ini berisi kemanfaatan hasil penelitian bagi berbagai pihak. Dalam konteks pelajaran di kelas, misalnya, manfaat hasil penelitian itu dikaitkan dengan siswa dalam upaya untuk meningkatkan prestasi belajar, dengan guru dalam upaya untuk meningkatkan profesionalisme, atau dengan sekolah dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah pada umumnya.

Bab II. Kajian Teori dan Hipotesis Tindakan

A.   Kerangka Teoretik

Seperti halnya pada proposal, subbab ini biasanya berisi tentang konsepsi teoretis hal-hal yang berkaitan permasalahan yang diteliti. Untuk itu, uraian dapat diperoleh terutama dengan cara membaca berbagai referensi yang terkait.

B.   Tindakan yang akan Dilakukan

Bagian ini berisi tentang konsepsi teoretis tindakan yang akan dilakukan disertai dengan prosedur pelaksanaannya. Dengan kata lain, si peneliti harus dapat mendeskripsikan apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan? 

C.   Hipotesis Tindakan

Berdasarkan paparan kerangka teoretis dan tindakan yang akan dilakukan, dapat diajukan hipotesis tindakan. Hipotesis tindakan ini dapat dinyatakan dalam kalimat pernyataan.

Bab III. Metode Penelitian
Seperti halnya pada proposal, bab ini berisi sub-subbab setting penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan kriteria keberhasilan tindakan seperti uraian berikut ini.

A.   Setting Penelitian

Pada subbab ini dideskripsikan tentang kapan dan di mana penelitian telah dilakukan. Penelitian tindakan kelas biasanya dilakukan di kelas dan sekolah tertentu serta dalam kurun waktu tertentu.

Pada subbab ini juga dideskripsikan tentang subjek penelitian: siapa, jumlahnya berapa, dan karakteristiknya bagaimana. Selain itu, siapa kolabolator penelitian tindakan kelas ini juga disertakan. Kolabolator itu bisa kepala sekolah, wakasek, atau guru bidang studi sejenis.

B.   Prosedur Penelitian

Pada subbab ini dideskripsikan tahapan penelitian yang telah dilakukan. Tahapan itu mencakup perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan monitoring, dan refleksi.
a.    Perencanaan; deskripsikan tentang (1) rencana identifikasi permasalahan beserta caranya untuk memantapkan keadaan sebenarnya, (2) rencana alternatif tindakan yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran yang digunakan untuk mengubah, mengembangkan, menumbuhkan, atau meningkatkan, dan (3) rencana pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan alternatif tindakan yang dipilih dan disepakati.
b.    Implementasi Tindakan; deskripsikan tentang langkah-langkah implementasi tindakan yang dilakukan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran.
c.    Observasi dan Monitoring; deskripsikan tentang (1) alat monitoring apa saja yang akan digunakan untuk memonitor pelaksanaan tindakan dan peristiwa apa saja yang terjadi selama pelaksanaan tindakan di kelas, (2) siapa yang akan melakukan monitoring, dan (3) kapan monitoring itu akan dilakukan.
d.    Analisis dan Refleksi; deskripsikan tentang bagaimana caranya melakukan refleksi terhadap implementasi tindakan yang didasarkan atas hasil monitoring.

C.   Teknik Pengumpulan Data

Pada subbab ini dideskripsikan tentang bagaimana caranya mengumpulkan data sebagai dasar untuk menetapkan alternatif tindakan dan melakukan refleksi. Sebenarnya, upaya pengumpulan data telah dilakukan ketika peneliti mengidentifikasi permasalahan. Pengumpulan data juga dilakukan ketika peneliti melakukan monitoring terhadap pelaksanaan tindakan yang dilakukan. Data-data itu kelak akan dijadikan sebagai bahan untuk menganalisis dan kemudian merefleksikan temuan penelitian.

D.   Teknik Analisis Data

Pada subbab ini dideskripsikan tentang bagaimana cara menganalisis data yang terkumpul yang telah dilakukan. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas biasanya berupa analisis deskriptif kualitatif. Artibnya, peneliti mendeskripsikan dengan kata-kata data-data yang diperoleh untuk kemudian disimpulkan apakah telah terjadi perubahan atau belum terhadap permasalahan yang dicoba untuk diubah atau ditingkatkan. Selain analisis data deskriptif kualitatif, juga bisa dilakukan analisis statistik dengan beberapa perysaratan tertentu.

E.   Kriteria Keberhasilan Tindakan

Kriteria keberhasilan tindakan merupakan ukuran berhasil tidaknya implementasi tindakan yang akan dilakukan. Oleh karena itu, pada bagian ini dideskripsikan tentang apa ukuran yang akan dijadikan patokan untuk menyatakan hal tersebut.

Bab IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan
A.   Hasil Penelitian
Pada subbab ini diuraikan setiap siklus penelitian yang telah dilakukan. Deskripsikan dengan data yang lengkap mulai dari perencanaan, implementasi tindakan, monitoring, dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang masih terjadi. Dalam analisis dan refleksi, perlu juga dikemukakan perubahan yang mendasar pada siswa, lingkungan, guru sendiri, motivasi dan aktivitas belajar, situasi kelas, dan hasil belajar. Uraiam dapat disertai dengan grafik dan tabel yang menunjukkan perubahan yang terjadi.

B.   Pembahasan
Pada subbab ini dideskripsikan pembahasan secara sistematik dan jelas terhadap temuan-temuan yang diperoleh seperti yang diuraikan pada hasil penelitian di atas. Berdasarkan atas tahapan dalam siklus penelitian yang telah dilakukan, peneliti bisa membahas data-data terutama terkait dengan perubahan mendasar yang telah terjadi.

Bab V. Kesimpulan dan Rencana (Saran) Tindak Lanjut
A.   Kesimpulan
Pada subbab kesimpulan ini, sajikanlah simpulan hasil penelitian. Simpulan hasil penelitian ini biasanya menjawab perumusan masalah yang ada pada bab pendahuluan.

B.   Rencana Tindak Lanjut
Pada subbab ini disajikan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan peneliti dalam usahanya untuk mengadakan perubahan atau peningkatan. Rencana tindak lanjut ini tentu saja harus didasarkan atas hasil analisis dan refleksi yang telah dikemukakan sebelumnya.

Selain kesemua bagian tersebut, dalam laporan penelitian tindakan kelas yang lengkap juga disertai dengan daftar pustaka, instrumen penelitian, data penelitian, dan bukti lain pelaksanaan penelitian.

Daftar Pustaka


Depdiknas. 1995. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, Dijen Dikdasmen, Depdikbud.

Ekosusilo, M, dan Triyanto, B. 1995. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Dahara Prize.

Madya, Suwarsih. 2006. Teori dan Praktik Penelitian Tindakan. Bandung: Alfabeta.

Tim Pelatih Penelitian Tindakan (Action Research) UNY. 1999. Kumpulan Materi Penelitian Tindakan (Action Research). Yogyakarta: Lemlit UNY.





[1] HP: 081328303496

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum