PERAN SEKOLAH DALAM MENCEGAH PENCULIKAN ANAK

Minggu, 07 Februari 2016

Oleh : Subliyanto*
Belakangan ini kita dihebohkan dengan maraknya penculikan anak di sekolah. Apapun motifnya, tentunya telah membuat keresahan, baik di sekolah maupun orang tua di rumah. Sehingga sekolah dan orang tua harus selalu waspada dan berhati-hati.


Hal tersebut perlu perhatian khusus dari sekolah dan orang tua agar kejadian-kejadian serupa tidak terjadi kembali di lingkungan sekolah, sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan aman dan nyaman, dan orang tuapun tidak merasa terancam.

Lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah, merupakan lembaga yang menjadi media dalam pengembangan seluruh aspek kehidupan manusia, baik aspek kognitif, afektif, maupun aspek psikomotorik. Sehingga sekolah harus berperan aktif dalam semua aktifitas murid, mulai dari kedatangan murid, istirahat, dan waktu kepulangan. Termasuk mencegah terjadinya penculikan di lingkungan sekolah.

Terdapat beberapa hal yang mungkin dapat menjadi referensi dalam mencegah terjadinya penculikan anak di sekolah.

Pertama, setiap aktifitas murid di sekolah maupun ketika kegiatan pembejaran luar kelas, hendaknya selalu terpantau oleh guru. Sehingga sekecil apapun yang terjadi pada murid dapat diketahui dan tertangani. Karena guru adalah orang tua bagi murid-muridnya.

Kedua, memaksimalkan peran guru piket ketika waktu pulang, entah guru piket berasal dari guru yang mengajar pada jam terakhir, ataupun guru khusus yang mendapat tugas khusus sebagai guru piket. Sehingga setiap murid yang pulang dapat terekam kepulangannya. Hal itu dapat didukung dengan presensi kepulangan.

Ketiga, peran aktif orang tua juga sangat diperlukan, khususnya ketika penjemputan murid agar murid bisa dijemput tepat waktu, karena peran guru piket dibatasi oleh waktu. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun komunikasi aktif antara orang tua, dan sekolah.

Keempat, memperkuat pengamanan sekolah melalui peran aktif satpam di sekolah. Sehingga setiap orang yang datang ke sekolah dapat diketahui identitas, dan tujuannya. Tentunya peran satpam ini bisa didukung dengan peralatan yang relevan.

Kelima, jika terdapat diantara murid yang broken home, maka sekolah harus mengetahui dengan jelas dan pasti tentang amanah kepengasuhan anak tersebut. Sehingga memudahkan sekolah dalam mengambil kebijakan.

Lima hal itulah yang kiranya bisa menjadi referensi bagi sekolah dan orang tua dalam mencegah penculikan anak di sekolah. Semoga anak-anak kita mendapat lindungan dari Allah, sehingga dapat belajar dengan nyaman, aman, dan menyenangkan, baik di rumah maupun di sekolah.


*Penulis adalah pendidik di SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum