Cinta Kepada Keluarga & Karib Kerabat Melebihi Cintanya Kepada Kebenaran

Senin, 28 November 2016


Termasuk penghalang seseorang untuk mendapatkan kebenaran atau hidayah ialah lebih cinta kepada keluarga dan karib kerabat melebihi cintanya kepada kebenaran.

Jika kita akan mengikuti kebenaran yang harus berbenturan dengan keluarga atau dengan karib kerabat, dapat dipastikan akan mengalami masa-masa sulit.
Hal ini akan menjadi sebuah dilema bagi seseorang yang mengalaminya, dimana dua hal yang paling penting dalam hidupnya harus dipilih salah satu : jalan kebenarankah atau keluarga yang akan dipilih.
Namun, bila orang tersebut benar-benar memiliki keimanan yang kuat maka dipastikan ia akan memilih jalan kebenaran –yaitu mengamalkan Quran dan Hadits, lebih mencintai Alloh Ta’alaa dan RosulNya- sebagai pilihan utamanya dengan menyadari berbagai resiko atau konsekuensi yang akan dihadapi.
Dalam hadits riwayat Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu dikatakan;
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (HR. Bukhari I/14 no.15, dan Muslim I/167 no.44)
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang paham skala prioritas cinta, yaitu lebih mencintai Alloh dan RosulNya, baru kemudian orang-orang disekeliling kita.
Aamiin.
*Sumber : @TausiyahBimbinganIslam, Rabu, 11 Muharram 1438 H / 12 Oktober 2016 M

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum