NIKMAT MANAKAH YANG ENGKAU LUPAKAN ?

Kamis, 12 Januari 2017


Oleh : Subliyanto*
Kopi rasanya pahit. Tapi jika ditambah gula secukupnya maka rasanya akan menjadi nikmat. Mungkin ini juga menjadi analogi kehidupan manusia sehingga bersyukur tetap menjadi kunci sukses hidupnya.
Allah Maha Rahman dan Rahim. Sehingga manusia tidak perlu khawatir akan hidup dan kehidupannya. Karena setiap manusia yang lahir adalah pilihanNya. Maka syukuri segala karunia yang telah Allah berikan, karena itu tanda bahwa kita manusia pilihan.
Bersyukur memang mudah diucapkan tapi tidak semua manusia bisa melakukan, karena ia belum sadar bahwa dirinya dan segala sesuatu yang melekat padanya adalah pemberian Tuhan, Allah Rabbul 'Alamin.
Sederhananya bersyukur adalah berterimakasih kepada Allah. Praktiknya, dalam beberapa referensi adalah dengan lisan dan juga dengan perbuatan, dan keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Bersyukur dengan lisan yaitu dengan membaca tahmid, "Alhamdulillah". Sementara dengan perbuatan yaitu dengan memanfaatkan segala yang Allah berikan kepada kita untuk kebaikan.
Salah satu contoh sederhananya adalah, ketika manusia lahir, dan Allah memberikan kesempurnaan pada anggota tubuhnya serta dilengkapi sel-sel penyempurna lainnya sehingga anggota tubuhnya berfungsi dengan baik dan sempurna.
Yang demikian itu merupakan nikmat luar biasa yang Allah berikan, sehingga harus disyukuri dengan memanfaatkannya pada kebaikan, bukan sebaliknya.
Itu baru anggota tubuh secara umum, apalagi jika diperinci satu persatu dari masing-masing anggota tubuh yang ada. Tidak cukup kiranya pena ini menguraikannya dalam tulisan, karena sangat banyaknya nikmat yang Allah berikan. Hal itu sebagaimana telah Allah firmankan :
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).
Untuk memperkuat iman kita, bisa kita renungkan sejenak tentang salah satu organ tubuh kita. Allah memberikan kita mata, sehingga dengan mata kita bisa melihat segala sesuatu yang ada di sekitar kita.
Dan bisa kita bayangkan seandainya Allah mencabut fungsi mata kita, maka tentunya kita tidak bisa melihat apapun yang ada di sekitar kita, bahkan dunia seakan gelap gulita. Maka bersyukur merupakan kuncinya, dengan memanfaatkannya untuk kebaikan.
Allah sudah berjanji dalam firmannya :
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Kami pasti akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya adzab-Ku amatlah pedih’.” (QS. Ibrahim : 7)
Semoga ayat di atas menjadi motivasi bagi kita, sehingga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa mensyukuri nikmatNya.
Wallahu A'lam...

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum