Yang di Tangan Kita Belum Tentu Milik Kita

Senin, 13 Maret 2017

Oleh : Subliyanto*

Suatu hari seorang sahabat chat saya via WhatsApp. Ia bercerita tentang musibah yang menimpanya. 

Seorang sahabat yang biasanya sangat berhati-hati dan waspada dalam kesehariannya, namun ia kehilangan hartanya sekejap mata dengan nominal cukup besar.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un", ungkapan inilah yang harus menjadi perioritas dalam menghadapi hal tersebut. Karena dengan ungkapan tersebut dapat menyadarkan kita bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, dan akan kembali kepada Allah.

Harta hanyalah sebuah titipan semata. Maka yang di tangan kita belum tentu milik kita. Dan jika Allah menghendaki maka harta itu akan beralih tangan dengan caraNya. Disinilah sebagai seorang muslim, kita tidak boleh terlena.

Namun demikian kita tetap harus bersyukur karena dengan bersyukur Allah akan nenambahkan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Lenyapnya sesuatu yang kita miliki bukan berarti hilang segalanya. Akan tetapi merupakan bagian dari sebuah solusi yang Allah berikan kepada kita dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Bukankah kita percaya dengan Qadha' dan Qadar Allah ?
Untuk itu berbaik sangka kepada Allah dan bersyukur adalah kunci menata hati kita dalam setiap aspek kehidupan kita.

Tidak satupun yang terjadi dalam hidup dan kehidupan ini tanpa sebuah tujuan. Maka terus bersandarlah kepada Allah sampai Allah tunjukkan maksud dan tujuanNya.

Sesungguhnya kita sebagai manusia hanya berkewajiban berikhtiyar. Dan Allah yang menentukan segalanya.

"Al insanu bit takhyir, wallahu bit taqdir".
Wallahu A'lam...[]

*Penulis adalah aktivis sosial. Twitter @Subliyanto

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum