Sekolah Untuk Semua, Selamatkan Generasi Bangsa

Kamis, 18 Mei 2017

 
Oleh : Subliyanto*
Salah satu yang punya peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah sekolah. Dari sekolah akan lahir generari-generasi handal yang siap membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Dalam perannya, sekolah sebagai elemen kedua dari pendidikan yang lahir sebagai penopang peran keluarga, dimana keluarga menjadi elemen pertama dan utama bagi kehidupan manusia.

Seandainya dalam keluarga mampu berperan penuh secara aktif dalam mendidik generasinya, mungkin tidak perlu adanya sekolah. 

Namun kita sebagai manusia yang juga berprofesi sebagai orang tua mempunyai keterbasan dalam semua aspek kemampuan yang dimilikinya. 

Maka diperlukanlah peran pihak kedua yang bernama sekolah. Karena setiap orang tua mempunyai harapan agar putra dan putrinya menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Sekolah merupakan institusi yang melakukan proses pembinaan anak bangsa dalam segala aspek kehidupannya. Baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sehingga sekolah harus berperan aktif dalam hal itu, dan mencover semua tipical manusia yang lahir.

Maka bersyukurlah bagi kita yang masih mempunyai kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah.

Di luar sana masih banyak generasi bangsa yang belum maksimal dalam mendapatkan pemerataan pendidikan. Mereka yang mempunyai keterbatasan dalam segala aspek kehidupannya, terlebih keterbatasan finansial terkadang termarjinalkan.

Ada juga yang mempunyai kemampuan akademis dibawah rata-rata, dan perilaku serta sikap yang sekilas dinilai hiperaktif juga terkadang harus dikembalikan ke orang tuanya, sehingga orang tuanya harus mencarikan sekolah lain untuk anaknya.

Jika hal ini terus terjadi maka tidak bisa dipungkiri bahwa terjadi diskriminasi pendidikan kepada generasi bangsa. Lantas sekolah milik siapa ? Apakah hanya milik orang kaya ? Apakah hanya milik anak yang cerdas saja ?

Tentu tidak, sekolah milik semua, maka sekolah harus mencover semuanya, mulai dari kalangan pinggiran hingga kalangan jutawan. Mulai dari kalangan anak yang cerdas hingga anak berkebutuhan khusus.

Orientasi sekolah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dalam segala aspek kehidupannya. Maka ini adalah tugas kita semua, bagaimana agar sekolah bisa mencover semuanya tanpa ada yang merasa termarjinalkan. 

Tentu dengan menyusun program-program yang sesuai dengan karakter dan kondisi anak-anak kita. Dan juga dengan melakukan pembinaan sumber daya manusia yang handal dan profesional secara berkesinambungan.

"Al ilmu fannun, wat ta'limu fannun akhor".

Ilmu merupakan seni, dan mengajar merupakan seni tersendiri. Sehingga harus terus dilakukan pembinaan, baik ruhiyah maupun ilmiyah. Karena ilmu adalah cahaya yang akan mengantarkan manusia pada kehidupan yang nyata.

Oleh karena itu mari kita selamatkan generasi bangsa dengan pendidikan. Kita bina mereka, kita didik mereka, dan kita do'akan mereka, hingga akhirnya mereka menjadi generasi yang tangguh, handal, dan profesional.

Kita sebagai orang tua dan sebagai guru hanya mempunyai tugas untuk memproses generasi bangsa yang lahir bak kertas putih. 

Selanjutnya keberhasilan mereka kita serahkan sepenuhnya kepada Allah yang telah menciptakannya. Karena hanya Dialah yang bisa merubah segalanya.

Maka disinilah pentingnya ruh atau jiwa kita sebagai orang tua dan guru. Karena ruh pendidik lebih penting dari segalanya.
" Ruhul ustazd ahammu min kulli syaiin ". Wallahu A'lam []

*Twitter @Subliyanto

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum