Mengembalikan Orientasi Hidup dan Kehidupan Manusia

Selasa, 25 Juli 2017

Oleh : Subliyanto*

Manusia diciptakan dan dilahirkan ke dunia bukanlah sebuah kebetulan. Akan tetapi manusia diciptakan dan dilahirkan ke dunia dengan membawa amanah yang sangat besar, yaitu amanah sebagai makhluk individu dan amanah sebagai makhluk sosial yang juga disebut sebagai amanah keummatan.

Amanah sebagai makhluk individu merupakan sebuah amanah yang melekat pada diri manusia dan menjadi tanggung jawabnya agar bagaimana menjadikan dirinya sebagai manusia yang baik. Hal inilah yang disebut manusia sebagai 'abdullah. Maka tugasnya adalah beribadah kepada Allah dengan melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Dalam hal ini sebagaimana telah Allah firmankan dalam alQur'an yang artinya : ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku “. (QS Az Zariyat: 56).

Sementara amanah sebagai makhluk sosial merupakan amanah yang melekat pada diri manusia agar bagaimana dirinya bisa melakukan interaksi sosial sehingga dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik pada lingkup kehidupan dengan skala yang lebih besar. Sehingga islam sebagai rahmat bagi seluruh alam betul-betul tersampaikan dan dirasakan. Allah berfirman yang artinya :

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)

Tentu tugas sosial ini lebih berat dari tugas manusia sebagai makhluk individu. Namun demikian keduanya bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Maka tugas pertama itulah yang menjadi pondasinya dalam menggerakkan roda hidup dan kehidupannya.

Dua tugas pokok dan fungsi manusia inilah yang harus menjadi orientasi dalam hidup dan kehidupan manusia. Sehingga perannya betul-betul bermakna dan bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat.

Jika kedua tugas pokok manusia di atas dijalankan sesuai dengan rule yang ada maka harapan dan impian manusia agar bisa hidup aman, damai, dan sejahtera akan tercapai.

Namun sebaliknya, jika kedua tugas pokok manusia tidak dijalankan sesuai rule yang ada, yang telah ditentukan oleh Allah dan dibimbing oleh Rasulullah maka mustahil harapan dan impian manusia agar bisa hidup aman, damai, dan sejahtera akan tercapai, karena di dalamnya terdapat sebuah ketidak taatan.

Maka jadikanlah hakikat diciptakannya manusia sebagai orientasi hidup agar hidup dan kehidupan manusia baik dalam lingkup keluarga, bangsa, dan negara mendapatkan ridha dari yang Maha Hidup, Allah Rabbul 'Alamin. Wallahu A'lam []

*Penulis adalah penggiat pendidikan islam di jawa timur. Twitter @Subliyanto*

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum