Menulis Itu Memulai

Minggu, 30 Juli 2017

Oleh: Iffatus Sholehah*

Menulis itu memulai. Sebuah kalimat penuh makna yang merupakan bahasa biasa akan tetapi memerlukan pemahaman secara mendalam. Memang, menulis itu perlu dimulai. Karena jika kita tidak pernah memulainya, maka kita tidak akan tahu bagaimana cara menulis itu sendiri.

Di samping itu, menulis tidak hanya sekadar menulis. Sebelum kita menulis, kita harus membaca tulisan orang lain untuk mengetahui letak posisi kita dalam menulis. Posisi tersebut dimaksudkan agar tulisan kita dapat memberikan satu titik saja untuk mengetahui perbedaan tulisan kita dengan tulisan orang lain.

Terkadang, banyak orang hanya terlintas ingin menulis. Akan tetapi, hal tersebut hanya sebatas keinginan saja tanpa aksi nyata. Memang benar, menulis itu membutuhkan niat dan keinginan yang besar. Tapi bukan berarti hanya sebatas keinginan yang hanya terpatri di dalam pikiran saja.

Menurut salah satu penulis kontemporer Amerika Serikat, Stephen King, menulis tidak harus menunggu datangnya inspirasi. Akan tetapi, kita sendiri yang harus menciptakannya. Pernyataan tersebut cukup mewakili bahwa menulis itu perlu dimulai.

Apabila saya mengingat pengalaman pertama saat menulis, susah sekali rasanya untuk merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat. Ada beberapa tulisan pertama saya yang mandeg di pertengahan jalan. Alhasil, tulisan tersebut tidak dapat sempurna hingga berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun.

Selain itu, pernah suatu ketika tulisan saya sudah layak terbit dan sudah saya kirim ke salah satu media online. Setelah mendapatkan respon pesan email, ternyata tulisan saya tidak dapat terbit karena dengan alasan tidak sesuai dengan tema waktu itu.

Berdasarkan hambatan-hambatan di atas, saya berusaha untuk terus menulis dan mempelajari kiat-kiat menulis yang baik agar tulisan saya dapat terbit. Sehingga pada suatu hari bahagia rasanya ketika mengetahui tulisan pertama saya terbit di salah satu media online, meskipun media tersebut tidak berbayar.

Saat ini, menulis merupakan suatu hobi bagi saya. Menulis apapun itu. Karena bagi saya, dengan menulis maka pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki akan terus mengalir dan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Karena ia akan terus abadi seperti yang diucapkan oleh Pramoedya Ananta Toer, Menulis adalah bekerja untuk ke-abadian.

Pada dasarnya menulis tidak hanya persoalan bakat semata, melainkan juga berkaitan dengan niat dan keinginan yang besar untuk belajar merekam sejarah dan pikiran kita sendiri. Oleh karena itu, belajar menulis bukan perkara yang mudah. Karena menulis membutuhkan waktu yang lebih, mengurai kata perkata, menyesuaikan suasana hati yang tidak mood, dan ide pokok tulisan yang akan tertuang. Semua hal tersebut merupakan sesuatu yang mudah apabila sudah terbiasa. Karena bagaimanapun, menulis juga perlu pembiasaan. Sedangkan pembiasaan tersebut berawal dari bagaimana kita memulai.

*Penulis adalah mahasiswi Pascasarjana Prodi Interdisciplinary Islamic Studies Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum