Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Selasa, 25 Juli 2017


Oleh : Subliyanto*

Pada artikel sebelumnya yang terpublish di www.subliyanto.id (25/07/2017), penulis menyampaikan bahwa manusia lahir ke dunia membawa tugas yang sangat besar. Tugas sebagai makhluk individu dan tugas sebagai makhluk sosial.

Membahas masalah tugas sosial atau tugas keummatan memang perlu kiranya untuk terus di kampanyekan untuk menumbuhkan sikap kepedulian sosial guna terwujudnya kehidupan manusia yang aman, damai, dan sejahtera.

Dalam skala yang lebih besar hal itu sudah menjadi visi besar negara kita sebagaimana telah termaktub dalam pancasila yang berbunyi "keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia".

Tentu itu bukan hal mudah. Membutuhkan konsistensi, sinergi, dan yang terpenting adalah empati dari semua elemen masyarakat terkait.

Masalah sosial merupakan hal yang kompleks dalam semua aspek kehidupan manusia. Dan diantara yang paling dominan dan menjadi sorotan adalah aspek pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Kesenjangan sosial yang terjadi saat ini khususnya dalam aspek pendidikan dan ekonomi masyarakat masih menjadi PR kita yang harus dan terus diatasi guna tercapainya visi "keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia".

Pendidikan merupakan jalur utama. Karena dengan pendidikan akan melahirkan generasi yang handal dan profesional yang dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Namun adanya klaster-klaster pendidikan yang terjadi saat ini terkadang membuat sebagian orang semakin tidak percaya diri terlebih bagi mereka yang mempunyai keterbatasan ekonomi.

Maka hal ini penting kiranya menjadi evaluasi kita bersama, khususnya para pemangku kebijakan di jajaran pemerintahan karena pendidikan merupakan hak setiap bangsa.

Meminjam istilah yang sering disematkan kepada presiden kita Bapak Jokowi, kalau kita blusukan ke masyarakat kita khususnya mereka yang berada di pelosok desa, di lereng-lereng gunung, dan mereka yang berada di tengah tengah kota sekalipun tapi di zona yang berbeda maka sangat dibutuhkan sikap empati kita kepada mereka.

Terbersit di hati sebuah perasaan adanya ketidak adilan di negeri ini. Kalau sebagian dari kita bisa tinggal di tempat yang layak huni dengan fasilitas yang cukup memadai, namun sebagian lagi dari saudara kita sebangsa dan satu payung dalam naungan negara indonesia masih tinggal di tempat yang sangat tidak layak huni.

Kalau sebagian dari kita bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang dengan fasilitas yang mewah, namun sebagian lagi dari saudara kita sebangsa dan satu payung dalam naungan negara indonesia harus putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Tidak lain dan tidak bukan untuk menjawab semua realitas sosial kehidupan ini adalah dengan menumbuhkan sikap kepedulian sosial, baik secara personal maupun kelompok. Terlebih dari jajaran pemerintah. Karena di tangan kita terdapat hak mereka.

Maka membuka mata hati pada diri kita adalah solusi, dan peduli kepada mereka adalah aksi nyata demi terwujudnya kehidupan sosial yang hakiki.

Semoga catatan singkat ini dapat menggerakkan jiwa dan raga kita untuk mewujudkan kepedulian kita kepada sesama. Ingatlah bahwa di tangan kita ada hak saudara kita. Wallahu A'lam []

*Penulis adalah penggiat pendidikan islam di jawa timur. Twitter @Subliyanto

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum