Sentuh Hatinya, Jangan Halangi Dunianya

Jumat, 04 Agustus 2017 0 komentar


Oleh : Subliyanto*

Dalam dialog singkat tentang pendidikan, seorang guru menceritakan tentang perkembangan peserta didiknya. Diakhir ceritanya guru tersebut menanyakan solusi-solusi terhadap perannya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan dalam mendidik siswanya agar target dan tujuannya tercapai.

Berbincang pendidikan tidak lepas dari yang namanya sistem belajar dan mengajar. Peran utama dalam pembahasan ini adalah sosok seorang guru. Karena guru adalah orang tua bagi para muridnya saat berada di sekolah.

Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, walaupun sekilas pandangan mata kehidupan dan kesehariannya sangat sederhana. Namun dalam pandangan agama guru merupakan sosok yang paling mulia, karena perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam sebuah pendidikan tentu punya target dan tujuan. Maka untuk mencapainya harus memiliki strategi dan metode yang kreatif dalam memainkan perannya sebagai guru.

Hal yang paling penting untuk dijaga dan terus dipupuk dalam mendidik adalah semangat belajar peserta didik. Karena jika semangat tumbuh, kesadaran akan urgensi ilmu muncul, maka secara otomatis target dan tujuan dalam mendidik mudah tercapai. Dan inilah yang harus menjadi prioritas.

Maka yang terpenting adalah bagaimana seorang guru bisa menyentuh hati peserta didik. Memahami karakter dari peserta didik adalah kuncinya.

Sebagai seorang guru harus bisa berperan ganda. Berperan sebagai orang tua dan berperan sebagai guru. Keduanya harus berjalan bersamaan bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Pendidikan merupakan proses, sehingga butuh waktu untuk mencapai target dan tujuan pendidikan. Jadi jangan buru-buru melihat hasilnya. Jangan pernah bosan dalam membimbing dan mendampinginya.

Manusia lahir di dunia juga berproses untuk menjadi manusia yang berkualitas. Maka ia akan menikmati perjalanan hidupnya sesuai usianya. Maka sentuhlah hatinya, jangan halangi dunianya.

Berperananlah seperti siluman, masuklah dalam dunianya karena disitulah peluang untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada mereka. Sehingga peserta didik akan merasa enjoy dan nyaman, dan motivasi belajarnya akan semakin kuat dalam hatinya.

Mengajar dan mendidik merupakan hal yang situasional. Maka dibutuhkan skill dan keterampilan dalam membaca situasi dan kondisi peserta didik.

Perangkat administrasi dalam mengajar hanyalah acuan dalam upaya mencapai target dan tujuan. Namun gurulah yang lebih paham terhadap situasi yang ada di lapangan.

Jangan ajak peserta didik mengikuti administrasi, tapi masukkan target yang tertera di administrasi melalui dunianya dengan melihat situasi dan kondisi. Disinilah peran guru harus aktif dan solutif. Sehingga guru betul-betul menjadi idola peserta didiknya.

Kalau seorang guru sudah menjadi idola peserta didiknya, maka target apapun yang diinginkan insya Allah dengan mudah akan tercapai. Karena hati guru sudah ada di hati peserta didiknya. Wallahu A'lam[]

*Penulis adalah penggiat sosial dan pendidikan islam di Jawa Timur. Twitter @Subliyanto (05/08/2017)*

Apapun Yang Terjadi Itulah Yang Terbaik

Rabu, 02 Agustus 2017 0 komentar

Oleh : Subliyanto* 

Kemarin (Rabu, 02 Agustus 2017) kita dihebohkan dengan pemberitaan hangat yang terjadi di Pamekasan Jawa Timur. Tentu berita itu bisa kita akses di sejumlah media. Dan hal itu menjadi topik perbincangan di masyarakat hingga hari ini.

Terlepas hal itu benar atau tidak, nyata atau tidak, penulis tidak membahasnya. Namun disini penulis hanya ingin menguatkan jiwa dan memotivasi diri dengan mengambil hikmah dari kejadian itu.

Sudah manusiawi dan menjadi hukum alam kalau manusia akan dihadapkan dengan berbagai macam persoalan hidup dan kehidupan. Dan bergantung dari masing masing kita menyikapinya.

Sebagai insan beriman, tentu akan menyikapi semua persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapinya dengan bersandar kepada Tuhan karena ia sadar bahwa semua yang dihadapi dalam hidupnya adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dihadapi. Dan ia sadar bahwa setiap yang ia lakukan akan dimintai pertanggung jawaban, baik di dunia terlebih di akhirat.

manusia yang beriman akan mengembalikan semua persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapinya kepada Tuhan, Allah yang maha bijaksana, karena semua yang terjadi pada dirinya adalah yang terbaik, baik buat dirinya maupun buat orang lain di sekitarnya.

Dalam kacamata agama terdapat dua hal yang harus dan terus dikuatkan pada diri manusia dalam menghadapi persoalan hidup dan kehidupannya.

Pertama adalah cobaan atau ujian. Maka jika persoalan hidup dan kehidupan yang manusia hadapi masuk kategori ini, tentu sasarannya adalah kesabaran. Dengan kata lain Allah akan memberikan hadiah setelah manusia lulus mengikuti ujianNya.

Kedua adalah teguran.Maka jika persoalan hidup dan kehidupan yang kita hadapi masuk kategori ini, tentu kesadaran diri yang menjadi sasarannya agar manusia tersebut kembali pada jalan hidup yang telah ditetapkan olehNya.

Kedua katagori di atas merupakan wujud cintaNya kepada hambaNya. Maka berbaik sangka adalah sikap terbaik bagi manusia yang harus melekat pada jiwanya.

Cinta tak selamanya diwujudkan dengan sejuta keindahan. Namun kadang cinta juga diwujudkan dengan rasa yang sekilas menyakitkan. Karena keindahan yang hakiki adalah kelak manakala kelak kita berjumpa dengan Ilahi. Wallahu A'lam [] 

*Penulis adalah warga Pamekasan, penggiat sosial dan pendidikan islam di Jawa Timur. Twitter @Subliyanto. (03/08/2017)

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum