Berterimakasihlah Pada Guru

Minggu, 04 Februari 2018

Oleh : Subliyanto*

Ikut prihatin dan merasa miris dengan adanya kejadian tindak kekerasan oleh siswa SMAN 1 Torjun, Dusun Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang bernama Holili, kepada gurunya Ahmad Budi Cahyono (27).

Sebagaimana dilangsir laman republika.co.id ( Jumat, 02 Februari 2018 ) Kekerasan tersebut mengakibatkan meninggalnya sang guru, disebabkan karena pendarahan otak.

Lagi-lagi merupakan cambuk buat pendidikan agar kiranya tujuan pendidikan yang kita impikan bisa tercapai dengan sempurna. Baik aspek afektif, kognitif, maupun psikomotorik.

Sebagai murid sejatinya harus banyak berterimakasih kepada gurunya. Karena dengan bimbingannya kita dapat mengetahui, mengenal, dan memahami sesuatu yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Bentuk terimakasih yang nyata adalah dengan hormat dan ta'dhim kepada gurunya dan mengamalkan ilmu yang diperolehnya dengan baik dan untuk kebaikan.

Bukan dengan membangkangnya, apalagi sampai melawannya ketika diingatkan, karena hakikatnya guru sangatlah sayang kepada muridnya.

Guru merupakan orang tua bagi muridnya selama berada di lingkungan sekolah. Maka adalah wajar jika ia mengingatkan muridnya agar tidak nakal. 

Dan itu semata-mata menjalankan tugasnya sebagai guru untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada para muridnya, agar menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak.

Muhasabah

Dengan adanya kejadian di atas patut kiranya kita sebagai orang tua, guru, dan semua pihak untuk bermuhasabah guna mengembalikan citra pendidikan yang kian merisaukan.

Sebagai orang tua, sadarilah bahwa tugas utama mendidik putra-putrinya ada di pundak orang tua dalam segala aspek kehidupannya.

Sekolah dan civitas akademik yang ada di dalamnya merupakan tangan kedua dari keluarga dalam menjalankan tugas pendidikan. Sehingga harus berperan aktif agar tujuan pendidikan tercapai.

Demikian juga dengan masyarakat umum. Juga punya tanggung jawab dalam membina generasi bangsa ini agar menjadi pribadi-pribadi yang bermoral dan berilmu sehingga dapat memberikan perubahan untuk masa depan yang lebih baik.

Tentu ketiganya (keluarga,sekolah,dan lingkungan masyarakat) tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Maka harus ada sinergi yang mencerminkan satu tujuan untuk pendidikan yang lebih baik. Wallahu A'lam []

Gresik, 03 Februari 2018. Ditulis dalam kondisi terbaring sakit

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum