Literasi dan Masa Depan Generasi

Sabtu, 09 Februari 2019

Oleh : Subliyanto* 

Membaca dan menulis merupakan dua hal yang menjadi sumber ilmu pengetahuan manusia. Dengan membaca manusia akan mengetahui segala hal yang belum diketahui, dan dengan menulis manusia akan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah dimiliki. Dan dua hal tersebut merupakan ajaran pertama dalam dunia pendidikan Islam sebagaimana termaktub dalam al-Qur'an Surat al-'Alaq dan Surat al-Qalam.

Mungkin semua manusia bisa membaca namun tidak semua manusia bisa menulis, karena menulis membutuhkan kecakapan literasi dalam mengolah dan menganalisis serta menuangkan gagasan kreatif, inovatif, dan solutif yang dituangkan dalam goresan pena sebagai bentuk kontribusi pemikiran dan konsep untuk masa depan yang lebih baik. Maka membumikan dunia literasi merupakan hal yang sangat penting guna melahirkan generasi yang berbasis ilmu dan riset.

Pada 4 Februari 2019 Media Madura memberitakan : "Sebagai penghargaan terhadap pemuda atau mahasiswa yang gemar menulis dan tulisannya dimuat di media, Bupati Pamekasan Madura Jawa Timur Baddrut Tamam akan memberikan insentif terhadap pemuda dan mahasiswa yang gemar menulis". 

Berita ini tentu sangat mengembirakan dan perlu dijadikan amunisi motivasi oleh para generasi penerus bangsa khususnya yang berada di Pamekasan. Bukan hanya sebatas nilai insentifnya akan tetapi nilai-nilai visionernya yang harus ditanamkan oleh para generasi. 

Sebagai tambahan amunisi motivasi lietrasi, perlu kiranya kita juga mengikuti jejak warga Pamekasan yang aktif dalam dunia literasi. Salah satunya adalah M. Anwar Djaelani yang lahir pada 23 April 1962 di Pamekasan. Sejak 1980, dia hobi membaca dan menulis sampai sekarang. Dia cukup aktif menulis di media cetak sejak 1998 hingga kini, seperti antara lain di Jawa Pos. Khusus di tema-tema dakwah, mulai akhir Agustus 1996 sampai awal Juni 1997, tiap Jum’at menulis untuk buletin Yaumuna yang diterbitkan Komunitas Mantan Aktivis Masjid Universitas Airlangga. Lalu, 2002-2005, menjadi kontibutor tetap untuk Lembar Jum’at Al-Qalam yang diterbitkan Yayasan Penerbitan Pers Hidayatullah. Kemudian, dari 2004 sampai sekarang menjadi kontibutor tetap untuk Lembar Jum’at Hanif. 

Tidak hanya itu, buah dari keistiqamahannya dalam menulis juga ia bukukan. Diantara buku yang telah ia terbitkan adalah "Warnai Dunia dengan Menulis", "50 Pendakwah Pengubah Sejarah", dan "Jejak Kisah Pengukir Sejarah". Dan Anwar Djaelani hingga sekarang aktif sebagai pemateri dalam kepenulisan baik skala regional, nasional, hingga internasional.

Tentu tidak hanya Anwar Dajelani dari Pamekasan yang bisa kita jadikan rujukan ibrah, masih banyak putra daerah Pamekasan yang juga bisa diikuti jejaknya dalam dunia literasi. Hal itu menunjukkan dan semakin memperkuat bahwa Pamekasan itu hebat. Maka muatan kehebatan itulah yang harus menjadi panutan generasi Pamekasan pada khususnya, dan khalayak pada umumnya.

Semoga catatan singkat ini dapat memberikan tambahan motivasi untuk generasi Pamekasan.[]

*Penulis adalah pendidik asal Kadur Pamekasan. Aktivis sosial dan pendidikan di Kabupaten Gresik

0 komentar:

 
SUBLIYANTO.ID © 2019