Membangun Sinergi antara Lembaga Pendidikan dengan Media Massa

Kategori Berita

Azwar Halaman Atas 950x250

IMG-20190815-WA0003

Membangun Sinergi antara Lembaga Pendidikan dengan Media Massa

Subliyanto
Rabu, 10 Juli 2019
Oleh : Subliyanto

Lembaga pendidikan dan amal usaha di bawahnya berupa sekolah beserta jenjang di dalamnya merupakan tempat diselenggarakannya proses pendidikan. Dimana pendidikan itu sendiri menurut Dr. Zamroni dalam bukunya "Paradigma Pendidikan Masa Depan", adalah pengembangan seluruh aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dalam perannya, lembaga pendidikan mempunyai peran penting untuk meningkatkan kualitas prosesornya, baik prosesor bergerak dalam hal ini sumber daya manusia (SDM), maupun prosesor tidak bergerak berupa sarana dan prasarananya guna tercapainya tujuan pendidikan nasional sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, yaitu :

"Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."

Seiring dengan terus berkembang dan majunya peran Media Informasi dan Teknologi (IT) saat ini, sudah menjadi kewajiban bagi lembaga pendidikan untuk terus melakukan upgrading manajemen pelayanan pendidikan secara berimbang guna meningkatkan kualitas pendidikan, baik di internal maupun eksternal.

Secara internal, lembaga pendidikan perlu kiranya untuk terus melakukan update sistem proses dan pelayanan pendidikan. Hal itu salah satunya dapat dilakukan dengan studi banding pada lembaga-lembaga pendidikan yang sudah dinilai maju, khusunya lembaga pendidikan yang sudah ditunjuk untuk dijadikan kiblat pendidikan (pilot project) oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Sehingga dengan demikian ketertinggalan dalam berbagai aspek di lembaga pendidikan dapat dibenahi.

Kemudian secara eksternal, lembaga pendidikan juga perlu membangun sinergi dengan media massa sebagai corong informasi dan aspirasi, untuk melakukan publikasi pendidikan, baik berupa informasi kegiatan, prestasi, maupun publikasi karya ilmiyah guru dan murid di lembaga pendidikan. Hal itu dapat dilakukan dengan upaya membangun budaya literasi di lembaga pendidikan di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan serta para muridnya. Karena budaya literasi, baik berupa jurnalisme maupun opini publik perlu dilatih dan dimulai sejak dini.

Karena media massa merupakan salah satu wadah tersampaikannya informasi yang keberadaannya berjalan di atas koredor undang-undang di bawah kontrol Kementerian Komunikasi dan Informasi, yang salah satu tujuannya adalah juga untuk mencerdaskan anak bangsa. Maka menjadikannya sebagai mitra merupakan hal yang strategis untuk mendukung perkembangan dan kemajuan semua segmen kehidupan, termasuk segmen dalam bidang pendidikan. Sehingga dengan adanya sinergitas antara lembaga pendidikan dan media massa akan terjadi hubungan simbiosis mutualisme antara keduanya. Dengan demikian visi menuju pendidikan yang unggul  dan berkualitas dapat teratasi secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Peran dan pengaruh media sangat penting dan sangat besar kontribusinya dalam memberi perubahan suatu bangsa menuju arah yang lebih baik. Dengan media massa kita dapat menyampaikan informasi dan aspirasi tentang perkembangan dan kemajuan pendidikan. Apalagi di era demokrasi dan transparansi saat ini, kebebasan menyuarakan aspirasi tidaklah mudah untuk di dengar, dan ditindaklanjuti. Maka dengan adanya sinergitas antara lembaga pendidikan dengan media massa merupakan bagian dari solusi untuk menfasilitasi informasi pendidikan. 

Namun demikian, memang tidak semua media massa dapat menampung harapan itu. Media akan bergerak sesuai tartib baku yang telah dimilikinya. Karena hal itu juga merupakan bagian dari pola edukasi. Sehingga untuk solusi hal tersebut, sekolah perlu mengaktifkan media resmi internal lembaga pendidikan dan mencetak jurnalis pendidikan sebagai wadah skala kecil dalam mempublikasikan informasi pendidikan dan yang terkait didalamnya.

Maka dengan konsep edukasi itu yang dilakukan secara konsisten dapat menunjang dan mempermudah terjalinnya komunikasi dan kerja sama dengan media massa yang skalanya lebih besar dan jangkauannya lebih luas. Semoga uraian konsep ini dapat menjadi tambahan amunisi untuk kemajuan pendidikan. []