Pentingkah Bahasa Asing Bagi Anak ?

Kategori Berita

Azwar Halaman Atas 950x250

IMG-20190815-WA0003

Pentingkah Bahasa Asing Bagi Anak ?

Subliyanto
Kamis, 25 Juli 2019

Bahasa merupakan kunci utama dalam membangun komunikasi antar sesama. Dalam konteks pendidikan bagi anak, setelah anak berhasil menguasai al-Qur'an dan hadits serta bahasa Arab dengan baik, maka hendaknya juga dibekali putra-putri kita dengan keterampilan bahasa Asing. Hal tersebut penting untuk membangun generasi yang handal sehingga terhindar dari tipu daya. Dan dalam hal ini, Rasulullah SAW, lakukan pertama kali ketika beliau tiba di Madinah pasca hijrah dari Mekkah. 

Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dan Ibnu Asakir dari Zaid bin Tsabit RA : Aku dihadapkan kepada Nabi SAW, setelah beliau tiba di kota Madiah. Mereka katakan, "Wahai Rasulullah, anak ini dari bani an-Najjar. Dia hafal tujuh belas surat yang diturunkan padamu". Akupun membacakannya kepada Rasulullah SAW, dan beliau merasa kagum. Beliau bersabda, "Hai Zaid, belajarlah bahasa Yahudi, karena demi Allah sesungguhnya aku tidak percaya kepada orang-orang Yahudi atas suratku". Akupun mempelajarinya. Tidak sampai setengah bulan akupun menguasainya. Aku yang menulis surat Rasulullah SAW kalau beliau berkirim surat kepada mereka, dan aku juga yang menerjemahkan surat mereka untuk beliau. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim yang dishahihkan olehnya, Ahmad dan al-Faikihi).

Dalam riwayat lain dikatakan, diriwayatkan oleh Abu Ya'la, Ibnu Asakir dan Ibnu Abi Dawud dari Zaid bin Tsabit RA : Rasulullah SAW, bersabda kepadaku, "Apakah engkau bisa bahasa Suryaniyah ? (Aramaic)?, ada beberapa surat untukku". Aku jawab "Tidak", dan beliau bersabda, "Pelajarilah". Akupun mempelajarinya dalam tujuh belas hari. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim).

Kisah menarikpun tercatat dalam sejarah, sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak dan Abu Nu'aim dalam kitab Hilyatul Auliya' dari Amr bin Qais : Ibnu Zubair RA, memiliki seratus orang anak. Setiap anak bisa berbicara dengan bahasa asing yang berbeda-beda. Ibnu Zubair biasa bicara dengan mereka dengan masing-masing bahasa yang mereka kuasai. Apabila aku melihat perkara dunianya, aku katakan, "Orang ini sama sekali tidak menginginkan Allah sekejap matapun". Tapi apabila aku melihat perkara akhiratnya, aku katakan, "Orang ini tidak menginginkan dunia sekejap matapun".

Sungguh luar biasa dan betapa indahnya membaca kisah-kisah di atas. Maka dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwa mempelajari bahasa Asing juga merupakan hal yang penting bagi putra-putri kita untuk menguatkan kekuatan akademik dan untuk kekuatan strategi dalam komunikasi sosial yang dalam islam lumrah disebut dengan dakwah.[]

*Ditulis oleh Subliyanto, dirangkum dari buku Prophetic Parenting. Artikel ini juga termuat di https://limadetik.com/news/pentingkah-bahasa-asing-bagi-anak/