Melestarikan Budaya Santri

Kategori Berita

Azwar Halaman Atas 950x250

IMG-20190815-WA0003

Melestarikan Budaya Santri

Subliyanto
Jumat, 25 Oktober 2019

Oleh : Subliyanto*

Hari Santri Nasional (HSN) sudah berlalu. Namun demikian budaya santri jangan juga ikut berlalu. Tradisi santri harus tetap terlestari sebagai cermin identitas diri sebagai santri.

Santri merupakan generasi ulama', dimana hari-harinya dihiasi ilmu. Tugas dan perannya sebagai penunut ilmu, penyebar ilmu, serta pengemban amanah dakwah untuk kemashalahatan ummat, yang semuanya dicerminkan dengan akhlak yang baik.

Hal itu merupakan pengamalan dari tugas utama manusia di muka bumi, yaitu sebagai 'abdullah dan khlifatullah. Sebagai 'abdullah secara sederhana bermakna sebagai ahli ibadah, artinya bagaimana agar manusia menjadi orang yang baik, yang senantiasa beribadah kepada Allah sesuai dengan konsep dan tuntunan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Allah SWT. berfirman : 

"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa". (QS. al-Baqarah : 21)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menyatakan bahwa perintah dalam ayat ini bersifat umum untuk seluruh manusia. Sifat perintahnya sendiri umum yaitu untuk beribadah dengan segala bentuk ibadah, yaitu melaksanakan semua yang diperintahkanNya dan menjauhi yang dilarangNya serta membenarkan kabar-kabarnya.

Sementara manusia sebagai khalifatullah secara sederhana bermakna sebagai pemimpin di muka bumi, yang artinya bagaimana agar manusia senantiasa terus menyampaikan kebaikan dan kebenaran dan mencegah kemungkaran dalam setiap aktivitas yang dilakukannya. Hal itu juga sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya : 

"Dan (ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat , ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah’. Berkata mereka, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?’. Dia berkata, ‘Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. al-Baqarah : 30)

Santri merupakan sosok generasi muslim, generasi bangsa yang mempunyai ciri sebagai ahli ilmu, khusunya ilmu agama. Maka segala aspek gerak-gerik santri menjadi ujung tombak simbol baiknya sebuah generasi. Sehingga jangan kita cederai dengan tindakan yang tidak terpuji.

Maka menjadi penting bagi para generasi muslim, terlebih yang secara faktual dan formal sebagai santri untuk senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak identitas dirinya, yang secara otomatis juga merusak nama baik Islam.

Karenanya budaya santri tetap harus terlestari dimanapun dan kapanpun berada agar budaya santri selalu melekat di hati sehingga kiprah santri betul-betul bisa dijadikan teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga catatan singkat ini bermanfaat, sebagai amunisi motivasi bagi para santri, generasi muslim, generasi bangsa yang religius, dan mempunyai militansi tinggi dalam berjuang. Amin (*)

*Penulis adalah pemerhati sosial dan pendidikan asal Kadur Pamekasan