Pemuda Sebagai Agen Perubahan Indonesia

Kategori Berita

Azwar Halaman Atas 950x250

IMG-20190815-WA0003

Pemuda Sebagai Agen Perubahan Indonesia

Subliyanto
Senin, 28 Oktober 2019
Foto By. gingsul.com

Oleh : Subliyanto*

28 Oktober merupakan Hari Sumpah Pemuda. Pada momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019 ini, penulis teringat ungkapan Bung Karno, sang orator yang sekaligus pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. 

“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia”, ungkap Bung Karno yang membakar semangat juang para pemuda Indonesia hingga mencapai titik darah penghabisan yang pada akhirnya Indonesia merdeka, dan diproklamerkan pada 17 Agustus 1945.

Tentu, kalimat tersebut tidak hanya ungkapan semata, akan tetapi mengandung makna yang sangat mendalam. Bahwa pemuda mempunyai peran penting untuk kemajuan dan perubahan suatu bangsa. 

Esensi kalimat tersebut layak kiranya digaungkan kembali pada saat ini, tepatnya pada momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019, sebagai refleksi dan napaktilasi perjuangan kemerdekaan Indonesia, guna membangkitkan kembali "ghirah" perjuangan muda-mudi Indonesia.

Untuk mengingat sejarah, mari kita baca kembali konten dari Sumpah Pemuda yang diikrarkan oleh Putra-Putri Indonesia saat itu :

"Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia".

"Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia".

"Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia".

Tiga poin dari ikrar tersebut adalah tanah air, bangsa, dan bahasa, yaitu Indonesia. Maka ketiganya menjadi gerbang utama yang harus betul-betul dijaga. Dan pemuda adalah bagian dari yang harus menjaganya.

Pemuda sebagai agent of change sebuah bangsa. Maka pada pemuda terdapat sebuah kekuatan yang dapat merubah suatu keadaan menjadi lebih baik, maju dan berkembang serta menjadi percontohan suatu peradaban.

Indonesia merupakan Negara yang kaya dengan sumber daya alamnya. Maka tidak heran jika Indonesia menjadi sasaran penjajah tempo dulu, dan mungkin juga saat ini yang tentu dengan cover dan kostum serta cara yang berbeda. 

Senjata yang mereka gunakan saat ini tidak lagi hanya berupa senjata tajam, akan tetapi berupa ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka tidak lagi bergulat dengan menggunakan otot, akan tetapi dengan menggunakan otak.

Sehingga jika pemuda Indonesia lalai dan terus asyik dengan “kebodohannya” maka bukan hal yang mustahil keberadaan bangsa ini beserta isinya akan kembali berada di tangan para penjajah, dan harus berjuang lebih keras lagi untuk merebutnya kembali. 

Maka disitulah pentingnya peran pemuda Indonesia untuk terus belajar memperdalam ilmu pengetahuan dalam segala bidang sampai menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan professional serta siap bersaing guna menyelamatkan bangsa menuju Indonesia yang lebih baik bahkan yang  terbaik.

Pemuda merupakan sosok yang harus berada di barisan terdepan untuk membuat perubahan suatu bangsa menjadi lebih baik. Kerja keras dan kerja cerdas merupakan wujud kontribusi nyata untuk kebaikan bangsa.

Dan tentu dengan tidak melupakan sejarah para pejuang yang telah mengorbankan raga dan jiwa serta hartanya untuk bangsa. Karena pada sejarah terdapat sebuah hikmah yang bisa dijadikan pijakan dan evaluasi guna membuat sebuah reformasi dengan formulasi baru.

Oleh karena itu, sudah selayaknya dan sepantasnya para pemuda berperan aktif, menempati posisi strategis dan lini-lini solutif untuk melakukan analisa reformatif yang pada akhirnya melahirkan sebuah solusi riil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa. 

Tentu dengan aktif dan suportif dalam bekerja dan berkarya untuk bangsa agar tujuan menuju bangsa yang lebih baik tercapai. Visinya adalah untuk bangsa sehingga kepentingan-kepentingan pribadi tidak menjadi orientasi dalam mengabdikan dirinya untuk bangsa dan Negara. 

Dengan demikian hal-hal yang bersifat negatif dan mencederai wibawa bangsa dan negara tidak menjadi list dalam buku harian pemuda. Akan tetapi yang menjadi cacatan hariannya adalah list-list strategi bagaimana agar bangsa lebih maju dan berkembang, baik berupa catatan konseptual maupun strategi aplikatif dan dokumentatif.

Semoga pada momentum Hari Sumpah Pemuda saat ini dapat membangkitkan kembali semangat pemuda dalam perannya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa. (*)

*Penulis adalah pemerhati sosial dan pendidikan asal Kadur Pamekasan